DPR Pesimistis Formasi Menteri Baru Kerek Ekonomi RI

Kamis, 13 Agustus 2015 - 13:28 WIB
DPR Pesimistis Formasi...
DPR Pesimistis Formasi Menteri Baru Kerek Ekonomi RI
A A A
JAKARTA - Komisi VI DPR RI pesimistis formasi baru tim ekonomi yang dibentuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) lewat perombakan (reshuffle) kabinet, akan mampu mengerek pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Ketua Komisi VI DPR RI Hafisz Tohir mengungkapkan, meskipun ada reshuffle namun pekerjaan berat Presiden Jokowi masih sangat besar.

"Menteri hasil reshuffle kabinet sedikit lebih baik dari menteri sebelumnya, lebih senior. Kalau dari perdagangan saya belum melihat kiprah Mendag ini sebelumnya di sektor perdagangan, kecuali bidang moneter," katanya dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Kamis (13/8/2015).

Hafisz menuturkan, keadaan ekonomi Indonesia yang merosot tajam membuat daya saing terus melemah. Bahkan, pasca perombakan kabinet pun nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) sempat terkoreksi.

"Artinya dalam kondisi seperti ini berat bagi mereka untuk memperbaiki keadaan. Berkaca dari sepak terjang mereka serta melihat masalah yang sedang kita hadapi saat ini, agak pesimis saya kira kabinet hasil reshuffle ini untuk mampu memperbaiki ekonomi agar dapat tumbuh 6% seperti yang diinginkan Jokowi," imbuh dia.

Sebab, sambung Hafisz, terlalu banyak masalah bangsa yang harus diperbaiki Jokowi dalam waktu bersamaan. Misalnya, penempatan pejabat di pemerintahan yang masih terkesan hanya balas budi semata.

"Penempatan pejabat negara yang belum berdasarkan kepada the right man on the right place. Penempatan pejabat tersebut selama ini lebih kepada balas budi saja," sebutnya.

Selain itu, harga barang kebutuhan pokok yang terus terkerek. Ditambah lagi pertumbuhan ekonomi Indonesia semakin merosot, dari sebelumnya 4,71% pada kuartal I/2015 menjadi 4,62% pada kuartal II/2015.

Tak kalah mencengangkannya, perdagangan Indonesia pun sejauh ini masih merosot, ditandai dengan ekspor yang turun dan impor yang meningkat dibanding tahun sebelumnya. Pendapatan masyarakat terus tergerus, serta industri yang terus merosot.

"‎Pertumbuhan produksi industri pengolahan atau manufaktur besar dan sedang (IBS) 2015 mengalami penurunan dari triwulan 2014," jelas dia.

Nilai tukar rupiah terhadap USD pun makin terpuruk hingga menyentuh Rp13.800/USD. "Jokowi masih menghadapi gunung besar yang menghadang RI dalam bidang ekonomi makro dan mikro. Pemerintah bisa berhasil kalau semua stakeholder dan elemen bangsa ini bersatu," tandasnya.

Baca juga:

Jokowi Copot Tiga Menteri Ekonomi

Menteri-menteri Ini Lolos dari Reshuffle

Lepas Jabatan Menteri, Air Mata Rachmat Gobel Tumpah
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Larangan Bukber Kabinet...
Larangan Bukber Kabinet RI, JK: Kita Bukan ASN jadi Bebas
Menteri Ekonomi Jokowi...
Menteri Ekonomi Jokowi Kumpul di Bali, Ada Apa?
Ekonomi Kian Berat,...
Ekonomi Kian Berat, Reshuffle Kabinet Dinilai Langkah Tepat
Di Depan Relawan, Jokowi...
Di Depan Relawan, Jokowi Pamer Pertumbuhan Ekonomi RI
Ketum PAN Sebut Menkes...
Ketum PAN Sebut Menkes Terawan Menteri Kesayangan Presiden Jokowi
Soal Reshuffle Kabinet,...
Soal Reshuffle Kabinet, DPR Berharap Jokowi Pilih Sosok Inovatif dan Berani
Berita Terkini
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
39 menit yang lalu
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
54 menit yang lalu
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
1 jam yang lalu
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
1 jam yang lalu
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
1 jam yang lalu
Janji Manis Ledakan...
Janji Manis Ledakan Ekonomi Piala Dunia 2026, Awas! Tensi Geopolitik Bisa Bikin Zonk
2 jam yang lalu
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved