JK: Sentuh Garuda, Rizal Ramli Sudah Ditegur Presiden
Selasa, 18 Agustus 2015 - 19:40 WIB
JK: Sentuh Garuda, Rizal Ramli Sudah Ditegur Presiden
A
A
A
JAKARTA - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengungkapkan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menegur Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Rizal Ramli terkait pernyataannya yang mengkritik rencana PT Garuda Indonesia Tbk (GIIA) membeli pesawat Airbuss A350.
JK pun meminta kepada Rizal, agar sebelum berkomentar dihadapan publik, ada baiknya terlebih dahulu memahami persoalan terlebih dahulu.
"Itu sudah ditegur oleh Presiden. Makanya, paham dulu, tidak pernah beli, baru penandatanganan letter of intent, saya berminat, bukan kesepakatan jual-beli," terang JK di Kompleks DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (18/8/2015).
Mantan Ketua Umum Partai Golkar itu menyebutkan, kemungkinan proyek pembelian pesawat itu dibatalkan seperti saran Rizal, itu akan disesuaikan dengan keadaan. "Sesuai keadaan, ya namanya minat," tegasnya.
Sebelumnya, Rizal yang baru saja dilantik sebagai Menko Kemaritiman menggantikan Indroyono Soesilo, meminta Presiden Jokowi agar membatalkan rencana Garuda membeli pesawat baru, Airbus 350 sebanyak 30 unit. (Baca: Rizal Ramli Minta Jokowi Batalkan Pembelian Pesawat Garuda)
Pasalnya, Garuda harus meminjam sebesar USD44,5 miliar atau sekitar Rp614 triliun dari China Aviation Bank, demi merealisasikan hal tersebut. "Saya tidak ingin Garuda bangkrut lagi. Karena sebulan yang lalu beli pesawat dengan pinjaman USD44,5 miliar dari China Aviation Bank untuk beli Pesawat Airbus 350 sebanyak 30 biji, itu hanya cocok Jakarta-Amerika dan Jakarta-Eropa," ujarnya.
Menurutnya, pengalaman Garuda selama ini untuk rute Jakarta-Amsterdam serta Jakarta-London hanya mencapai 30%. Kondisi itulah yang membuat Maskapai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu merugi terus-menerus.
Hal tersebut mendapat tanggapan pedas dari Menteri BUMN Rini Somearno. Dia mempertanyakan dasar pemikiran Menko Kemaritiman itu meminta Presiden Jokowi membatalkan rencana pembelian pesawat Garuda. (Baca: Rini Pertanyakan Dasar Rizal Ramli soal Pesawat Garuda)
"Berdasarkan apa, didasari apa bicara seperti itu (pembatalan pembelian pesawat terbang). Karena kan kita melihatnya Garuda itu akan mengembangkan usahanya. Jadi dasar apa cancellation itu," tegasnya.
Rini meminta agar Rizal tidak berbicara tanpa dasar yang jelas. Sebab, setiap program yang dicanangkan perusahaan pelat merah harus ada pertanggungjawabannya ke masyarakat.
"Jadi saya rasa tidak bisa bicara A tanpa ada dasar. Kita harus bicara A, B, C dengan dasar. Dan programnya BUMN itu satu perusahaan. Garuda juga perusahaan publik, kita bertanggung jawab kepada masyarakat luas, apa-apa yang akan kita lakukan. Tidak bisa langsung diputuskan begitu saja," tandasnya.
Baca: Rizal Ramli Cuek Dikritik Rini soal Pesawat Garuda
JK pun meminta kepada Rizal, agar sebelum berkomentar dihadapan publik, ada baiknya terlebih dahulu memahami persoalan terlebih dahulu.
"Itu sudah ditegur oleh Presiden. Makanya, paham dulu, tidak pernah beli, baru penandatanganan letter of intent, saya berminat, bukan kesepakatan jual-beli," terang JK di Kompleks DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (18/8/2015).
Mantan Ketua Umum Partai Golkar itu menyebutkan, kemungkinan proyek pembelian pesawat itu dibatalkan seperti saran Rizal, itu akan disesuaikan dengan keadaan. "Sesuai keadaan, ya namanya minat," tegasnya.
Sebelumnya, Rizal yang baru saja dilantik sebagai Menko Kemaritiman menggantikan Indroyono Soesilo, meminta Presiden Jokowi agar membatalkan rencana Garuda membeli pesawat baru, Airbus 350 sebanyak 30 unit. (Baca: Rizal Ramli Minta Jokowi Batalkan Pembelian Pesawat Garuda)
Pasalnya, Garuda harus meminjam sebesar USD44,5 miliar atau sekitar Rp614 triliun dari China Aviation Bank, demi merealisasikan hal tersebut. "Saya tidak ingin Garuda bangkrut lagi. Karena sebulan yang lalu beli pesawat dengan pinjaman USD44,5 miliar dari China Aviation Bank untuk beli Pesawat Airbus 350 sebanyak 30 biji, itu hanya cocok Jakarta-Amerika dan Jakarta-Eropa," ujarnya.
Menurutnya, pengalaman Garuda selama ini untuk rute Jakarta-Amsterdam serta Jakarta-London hanya mencapai 30%. Kondisi itulah yang membuat Maskapai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu merugi terus-menerus.
Hal tersebut mendapat tanggapan pedas dari Menteri BUMN Rini Somearno. Dia mempertanyakan dasar pemikiran Menko Kemaritiman itu meminta Presiden Jokowi membatalkan rencana pembelian pesawat Garuda. (Baca: Rini Pertanyakan Dasar Rizal Ramli soal Pesawat Garuda)
"Berdasarkan apa, didasari apa bicara seperti itu (pembatalan pembelian pesawat terbang). Karena kan kita melihatnya Garuda itu akan mengembangkan usahanya. Jadi dasar apa cancellation itu," tegasnya.
Rini meminta agar Rizal tidak berbicara tanpa dasar yang jelas. Sebab, setiap program yang dicanangkan perusahaan pelat merah harus ada pertanggungjawabannya ke masyarakat.
"Jadi saya rasa tidak bisa bicara A tanpa ada dasar. Kita harus bicara A, B, C dengan dasar. Dan programnya BUMN itu satu perusahaan. Garuda juga perusahaan publik, kita bertanggung jawab kepada masyarakat luas, apa-apa yang akan kita lakukan. Tidak bisa langsung diputuskan begitu saja," tandasnya.
Baca: Rizal Ramli Cuek Dikritik Rini soal Pesawat Garuda
(dmd)
Lihat Juga :