BCA Tak Terlalu Senang Berikan Pinjaman USD
Rabu, 19 Agustus 2015 - 14:17 WIB
BCA Tak Terlalu Senang Berikan Pinjaman USD
A
A
A
JAKARTA - Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Jahja Setiaatmadja mengaku tidak terlalu senang memberikan pinjaman dalam bentuk dolar Amerika Serikat (USD) kepada nasabah.
"Saya tidak terlalu senang berikan pinjaman USD. Permintaan pinjaman tidak terlalu banyak," ujarnya di Jakarta, Rabu (19/8/2015).
Jahja menceritakan, sejak 2005-2015, BCA selalu menjaga dana pihak ketiga (DPK) dalam USD tidak lebih USD3 miliar.
"Valas dari 2005-2015 angka DPK tidak mau lebih jauh dari USD3 miliar, rinciannya pinjaman USD1,4-USD1,8 miliar, USD1,2 miliar jaga di government bond Indonesia dalam USD," jelas dia.
Selain itu, perusahaan menjaga ketersediaan mata uang negara Paman Sam tersebut agar tidak mendadak membeli saat nasabah butuh.
"Simpanan dalam valas banyak saya turunin bunganya. Tidak mau banyak exposure di valas, bunga kita paling kecil 0,2%," pungkasnya.
"Saya tidak terlalu senang berikan pinjaman USD. Permintaan pinjaman tidak terlalu banyak," ujarnya di Jakarta, Rabu (19/8/2015).
Jahja menceritakan, sejak 2005-2015, BCA selalu menjaga dana pihak ketiga (DPK) dalam USD tidak lebih USD3 miliar.
"Valas dari 2005-2015 angka DPK tidak mau lebih jauh dari USD3 miliar, rinciannya pinjaman USD1,4-USD1,8 miliar, USD1,2 miliar jaga di government bond Indonesia dalam USD," jelas dia.
Selain itu, perusahaan menjaga ketersediaan mata uang negara Paman Sam tersebut agar tidak mendadak membeli saat nasabah butuh.
"Simpanan dalam valas banyak saya turunin bunganya. Tidak mau banyak exposure di valas, bunga kita paling kecil 0,2%," pungkasnya.
(izz)
Lihat Juga :