Pertamina Siap Perluas Investasi Hulu EBT

Rabu, 19 Agustus 2015 - 14:51 WIB
Pertamina Siap Perluas...
Pertamina Siap Perluas Investasi Hulu EBT
A A A
JAKARTA - PT Pertamina (Persero) mendukung penuh upaya pemerintah menggenjot pengembangan dan pemanfaatan energi baru dan terbarukan (EBT) yang ditargetkan dapat mencapai sekitar 23% dari total bauran energi 2025.

BUMN energi tersebut telah mencanangkan pengembangan pembangkit listrik bebasis EBT sebesar 1,13 Gigawatt dan produksi biofuel sebesar 1,28 juta KL pada 2019.

Peningkatan kapasitas produksi pembangkit listrik berbasis EBT akan bersumber utama dari panas bumi, yaitu sebesar 907 MW, solar photovoltaic dan energi angin masing-masing 60 MW, biomassa 50 MW dan mini/microhydro dan ocean energy masing-masing 45MW dan 3MW.

Sementara, untuk biofuel terdiri dari green diesel dengan kapasitas 0,58 juta KL per tahun, co-processing green diesel 0,14 juta KL per tahun, co-processing green gasoline 0,23 juta KL per tahun, bioavtur 257.000 KL per tahun, bioethanol sebesar 76.000 KL/tahun, dan 10 ton per hari bio LNG plant.

"Pertamina berkomitmen mencari sumber-sumber energi, termasuk EBT yang dapat digunakan untuk menopang kemandirian dan kedaulatan energi nasional. Pertamina mempertimbangkan pula masuk ke semua lini bisnis EBT, tidak sekadar menjadi offtaker, melainkan produsen di bisnis hulu energi baru dan terbarukan," kata Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto, Rabu (19/8/2015).

Direktur Gas dan Energi Baru Terbarukan Pertamina Yenni Andayani menambahkan, Pertamina siap berinvestasi bisnis hulu EBT. Capital expenditure yang diperlukan untuk pengembangan bisnis EBT, di luar panas bumi hingga 2019 diperkirakan USD1,5 miliar.

Yenni juga menyambut baik adanya berbagai kebijakan pendukung bagi terwujudnya pengembangan EBT di Tanah Air, seperti insentif harga untuk pembangkit listrik panas bumi, air, biomassa, dan juga biogas. Kebijakan harga memang menjadi kunci sukses bagi pengembangan EBT.

"Apalagi dengan kondisi harga minyak mentah seperti saat ini, tentu saja EBT menghadapi tantangan karena harus berkompetisi dengan energi fosil yang sedang turun harga," terangnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Petani Mendapat Sosialisasi...
Petani Mendapat Sosialisasi Keamanan Seiring Gas JTB Mulai Dialirkan
Pertamina Mulai Berlakukan...
Pertamina Mulai Berlakukan Transaksi Non Tunai
Restrukturisasi Pertamina...
Restrukturisasi Pertamina Ditegaskan Sesuai Buku Putih dan Roadmap BUMN
Penjualan Kondensat...
Penjualan Kondensat Pertamina EP Subang Field
Pertamina EP Donggi...
Pertamina EP Donggi Matindok Field Dorong Perekonomian Kelompok Wanita Banggai
PEP Prabumulih Field...
PEP Prabumulih Field Dukung Gerakan Ketahanan Pangan
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
4 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
5 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
5 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
6 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
6 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
6 jam yang lalu
Infografis
Amerika Serikat Umumkan...
Amerika Serikat Umumkan Siap Perang dengan China!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved