Apresiasi Euro Bikin Rupiah Balik Arah Menguat
Rabu, 19 Agustus 2015 - 17:11 WIB
Apresiasi Euro Bikin Rupiah Balik Arah Menguat
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini berakhir balik arah menguat (rebound) lantaran USD melemah terhadap euro jelang data inflasi Amerika Serikat (AS).
Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah berada di level Rp13.761/USD, dengan kisaran harian Rp13.636-Rp13.934/USD. Posisi ini menguat 27 poin dibanding posisi penutupan sebelumnya di level Rp13.788/USD.
Posisi rupiah berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas pada level Rp13.773/USD. Posisi ini menguat 20 poin dibanding dengan penutupan sebelumnya di level Rp13.793/USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.824/USD, menguat 7 poin dari posisi akhir pekan lalu di level Rp13.831/USD.
Nilai tukar rupiah berdasarkan data Bloomberg di level Rp13.843/USD. Posisi tersebut memburuk 43 poin dibanding penutupan perdagangan sebelumnya di level Rp13.800/USD.
Sementara USD melemah secara luas pada Rabu karena investor berhati-hati menjelang data inflasi Amerika Serikat (AS) dan rilis hasil pertemuan Federal Reserve, yang dapat memberi sinyal waktu kenaikan suku bunga.
Dikutip dari Reuters, euro menguat 0,4% terhadap USD karena investor membeli kembali euro. Sementara USD melemah 0,3% ke 96,747, dengan euro diperdagangkan pada 1,1065/USD.
Baca:
Mata Uang dengan Koreksi Tertajam Sejak Devaluasi Yuan
Rupiah Siang Ini Lesu di Tengah Kuatnya Poundsterling
Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah berada di level Rp13.761/USD, dengan kisaran harian Rp13.636-Rp13.934/USD. Posisi ini menguat 27 poin dibanding posisi penutupan sebelumnya di level Rp13.788/USD.
Posisi rupiah berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas pada level Rp13.773/USD. Posisi ini menguat 20 poin dibanding dengan penutupan sebelumnya di level Rp13.793/USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.824/USD, menguat 7 poin dari posisi akhir pekan lalu di level Rp13.831/USD.
Nilai tukar rupiah berdasarkan data Bloomberg di level Rp13.843/USD. Posisi tersebut memburuk 43 poin dibanding penutupan perdagangan sebelumnya di level Rp13.800/USD.
Sementara USD melemah secara luas pada Rabu karena investor berhati-hati menjelang data inflasi Amerika Serikat (AS) dan rilis hasil pertemuan Federal Reserve, yang dapat memberi sinyal waktu kenaikan suku bunga.
Dikutip dari Reuters, euro menguat 0,4% terhadap USD karena investor membeli kembali euro. Sementara USD melemah 0,3% ke 96,747, dengan euro diperdagangkan pada 1,1065/USD.
Baca:
Mata Uang dengan Koreksi Tertajam Sejak Devaluasi Yuan
Rupiah Siang Ini Lesu di Tengah Kuatnya Poundsterling
(rna)