USD Defensif terhadap Yen, Rupiah Dibuka Koreksi
Kamis, 20 Agustus 2015 - 10:25 WIB
USD Defensif terhadap Yen, Rupiah Dibuka Koreksi
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini dibuka terkoreksi, di tengah posisi USD defensif terhadap euro dan yen.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.838/USD, melemah 14 poin dari posisi sebelumnya di level Rp13.824/USD.
Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah berada di level Rp13.833/USD. Posisi ini melemah 72 poin dibanding posisi penutupan sebelumnya di level Rp13.761/USD.
Nilai tukar rupiah berdasarkan data Bloomberg di level Rp13.820/USD dan pada pukul 10.00 WIB melemah ke Rp13.837/USD. Posisi tersebut membaik dibanding penutupan perdagangan sebelumnya di level Rp13.843/USD.
Posisi rupiah berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas pada level Rp13.753/USD. Posisi ini menguat 20 poin dibanding dengan penutupan sebelumnya di level Rp13.773/USD.
Sementara posisi USD defensif terhadap euro dan yen pada Kamis, setelah hasil pertemuan Federal Reserve menunjukkan bahwa pembuat kebijakan tidak terburu-buru untuk menaikkan suku bunga.
Pejabat Fed bulan lalu sepakat bahwa perekonomian sudah mendekati titik di mana suku bunga harus bergerak lebih tinggi, tapi kekhawatiran terhadap melemahnya angka inflasi dan ekonomi global sangat berisiko untuk menaikkan suku bunga bulan depan.
Dikutip dari Reuters, USD semalam di perdagangan ke level terendah tiga pekan terhadap yen ke 123,68 dan USD terakhir diperdagangkan pada 123,915.
Euro stabil terhadap USD di 1,1115 setelah melonjak 0,9% pada Selasa ketika The Fed merilis hasil pertemuannya. Indeks USD naik tipis 0,1% menjadi 96,474 setelah melemah 0,7%.
Penurunan USD didukung mata uang komoditas, seperti dolar Kanada dan dolar Australia, yang telah berada di bawah tekanan sebelumnya karena anjloknya harga minyak ke level terendah 6,5 tahun dan kekhawatiran terus-menerus tentang ekonomi China, sehingga melemahkan kepercayaan.
Dolar Kanada naik tipis menjadi 1,3100/USD. Sementara dolar Australia naik 0,3% menjadi 0,7370/USD, rebound dari level terendah satu pekan di 0,7312/USD.
(Baca: Penguatan Rupiah Diuji, Waspadai Balik Melemah)
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.838/USD, melemah 14 poin dari posisi sebelumnya di level Rp13.824/USD.
Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah berada di level Rp13.833/USD. Posisi ini melemah 72 poin dibanding posisi penutupan sebelumnya di level Rp13.761/USD.
Nilai tukar rupiah berdasarkan data Bloomberg di level Rp13.820/USD dan pada pukul 10.00 WIB melemah ke Rp13.837/USD. Posisi tersebut membaik dibanding penutupan perdagangan sebelumnya di level Rp13.843/USD.
Posisi rupiah berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas pada level Rp13.753/USD. Posisi ini menguat 20 poin dibanding dengan penutupan sebelumnya di level Rp13.773/USD.
Sementara posisi USD defensif terhadap euro dan yen pada Kamis, setelah hasil pertemuan Federal Reserve menunjukkan bahwa pembuat kebijakan tidak terburu-buru untuk menaikkan suku bunga.
Pejabat Fed bulan lalu sepakat bahwa perekonomian sudah mendekati titik di mana suku bunga harus bergerak lebih tinggi, tapi kekhawatiran terhadap melemahnya angka inflasi dan ekonomi global sangat berisiko untuk menaikkan suku bunga bulan depan.
Dikutip dari Reuters, USD semalam di perdagangan ke level terendah tiga pekan terhadap yen ke 123,68 dan USD terakhir diperdagangkan pada 123,915.
Euro stabil terhadap USD di 1,1115 setelah melonjak 0,9% pada Selasa ketika The Fed merilis hasil pertemuannya. Indeks USD naik tipis 0,1% menjadi 96,474 setelah melemah 0,7%.
Penurunan USD didukung mata uang komoditas, seperti dolar Kanada dan dolar Australia, yang telah berada di bawah tekanan sebelumnya karena anjloknya harga minyak ke level terendah 6,5 tahun dan kekhawatiran terus-menerus tentang ekonomi China, sehingga melemahkan kepercayaan.
Dolar Kanada naik tipis menjadi 1,3100/USD. Sementara dolar Australia naik 0,3% menjadi 0,7370/USD, rebound dari level terendah satu pekan di 0,7312/USD.
(Baca: Penguatan Rupiah Diuji, Waspadai Balik Melemah)
(rna)