ICW Minta Pemerintah Catat Kritikan Rizal Ramli

Jum'at, 21 Agustus 2015 - 04:31 WIB
ICW Minta Pemerintah...
ICW Minta Pemerintah Catat Kritikan Rizal Ramli
A A A
JAKARTA - Indonesia Corruption Watch (ICW) meminta pemerintah mencatat dan meresapi kritikan Menteri Koordinator (Menko) bidang Kemaritiman Rizal Ramli terkait proyek listrik 35.000 megawatt (MW).

Sekadar mengingatkan, Rizal Ramli mengkritisi proyek listrik gagasan pemerintah yang dinilai tidak realistis jika dicapai dalam waktu lima tahun. Mengingat saat ini kondisi perekonomian Indonesia sedang tidak stabil.

Koordinator‎ Divisi Research ICW Firdaus Ilyas mengungkapkan, kendati jika dilihat dari kode etik pejabat negara tidak etis seperti yang dilakukan Rizal dalam mengkritik kebijakan pemerintah di depan publik, namun secara substansi pemerintah perlu mencatat dan mencermati kritikan tersebut.

"Jadi memang kritikan Rizal Ramli menurut saya sebagai Menko, walaupun dia overlap ke Menko yang lain misalnya itu patut dicatat pemerintah, misalnya terkait kebijakan pembangkit listrik 35.000 MW," katanya di Sekretariat ICW, Jakarta, Kamis (20/8/2015). (Baca:
Tanggapan Jokowi atas Kritik Rizal Ramli soal Proyek Listrik
).

‎Dia menjelaskan, jika berkaca pada paket program percepatan listrik (fast track programme/FTP) 10.000 MW tahap I dan II yang bermasalah. Perlu diingat, spesifikasi infrastruktur dalam paket 10.000 MW tersebut bermasalah dan menjadikan proyek listrik itu gagal.

Hal ini lantaran, berbagai infrastruktur pendukung yang dibutuhkan untuk proyek tersebut berasal dari China, yang notabenenya murah namun kualitasnya tidak menjanjikan. (Baca: Rizal Ramli Tanggapi Sindiran Jokowi).

"‎Karena kalau kita berkaca dari paket 10.000 MW I dan II kan bermasalah. Kemudian kalau kita ingat paket 10.000 MW pertama, notabenenya paketnya kan belum 100% commissioning semua. Masih ada yang bermasalah. Spesifikasi infrastruktur masih bermasalah, turbinnya bermasalah. Waktu 10.000 MW pertama itu kan bedol desa dari China dibawa ke sini semua," terangnya.

Menurutnya, pemerintah perlu mencermati dengan benar desain proyek listrik 35.000 MW, mulai dari pendanaan, hingga suplai energi primernya. "‎Karena itu yang jadi masalah dalam penyediaan paket 10.000 MW I dan II," imbuhnya.

‎Sebelum menggarap proyek listrik 35.000 MW, sambung Ilyas, pemerintah perlu membuka dan memberikan transparansi terkait masalah yang terjadi dalam proyek 10.000 MW tahap I dan II.

"Jangan karena mau ngejar rasio elektrifikasi 80% menjadi 90%, tapi dengan 'produk abal-abal'. Kan Jokowi targetnya tidak hanya mengejar ‎fisik, tapi juga kualitas. Monumen tapi barang rongsokan apa gunanya," pungkas Firdaus.

Baca Juga:

Rizal Ramli Tantang JK Debat soal Listrik 35.000 MW

JK Minta Rizal Ramli Pelajari Proyek Listrik 35.000 MW

Pengamat Sayangkan Sikap Rizal Ramli Tantang Debat JK
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rizal Ramli Kritisi...
Rizal Ramli Kritisi Sistem Ambang Batas dalam Pilkada dan Pilpres
Rizal Ramli Sebut Pembangunan...
Rizal Ramli Sebut Pembangunan Harus Membuat Rakyat Lebih Makmur, Bukan Sebaliknya
Emak-emak Taruh Harapan...
Emak-emak Taruh Harapan Besar Pada Rizal Ramli Untuk Bangkitkan Ekonomi
Rizal Ramli, Selamanya...
Rizal Ramli, Selamanya Oposisi untuk Menjaga Demokrasi
Pemakaman Rizal Ramli...
Pemakaman Rizal Ramli di TPU Jeruk Purut
Susi Pudjiastuti Bela...
Susi Pudjiastuti Bela Rizal Ramli Hadapi 'Serangan' di Twitter
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
5 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
6 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
6 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
6 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
6 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
6 jam yang lalu
Infografis
Jadwal Cuti Bersama...
Jadwal Cuti Bersama ASN Tahun 2026, Catat Tanggalnya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved