Waspadai Rupiah Perpanjang Pelemahan
Jum'at, 21 Agustus 2015 - 08:41 WIB
Waspadai Rupiah Perpanjang Pelemahan
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada hari ini diperkirakan perpanjang pelemahan karena belum ada sentimen makroekonomi yang dapat menahan pelepasan rupiah.
Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, harapan akan positifnya laju rupiah sementara ini harus diredam seiring belum adanya sentimen makroekonomi yang dapat menahan aksi lepas rupiah.
"Setelah penguatan rupiah gagal diuji kitapun masih tetap harus mencermati sentimen dan berita yang dirilis serta mewaspadai jika laju rupiah kembali melanjutkan pelemahan," ujarnya di Jakarta, Jumat (21/8/2015).
Reza memprediksi rupiah berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia akan berada pada rentang Rp13.828-Rp13.845/USD.
Sementara posisi rupiah kemarin berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.838/USD, melemah 14 poin dari posisi sebelumnya di level Rp13.824/USD.
Kemarin, pascarapat FOMC yang kembali tidak menjelaskan secara detil kebijakan kenaikan suku bunga The Fed tidak mengurangi laju rupiah yang kembali melemah. Harapan akan adanya penguatan lanjutan tidak terjadi, di mana laju Rupiah berbalik turun.
"Belum banyaknya sentimen positif membuat laju rupiah kembali melemah," kata dia.
Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, harapan akan positifnya laju rupiah sementara ini harus diredam seiring belum adanya sentimen makroekonomi yang dapat menahan aksi lepas rupiah.
"Setelah penguatan rupiah gagal diuji kitapun masih tetap harus mencermati sentimen dan berita yang dirilis serta mewaspadai jika laju rupiah kembali melanjutkan pelemahan," ujarnya di Jakarta, Jumat (21/8/2015).
Reza memprediksi rupiah berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia akan berada pada rentang Rp13.828-Rp13.845/USD.
Sementara posisi rupiah kemarin berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.838/USD, melemah 14 poin dari posisi sebelumnya di level Rp13.824/USD.
Kemarin, pascarapat FOMC yang kembali tidak menjelaskan secara detil kebijakan kenaikan suku bunga The Fed tidak mengurangi laju rupiah yang kembali melemah. Harapan akan adanya penguatan lanjutan tidak terjadi, di mana laju Rupiah berbalik turun.
"Belum banyaknya sentimen positif membuat laju rupiah kembali melemah," kata dia.
(rna)