REI Minta PLN Cari Solusi untuk Proyek Sejuta Rumah

Jum'at, 21 Agustus 2015 - 11:10 WIB
REI Minta PLN Cari Solusi...
REI Minta PLN Cari Solusi untuk Proyek Sejuta Rumah
A A A
JAKARTA - Pengusaha properti yang tergabung dalam Realestat Indonesia (REI) meminta PT PLN (Persero) mencari solusi untuk penyediaan listrik proyek Sejuta Rumah.

Pasalnya, dibatasinya pelanggan pengguna listrik berdaya 450 volt ampere (VA) dan 900 VA dengan dipersyaratkan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) akan mengganggu proyek cita-cita Jokowi tersebut.

Ketua Umum REI Eddy Hussy mengungkapkan, program sejuta rumah adalah program perumahan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Dengan persyaratan MBR yang sudah ada, tidak perlu lagi ditambahkan Surat Keterangan Tidak Mampu dari Kepala Desa/Lurah.

‎"Pengetatan syarat pemasangan listrik bersubsidi akan menjadi tantangan tersendiri bagi pengembang selain persoalan kelistrikan lainnya, seperti belum terealisasinya pembangunan jaringan listrik oleh PLN di lokasi perumahan sederhana yang dibangun pengembang, proses pasang baru yang butuh waktu lama, serta terkadang ketersediaan tegangan daya yang over load," katanya di Intiland Tower, Jakarta, Jumat (21/8/2015).

Dia mengungkapkan, saat ini pengembang anggota REI di wilayah Kalimantan Tengah, Bangka Belitung, Sulawesi Selatan, Sumatera Utara dan wilayah lainnya mengalami kesulitan memperoleh izin pemasangan listrik baru dengan daya 900 VA untuk rumah sederhana tapak.

Sementara di wilayah-wilayah lainnya seperti di Kalimantan Selatan, pembangunan jaringan listrik PLN untuk puluhan lokasi perumahan anggota REI hingga kini belum terealisasi meski telah disetujui sejak 2014. Kemudian di Jawa Timur, pengembang menghadapi permasalahan lambatnya penanganan KWH meter yang macet oleh PLN.

"Hal ini memerlukan terobosan dari pemerintah melalui PLN untuk mengatasinya. Ketersediaan infrastruktur listrik, air bersih, dan akses jalan mutlak dipenuhi dalam pembangunan perumahan dalam rangka mendukung terwujudnya target gerakan Sejuta Rumah yang dicanangkan pemerintah," terangnya.

REI selalu siap membantu pemerintah untuk memberikan masukan konstruktif agar program kerja di bidang perumahan dapat berjalan secara efektif dan tepat sasaran. (Baca:
Pembatasan Pengguna Listrik Ganjal Program Sejuta Rumah
).

"Merealisasikan gerakan sejuta rumah tentu tidak mudah dan membutuhkan waktu, namun REI optimis dengan bergandengan tangan bersama semua stakeholder perumahan dan pemukiman program ini akan berhasil dengan baik," pungkasnya.

Sekadar informasi, target sejuta rumah yang dibangun anggota REI sebanyak 247.725 unit, terdiri dari 217.725 unit rumah sederhana tapak (RST) dan 30.000 unit rumah susun sederhana milik (rusunami).
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rumah Terjangkau Tanpa...
Rumah Terjangkau Tanpa Bunga di Perumahan Al Kautsar Gelar Serah Terima
Sinarmasland Luncurkan...
Sinarmasland Luncurkan Fase Ketiga Program Move In Quickly
Kuartal II 2020 Tren...
Kuartal II 2020 Tren Pencarian Rumah di Bogor Meningkat
Akomodir Kebutuhan Hunian,...
Akomodir Kebutuhan Hunian, Gemilang Cipta Realty Luncurkan Dua Produk Baru
Menjadi Developer Tangguh...
Menjadi Developer Tangguh Dibutuhkan Sinergi Apersi dan ESQ
3 Juta Rumah Era Prabowo...
3 Juta Rumah Era Prabowo Terbuka Buat 9 Naga, Hashim Ungkap Syaratnya
Berita Terkini
Orang Kaya Diminta Lepas...
Orang Kaya Diminta Lepas Dolar, Dasco Sebut Rupiah Menguat Minggu Depan
32 menit yang lalu
Menhub Dipanggil Menghadap...
Menhub Dipanggil Menghadap Prabowo di Istana, Ada Apa?
1 jam yang lalu
IHSG Ambruk Lagi Sentuh...
IHSG Ambruk Lagi Sentuh Level 5.789 usai Kehilangan 1,91% di Sesi Siang
2 jam yang lalu
Dasco Kasih Bocoran...
Dasco Kasih Bocoran Pemerintah Punya Strategi Khusus Atasi Pelemahan Rupiah
2 jam yang lalu
Saksikan Sore Ini, IG...
Saksikan Sore Ini, IG Live MNC Sekuritas Bersama Danapathi AM: Di Tengah Ketidakpastian, Uang Harus Ke Mana?
4 jam yang lalu
Harga Emas Ambles Rp24...
Harga Emas Ambles Rp24 Ribu Jadi Rp2.689.000 per Gram, Buyback Terjun Bebas Rp92.000
4 jam yang lalu
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved