Rupiah Melemah, BI Jaga Fundamental Ekonomi

Jum'at, 21 Agustus 2015 - 20:35 WIB
Rupiah Melemah, BI Jaga...
Rupiah Melemah, BI Jaga Fundamental Ekonomi
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mengatakan akan terus menjaga fundamental ekonomi di saat rupiah mengalami pelemahan. BI juga akan selalu hadir di pasar untuk menstabilkan nilai tukar rupiah.

"BI kebijakannya kembali lagi, bawa rupiah ke fundamental. Tidak biarkan terlalu melemah dan akan dijaga ke fundamental," ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Tirta Segara di Jakarta, Jumat (21/8/2015).

Dia menyebutkan, Bank Indonesia juga akan melakukan intervensi untuk menjaga nilai tukar rupiah. "BI terus menerus ikuti ada di pasar dan ada intervensi ketika diperlukan. Saya tidak bisa katakan intervensi kapan dilakukan, jam berapa atau berapa besarnya," ujarnya.

Menurut Tirta, Indonesia tidak perlu mengikuti langkah negara lain yang melemahkan mata uangnya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. "Kita jangan melihat satu arah, rupiah dibandingkan dolar (USD). Harus dibandingkan dengan valuta lainnya. Semua valuta lainnya melemah. Bahkan, negara tertentu melemahkan mata uangnya supaya kompetitif, seperti Malaysia melemah," jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Deputi Gubernur Bank Indonesia Erwin Rijanto menilai, meskipun rupiah terpuruk kondisi industri perbankan masih relatif baik. Menurutnya, BI juga sudah melakukan sejumlah stress test perbankan. "Stress test kalau kita lihat SSK (stabilitas sistem keuangan) kondisinya memang baik," ucapnya.

Lebih lanjut, dia mengungkapkan, dari risiko pasar BI melihat beberapa surat-surat berharga yang dipegang bank akan terpengaruh oleh penguatan dolar AS. "Itu dilihat seberapa jauh surat-surat berharga bank berpengaruh, itu dilihat dari yield. Sekarang ini surat berharga yang di-trading kondisinya masih oke dan tidak terlalu besar, dari risiko pasar belum terlihat membuat kita lebih alert," terangnya.

Baca juga:

Rupiah Dekati Rp14.000/USD Dihantam Data Ekonomi China

DKI Jakarta Provinsi dengan Dana Mangkrak Terbesar
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Rupiah Menguat 1,21%,...
Rupiah Menguat 1,21%, Bos BI: Lebih Perkasa dari Peso Filipina dan Baht Thailand Cs
Rupiah Sentuh Rp15.533/USD,...
Rupiah Sentuh Rp15.533/USD, Gubernur BI Sebut Lebih Kuat Dibanding Peso, Rupee dan Baht
Rupiah Tembus Rp16.420...
Rupiah Tembus Rp16.420 per USD, Bos BI Ungkap Apa yang Terjadi
Rupiah Bakal Menguat...
Rupiah Bakal Menguat di Juli dan Agustus 2026, Gubernur BI Yakin Stabil usai Bertemu Prabowo
Gubernur BI: Rupiah...
Gubernur BI: Rupiah Terus Menguat Kalahkan Malaysia, Filipina dan Thailand
Berita Terkini
Obat Generik Bebas Tarif...
Obat Generik Bebas Tarif 2 Tahun, Lalu Melonjak Jadi 200%
1 jam yang lalu
Jasaraharja Putera Raih...
Jasaraharja Putera Raih Pertumbuhan Berkelanjutan dan RBC Capai 371,90%
2 jam yang lalu
Pelabuhan Patimban Resmi...
Pelabuhan Patimban Resmi Layani Impor Perdana, Komponen Mobil Listrik BYD Lanjut ke Pabrik Subang
3 jam yang lalu
Kinerja Positif 2025,...
Kinerja Positif 2025, Jasa Raharja Catatkan Laba Bersih Rp2,30 Triliun
3 jam yang lalu
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Berbalik Merayap Naik Rp3 Ribu per Gram, Intip Rincian Lengkapnya
4 jam yang lalu
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
5 jam yang lalu
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved