Rupiah Melemah, BI Harus Awasi Ketat Transaksi Valas

Sabtu, 22 Agustus 2015 - 20:05 WIB
Rupiah Melemah, BI Harus...
Rupiah Melemah, BI Harus Awasi Ketat Transaksi Valas
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI)I diminta memantau dan mengawasi lebih ketat transaksi valas di bank-bank besar supaya dapat memastikan sisi suplai bisa seimbang dengan sisi demand agar rupiah tidak makin melemah.

Kepala Ekonom Bank negara Indonesia (BNI) Ryan Kiryanto menuturkan, pelemahan rupiah terhadap USD mengindikasikan permintaan USD makin banyak, sehingga harga USD melonjak. Namun, menurutya, sejauh pembelian USD ada underlying transaction-nya tidak masalah.

"Sebaliknya kalau motif pembelian USD karena spekulasi, ini yang tidak baik dan membahayakan," kata dia, Sabtu (22/8/2015).

Menurut dia, melemahnya rupiah juga disebabkan rilis devaluasi yuan, yang menyebabkan mata uang Asia melemah semua.

"Paralel dengan itu, penggunaan rupiah di dalam negeri mutlak harus diterapkan, kecuali untuk transaksi-transaksi tertentu sesuai UU Mata Uang dan PBI kewajiban penggunaan rupiah," ujarnya.

Jika hal-hal tadi bisa dilakukan segera, dia menuturkan, rupiah tidak akan tembus Rp14.000/USD, tapi berbalik arah menguat ke Rp13.000/USD. Apalagi, jika pelaporan Devisa Hasil Ekspor (DHE) oleh eksportir dijalankan dengan disiplin maka akan mendorong apresiasi rupiah.

Lebih penting dari semua itu, kata Ryan, pemerintah harus bisa mengembalikan kepercayaan pasar dengan cara melaksanakan komitmen-komitmen dan janji-janji terutama Nawa Cita yang berefek pada kegiatan sektor riil.

Baca:

Efek Pembatasan Pembelian USD Hanya Sementara

Rupiah Tembus Rp14.000/USD, Alarm bagi Pemerintah

BI Harus Kerek Suku Bunga Jika Rupiah Kian Ambruk
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Rupiah Menguat 1,21%,...
Rupiah Menguat 1,21%, Bos BI: Lebih Perkasa dari Peso Filipina dan Baht Thailand Cs
Rupiah Sentuh Rp15.533/USD,...
Rupiah Sentuh Rp15.533/USD, Gubernur BI Sebut Lebih Kuat Dibanding Peso, Rupee dan Baht
Rupiah Tembus Rp16.420...
Rupiah Tembus Rp16.420 per USD, Bos BI Ungkap Apa yang Terjadi
Rupiah Bakal Menguat...
Rupiah Bakal Menguat di Juli dan Agustus 2026, Gubernur BI Yakin Stabil usai Bertemu Prabowo
Gubernur BI: Rupiah...
Gubernur BI: Rupiah Terus Menguat Kalahkan Malaysia, Filipina dan Thailand
Berita Terkini
Musk Peringatkan Bahaya...
Musk Peringatkan Bahaya Utang AS, Pajak Miliarder Tak Akan Cukup Hapus Defisit
17 menit yang lalu
Bidik Calon Kreditur,...
Bidik Calon Kreditur, CLIK Propensity Score Bantu Bank Ambil Keputusan Akurat
45 menit yang lalu
Babinsa Awasi Pajak...
Babinsa Awasi Pajak Bisa Picu Persepsi Negatif, DPR: Jangan Sampai Dianggap Mata-mata
2 jam yang lalu
Redam Perang Dagang...
Redam Perang Dagang dengan AS, China Usul Pangkas Tarif Rp535 triliun
5 jam yang lalu
Tarif 3 Jalan Tol Berpotensi...
Tarif 3 Jalan Tol Berpotensi Naik Tahun Ini, Semuanya di Pulau Jawa
8 jam yang lalu
PLN EPI Bidik Pasar...
PLN EPI Bidik Pasar Hidrogen Hijau untuk Industri dan Penerbangan
8 jam yang lalu
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved