HT: Kebijakan Penghambat Investasi Harus Direvisi
Senin, 24 Agustus 2015 - 18:55 WIB
HT: Kebijakan Penghambat Investasi Harus Direvisi
A
A
A
JAKARTA - Chief Executive Officer (CEO) MNC Group Hary Tanoesoedibjo (HT) mengemukakan, dalam mengatasi masalah ekonomi di Tanah Air, pemerintah harus merevisi seluruh kebijakan yang menghambat investasi.
HT mengatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia akan terkerek jika investasi masuk ke Indonesia. Untuk itu, seluruh kebijakan yang sekiranya akan menghambat investasi masuk harus dipangkas.
"Kalau saya lihat, investasi harus masuk. Semua kebijakan yang menghambat investasi harus dipangkas, belanja pemerintah harus cepat dilaksanakan," katanya usai menghadiri pertemuan dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Bogor, Jawa Barat, Senin (24/8/2015).
Selain itu, sambung Ketua Umum Partai Perindo ini, lembaga keuangan harus diarahkan untuk memberikan kredit ke sektor produktif. Perbankan harus diatur agar kredit yang dikucurkan tidak melulu ke sektor konsumtif.
"Artinya, masih banyak lagi yang bisa diterapkan kebijakan yang sifatnya mikro yang menghambat pelaksanaan daripada investasi itu sendiri," tandas HT.
Baca: HT: Pertemuan Jokowi dan Pengusaha Belum Konkret
HT mengatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia akan terkerek jika investasi masuk ke Indonesia. Untuk itu, seluruh kebijakan yang sekiranya akan menghambat investasi masuk harus dipangkas.
"Kalau saya lihat, investasi harus masuk. Semua kebijakan yang menghambat investasi harus dipangkas, belanja pemerintah harus cepat dilaksanakan," katanya usai menghadiri pertemuan dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Bogor, Jawa Barat, Senin (24/8/2015).
Selain itu, sambung Ketua Umum Partai Perindo ini, lembaga keuangan harus diarahkan untuk memberikan kredit ke sektor produktif. Perbankan harus diatur agar kredit yang dikucurkan tidak melulu ke sektor konsumtif.
"Artinya, masih banyak lagi yang bisa diterapkan kebijakan yang sifatnya mikro yang menghambat pelaksanaan daripada investasi itu sendiri," tandas HT.
Baca: HT: Pertemuan Jokowi dan Pengusaha Belum Konkret
(izz)
Lihat Juga :