IHSG Diperkirakan pada Kisaran 4.070-4.200
Selasa, 25 Agustus 2015 - 08:28 WIB
IHSG Diperkirakan pada Kisaran 4.070-4.200
A
A
A
JAKARTA - Analis Reliance Securities Lanjar Nafi memperkirakan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini masih akan bergerak melemah terbatas.
"IHSG akan berada pada kisaran 4.070-4.200," ujarnya di Jakarta, Selasa (25/8/2015).
Lanjar menyampaikan, sentimen yang akan menjadi fokus investor, di antaranya indeks leading ekonomi di China dan data pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) di Jerman.
"Selain itu, beberapa data ekonomi di Amerika Serikat (AS), di antaranya indeks penjualan rumah, kinerja sektor jasa dan tingkat kepercayaan konsumer di AS sebagai tolak ukur kenaikan suku bunga di AS," kata dia.
Sementara IHSG kemarin ditutup mengkhawatirkan, dengan pelemahan 172,22 poin atau sebesar 3,97% di level 4.163,73. Seluruh sektor mengalami pelemahan dengan dipimpin oleh sektor industri dasar dan pertanian.
Aksi jual investor asing terus menerus hingga tercatat net sell sebesar Rp734,21 miliar. Depresiasi rupiah kian tak terbendung hingga menembus angka Rp14.000/USD membuat investor asing dan pelaku bisnis lebih memilih mengamankan assetnya dalam bentuk USD, sehingga permintaan untuk USD kian bertambah.
"Hal ini tentu menjadi tantangan untuk pemerintah menahan pelemahan mata uang lokal," pungkasnya.
"IHSG akan berada pada kisaran 4.070-4.200," ujarnya di Jakarta, Selasa (25/8/2015).
Lanjar menyampaikan, sentimen yang akan menjadi fokus investor, di antaranya indeks leading ekonomi di China dan data pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) di Jerman.
"Selain itu, beberapa data ekonomi di Amerika Serikat (AS), di antaranya indeks penjualan rumah, kinerja sektor jasa dan tingkat kepercayaan konsumer di AS sebagai tolak ukur kenaikan suku bunga di AS," kata dia.
Sementara IHSG kemarin ditutup mengkhawatirkan, dengan pelemahan 172,22 poin atau sebesar 3,97% di level 4.163,73. Seluruh sektor mengalami pelemahan dengan dipimpin oleh sektor industri dasar dan pertanian.
Aksi jual investor asing terus menerus hingga tercatat net sell sebesar Rp734,21 miliar. Depresiasi rupiah kian tak terbendung hingga menembus angka Rp14.000/USD membuat investor asing dan pelaku bisnis lebih memilih mengamankan assetnya dalam bentuk USD, sehingga permintaan untuk USD kian bertambah.
"Hal ini tentu menjadi tantangan untuk pemerintah menahan pelemahan mata uang lokal," pungkasnya.
(rna)
Lihat Juga :