Beda Cara Kampanye Hybrid

Selasa, 25 Agustus 2015 - 09:13 WIB
Beda Cara Kampanye Hybrid
Beda Cara Kampanye Hybrid
A A A
Agen Pemegang Merek (APM) yang berpartisipasi di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2015 melakukan cara yang berbeda satu sama lain dalam menerapkan teknologi hybrid. Seperti apa perbedaan tersebut?

Aslinya, Audi TT dan Audi Q7 bukanlah mobil hybrid . Mobil yang dibuat dari Ingolstadt, Jerman, ini adalah mobil berbahan bakar konvensional yang menggunakan bensin sebagai tenaga penggeraknya. Hanya, Audi melihat ada beberapa prinsip teknologi hybrid yang bisa diaplikasikan di mobil tersebut.

”Di kedua mobil ini ada teknologi yang dinamakan free wheeling. Prinsip kerjanya sama dengan prinsip kerja nano hybrid,” ujar Krisna Aditya Aristian, Training Product PT Garuda Mataram Motor (GMM), agen pemegang merek Audi di Indonesia. Menurut Krisna, free wheeling akan bekerja menyimpan energi listrik ke aki, ketika ban berputar tanpa pedal gas diinjak. Energi listrik yang tersimpan itu nantinya akan dialirkan ke beberapa perangkat mobil yang membutuhkan energi listrik.

Jadi, kurang lebih sama dengan teknologi hybrid, hanya prinsipnya lebih sederhana. Lain lagi cara PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) dalam mengampanyekan teknologi mirip hybrid . Di GIIAS 2015 mereka mengedukasi masyarakat dengan teknologi mild hybrid yang mereka namakan SHVS (Smart Hybrid Vehicle by Suzuki ). Sistem terdiri dari sebuah ISG (integrated starter generator), yang menghasilkan tenaga menggunakan motor.

”Karena hybrid di Indonesia harganya mahal. Jadi, kami memperkenalkan teknologi ini,” ujar Davy Tuilan, W Deputy Managing Director PT Suzuki Indomobil Sales (SIS). Audi dan Suzuki memang memiliki interpretasi sendiri dalam mengedukasi masyarakat mengenai teknologi hybrid . Ini berbeda dengan beberapa pabrikan lain yang tetap memilih membawa mobil hybrid menjadi konsep maupun produksi massal dalam bentuk utuh.

Sebut saja Mitsubishi, Lexus dan Nissan yang membawa mobil konsep hybrid mereka dalam bentuk utuh. Mitsubishi membawa Mitsubishi Outlander Plug-in Hbyrid Electric Vehicle (PHEV), Lexus dengan LF-LC, dan Nissan dengan All New Nissan X-Trail Hybrid. Dibanding Nissan dan Mitsubishi, Lexus tetap membawa mobil hybrid mereka dalam bentuk produksi massal. Mobil tersebut seperti Lexus ES 300h dan Lexus RX Hybrid .

Ini sama dengan yang dilakukan dengan parent company mereka, Toyota yang juga membawa mobil konsep dan mobil produksi massal yang sudah mengadopsi teknologi hybrid. Apa pun caranya, teknologi hybrid memang sudah semakin dekat buat konsumen Indonesia. Tinggal menyesuaikan harganya karena bukan rahasia lagi banderol mobil-mobil hybrid selangit sehingga sulit untuk dimiliki.

Wahyu sibarani
(ars)
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
20 Negara Penyumbang...
20 Negara Penyumbang Terbesar Defisit Perdagangan AS Tahun 2024, Indonesia Urutan Berapa?
5 jam yang lalu
Kena Tarif Impor 32%,...
Kena Tarif Impor 32%, Indonesia Terus Berkomunikasi Intensif dan Melobi Amerika Serikat
7 jam yang lalu
5 Ruas Tol Trans Sumatera...
5 Ruas Tol Trans Sumatera Digratiskan Selama Arus Balik 2025, Cek Daftarnya
7 jam yang lalu
Tarif Trump 32 Persen...
Tarif Trump 32 Persen Ancam Ekspor Indonesia, Ini Langkah Mitigasi Pemerintah
8 jam yang lalu
Kena Tarif Impor Trump...
Kena Tarif Impor Trump 32 Persen, Indonesia Butuh Gebrakan
8 jam yang lalu
Trump Tampar RI dengan...
Trump Tampar RI dengan Tarif Impor 32%, Sektor Industri Ini Bakal Telan Pil Pahit
9 jam yang lalu
Infografis
Bukan Senjata Nuklir,...
Bukan Senjata Nuklir, Ini 4 Cara Terbaik Melawan Dominasi Barat
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved