USD Jatuh, Rupiah Dibuka Tetap Loyo
Selasa, 25 Agustus 2015 - 10:23 WIB
USD Jatuh, Rupiah Dibuka Tetap Loyo
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini dibuka terus loyo meski USD jatuh tertekan gejolak pasar.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp14.067/USD, melemah 69 poin dari posisi sebelumnya di level Rp13.998/USD.
Nilai tukar rupiah berdasarkan data Bloomberg pada pada level Rp14.056/USD, namun pada pukul 10.00 WIB ke Rp14.040/USD. Posisi tersebut membaik dibanding penutupan perdagangan sebelumnya di level Rp14.050/USD.
Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah berada di level Rp14.046/USD. Posisi ini mendatar dengan posisi penutupan sebelumnya di level Rp14.045/USD.
Posisi rupiah berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas pada level Rp14.042/USD. Posisi ini menguat 21 poin dibanding dengan penutupan sebelumnya di level Rp14.063/USD.
Sementara yen dan euro melayang dalam kisaran tertinggi tujuh bulan terhadap USD pada Selasa pagi karena risk aversion meluas dipicu oleh krisis di bursa saham China.
USD jatuh karena gejolak baru-baru ini di pasar keuangan global dan konsekuensi yang berpotensi buruk terhadap ekonomi Amerika Serikat di tengah rencana Federal Reserve akan menaikkan suku bunga pada September.
Dikutip dari CNBC, mata uang AS telah berada di bawah tekanan gejolak pasar, di mana USD sedikit berubah terhadap yen di 118,475, setelah menyentuh koreksi terdalam tujuh bulan di 116,15 semalam dan pascameluncur dari intraday tertinggi di 122,12.
Euro turun 0,2% ke 1,1529/USD setelah mencapai puncak tujuh bulan di 1,1715, dari posisi semalam di 1,1370/USD.
(Baca: Belum Ada Amunisi Penguatan Rupiah)
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp14.067/USD, melemah 69 poin dari posisi sebelumnya di level Rp13.998/USD.
Nilai tukar rupiah berdasarkan data Bloomberg pada pada level Rp14.056/USD, namun pada pukul 10.00 WIB ke Rp14.040/USD. Posisi tersebut membaik dibanding penutupan perdagangan sebelumnya di level Rp14.050/USD.
Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah berada di level Rp14.046/USD. Posisi ini mendatar dengan posisi penutupan sebelumnya di level Rp14.045/USD.
Posisi rupiah berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas pada level Rp14.042/USD. Posisi ini menguat 21 poin dibanding dengan penutupan sebelumnya di level Rp14.063/USD.
Sementara yen dan euro melayang dalam kisaran tertinggi tujuh bulan terhadap USD pada Selasa pagi karena risk aversion meluas dipicu oleh krisis di bursa saham China.
USD jatuh karena gejolak baru-baru ini di pasar keuangan global dan konsekuensi yang berpotensi buruk terhadap ekonomi Amerika Serikat di tengah rencana Federal Reserve akan menaikkan suku bunga pada September.
Dikutip dari CNBC, mata uang AS telah berada di bawah tekanan gejolak pasar, di mana USD sedikit berubah terhadap yen di 118,475, setelah menyentuh koreksi terdalam tujuh bulan di 116,15 semalam dan pascameluncur dari intraday tertinggi di 122,12.
Euro turun 0,2% ke 1,1529/USD setelah mencapai puncak tujuh bulan di 1,1715, dari posisi semalam di 1,1370/USD.
(Baca: Belum Ada Amunisi Penguatan Rupiah)
(rna)