Ekonomi Loyo, Perajin Manik-manik Banyak Gulung Tikar

Selasa, 25 Agustus 2015 - 11:24 WIB
Ekonomi Loyo, Perajin...
Ekonomi Loyo, Perajin Manik-manik Banyak Gulung Tikar
A A A
JOMBANG - Semakin lesunya ekonomi dalam negeri membuat banyak perajin manik-manik di Kabupaten Jombang, Jawa Timur (Jatim) gulung tikar. Sebagian perajin masih ada yang bertahan karena memiliki jaringan untuk memasarkan produknya ke luar negeri.

Para perajin mani-manik di Desa Plumbon Gambang, Kecamatan Diwek, Jombang selama ini dikenal sebagai sentra kerajinan manik-manik. Hampir seluruh warga di desa ini dulunya berprofesi sebagai perajin manik-manik.

Namun, siapa sangka jumlah perajin manik-manik kini sudah mulai menurun drastis. Mereka tidak mampu menghadapi krisis dan lesunya perekonomian dalam negeri sehingga banyak yang mengalami gulung tikar.

Wakil Ketua Asosiasi Perajin Manik-manik Suloso, Selasa (25/8/2015) mengatakan, jumlah perajin manik-manik yang tergabung dalam asosiasinya dulu mencapai 110 rumah produksi. Namun, kini jumlah perajin yang masih bisa berjalan hanya sekitar 40-50 orang.

Menurutnya, banyaknya perajin yang gulung tikar tersebut dipicu sering terjadinya krisis dalam negeri yang tidak mampu diatasi pemerintah sehingga membuat daya beli masyarakat menurun.

Dia mengatakan, dalam kondisi seperti ini masyarakat enggan membelanjakan uangnya pada produk-produk kerajinan sehingga banyak perajin yang akhirnya bangkrut.

Sebagian perajin saat ini memasng masih ada yang bertahan karena mereka memiliki jaringan untuk menjual manik-maniknya ke luar negeri. Misalnya Suloso sendiri karena selama ini hanya menjual produknya ke luar negeri seperti ke Eropa dan Afrika.

Manik-manik yang diproduksi Suloso bukan manik-manik biasa, melainkan manik-manik etnik yang biasa dipakai oleh suku-suku pedalaman untuk kegiatan ritual. Sementara untuk penjualan di dalam negeri, sudah seperti mati suri dan tidak bisa diandalkan sama sekali.

Pihaknya berharap, pemerintah segera memperbaiki situasi perekonomian dalam negeri agar kerajinan manik-manik dapat bertahan dan tidak punah.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Perajin Pisau Potong...
Perajin Pisau Potong di Yogyakarta Banjir Pesanan Jelang Idul Adha
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
Pengrajin Kopiah Kembali...
Pengrajin Kopiah Kembali Bangkit
Perjalanan Batik Lasem...
Perjalanan Batik Lasem ke Era Modern lewat Ekonomi Kreatif
Perajin Tahu Tempe Minta...
Perajin Tahu Tempe Minta Subsidi Kedelai Diperpanjang hingga Desember, Ini Alasannya
Indonesia Butuh Rp47.587,3...
Indonesia Butuh Rp47.587,3 Triliun untuk Pertumbuhan Ekonomi 8%
Berita Terkini
Petani Sawit: Margin...
Petani Sawit: Margin dan Kewenangan BUMN Tentukan Harga Jadi Beban Berat Ekosistem Sawit
27 menit yang lalu
Dasco Panggil Menkeu...
Dasco Panggil Menkeu dan Gubernur BI: Evaluasi Perkembangan Ekonomi
2 jam yang lalu
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
5 jam yang lalu
IHSG Sepekan Ambruk...
IHSG Sepekan Ambruk 8,69%, Market Cap Menyusut Jadi Rp9.807 Triliun
5 jam yang lalu
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
15 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
16 jam yang lalu
Infografis
Kaleidoskop 2025: 7...
Kaleidoskop 2025: 7 Peristiwa Ekonomi Paling Heboh di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved