Jawaban Pemerintah atas Pandangan DPR soal RAPBN 2016

Selasa, 25 Agustus 2015 - 11:46 WIB
Jawaban Pemerintah atas...
Jawaban Pemerintah atas Pandangan DPR soal RAPBN 2016
A A A
JAKARTA - Pemerintah melalui Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro mengatakan, saat ini dan ke depan pemerintah sangat menyadari ‎Indonesia masih menghadapi tantangan dalam peningkatan kualitas perencanaan dan pembangunan.

Apalagi, lanjut dia, ruang fiskal belum optimal karena masih dominannya kebutuhan-kebutuhan mandatori dan wajib dipenuhi untuk penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan.

Untuk itu, dalam RAPBN 2016, langkah perbaikan yang telah dilakukan di tahun ini akan terus dilanjutkan dan ditingkatkan melalui beberapa kebijakan.

"Pertama, peningkatan anggaran transfer ke daerah secara signifikan, sehingga untuk pertama kalinya APBN, total anggaran transfer daerah dan dana desa sebesar Rp782,2 triliun lebih besar dari anggaran K/L sebesar Rp780,4 triliun," kata Bambang saat sidang paripurna atas tanggapan pemerintah terhadap pemandangan umum fraksi-fraksi terkait RUU tentang RAPBN 2016 beserta nota keuangannya di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (25/8/2015).

Kedua, melanjutkan pengalihan belanja yang kurang produktif dan tidak tepat sasaran (subsidi listrik) ke belanja yang lebih produktif melalui peningkatan belanja infrastruktur, pertanian, perikanan dan pariwisata.

Ketiga, pemenuhan anggaran kesehatan 5% dari APBN, yang untuk pertama kali diwujudkan di tahun 2016 sebagai komitmen pemerintah sesuai amanah UU.

"Pemenuhan anggaran tersebut untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, terutama penyediaan berbagai fasilitas kesehatan dan peningkatan cakupan pemberi jaminan kesehatan nasional menjadi 92,4 juta rakyat penerima bantuan iuran," katanya.

Keempat, lanjut Bambang, memperkuat dan memperluas program perlindungan sosial ke masyarakat kurang mampu, dengan menambah penerima bantuan tunai bersyarat dari sekitar 3,5 juta keluarga sangat miskin menjadi 6 juta keluarga, memperkuat Kartu Indonesia Pintar, Kartu Indonesia Sehat serta meningkatkan program Sejuta Rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

"Kelima, memperluas program kredit usaha rakyat untuk mendukung kegiatan usaha menengah, kecil dan mikro melalui peningkatan anggran subsidi bunga, pemberian subsidi bunga yang lebih besar (8,5% per tahun) serta penambahan coverage kredit hingga Rp123 triliun," pungkasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rapat Paripurna DPR...
Rapat Paripurna DPR Bahas Laporan Keuangan Pemerintah dan RAPBN 2026
Pidato Presiden Tentang...
Pidato Presiden Tentang APBN Tahun anggaran 2025 di Sidang Paripurna DPR
Banggar DPR Setujui...
Banggar DPR Setujui Postur Terbaru RAPBN 2026, Belanja Negara Naik Rp56,2 Triliun
Alokasi Dana Pendidikan...
Alokasi Dana Pendidikan dalam RAPBN 2021 Harus Sentuh Pesantren Demi Pemerataan
Koleksi UT Terbaru Sematkan...
Koleksi UT Terbaru Sematkan Karya dari Mendiang Seniman Amerika
RAPBN 2023, Ini 5 Fokus...
RAPBN 2023, Ini 5 Fokus Pemerintahan Jokowi
Berita Terkini
Rupiah Sentuh Rp17.963,...
Rupiah Sentuh Rp17.963, Hari Ini Berakhir Sedikit Menguat Lawan Dolar AS
22 menit yang lalu
Purbaya Minta DJPb Monitor...
Purbaya Minta DJPb Monitor 3 Program Prioritas Termasuk MBG
52 menit yang lalu
IHSG Ditutup Meroket...
IHSG Ditutup Meroket 2,28% Sentuh Level 5.875, Ada 520 Saham Menghijau
1 jam yang lalu
Kantongi Restu OJK,...
Kantongi Restu OJK, Dua Pemegang Saham Utama CASH Siap Kawal Rights Issue Rp237,2 Miliar
1 jam yang lalu
Purbaya Tepis Kabar...
Purbaya Tepis Kabar Disebut Incar Influencer dan Toko Online: Tegaskan Pajak Demi Keadilan
2 jam yang lalu
Aplikasi Strava Kena...
Aplikasi Strava Kena Pajak 11%, DJP: Hanya Untuk yang Berlangganan
2 jam yang lalu
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved