Waspadai Kenaikan Semu IHSG, Perhatikan Saham Ini
Rabu, 26 Agustus 2015 - 08:15 WIB
Waspadai Kenaikan Semu IHSG, Perhatikan Saham Ini
A
A
A
JAKARTA - Laju kenaikan semu terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini perlu diwaspadai lantaran belum diikuti penguatan pada fundamentalnya.
Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, IHSG masih dapat menguat kembali untuk menutup sempurna utang gap 4241-4335 lalu dilanjutkan utang-utang gap atas lainnya.
"Meski demikian, kami pun juga menyampaikan untuk tetap waspadai jika kenaikan yang terjadi hanya semu karena belum diikuti penguatan dari sisi fundamentalnya. Tetap cermati sentimen yang akan muncul," ujarnya di Jakarta, Rabu (26/8/2015).
Dia memperkirakan IHSG akan berada pada rentang support 4.179-4.205 dan resisten 4.255-4.305. Laju IHSG kemarin berada di atas area target support 4.110-4.146 dan mampu melampaui area target resisten 4.188-4.245.
Reza menyampaikan, IHSG kemarin secara tidak terduga mampu mengalami penguatan di tengah pesimisme pelaku pasar akan laju IHSG yang belum menemukan momentum kenaikannya dan harapan akan adanya rebound yang tak kunjung datang.
"Bahkan penguatan ini terjadi dengan kondisi di hari-hari sebelumnya marak ulasan dan analisis yang menggambarkan seolah-olah pasar saham, obligasi dan valas terutama laju rupiah madesu (masa depan suram)," jelas Reza.
Bahkan ditambah lagi dengan ulasan yang menyamai kondisi saat ini, seperti kondisi sebelumnya dari pergerakan historisnya. Meski menguat, namun hanya sebatas faktor technical rebound, pelaku pasar mencoba-coba bottom fishing dengan alasan ambil barang murah di bawah.
Asing kembali melanjutkan aksi jualnya dan laju rupiah kembali melemah sehingga melemahkan IHSG. Transaksi asing kembali nett sell dari net sell Rp734,21 miliar menjadi net sell Rp734,21 miliar. Adapun sejumlah saham yang direkomendasikan, yaitu:
PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp970-Rp1.045. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp985.
PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp515-Rp625. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp575.
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp11.500-Rp12.200. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp11.600.
PT Unilever Tbk (UNVR) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp33.600-Rp37.500. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp37.000.
PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp1.425-Rp1.530. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp1.435.
PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp310-Rp355. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp325.
PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk (TELE) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp740-Rp865. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp810.
Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, IHSG masih dapat menguat kembali untuk menutup sempurna utang gap 4241-4335 lalu dilanjutkan utang-utang gap atas lainnya.
"Meski demikian, kami pun juga menyampaikan untuk tetap waspadai jika kenaikan yang terjadi hanya semu karena belum diikuti penguatan dari sisi fundamentalnya. Tetap cermati sentimen yang akan muncul," ujarnya di Jakarta, Rabu (26/8/2015).
Dia memperkirakan IHSG akan berada pada rentang support 4.179-4.205 dan resisten 4.255-4.305. Laju IHSG kemarin berada di atas area target support 4.110-4.146 dan mampu melampaui area target resisten 4.188-4.245.
Reza menyampaikan, IHSG kemarin secara tidak terduga mampu mengalami penguatan di tengah pesimisme pelaku pasar akan laju IHSG yang belum menemukan momentum kenaikannya dan harapan akan adanya rebound yang tak kunjung datang.
"Bahkan penguatan ini terjadi dengan kondisi di hari-hari sebelumnya marak ulasan dan analisis yang menggambarkan seolah-olah pasar saham, obligasi dan valas terutama laju rupiah madesu (masa depan suram)," jelas Reza.
Bahkan ditambah lagi dengan ulasan yang menyamai kondisi saat ini, seperti kondisi sebelumnya dari pergerakan historisnya. Meski menguat, namun hanya sebatas faktor technical rebound, pelaku pasar mencoba-coba bottom fishing dengan alasan ambil barang murah di bawah.
Asing kembali melanjutkan aksi jualnya dan laju rupiah kembali melemah sehingga melemahkan IHSG. Transaksi asing kembali nett sell dari net sell Rp734,21 miliar menjadi net sell Rp734,21 miliar. Adapun sejumlah saham yang direkomendasikan, yaitu:
PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp970-Rp1.045. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp985.
PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp515-Rp625. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp575.
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp11.500-Rp12.200. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp11.600.
PT Unilever Tbk (UNVR) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp33.600-Rp37.500. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp37.000.
PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp1.425-Rp1.530. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp1.435.
PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp310-Rp355. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp325.
PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk (TELE) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp740-Rp865. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp810.
(rna)
Lihat Juga :