Bursa China Gagal Menguat, IHSG Berhasil Rebound
Rabu, 26 Agustus 2015 - 16:27 WIB
Bursa China Gagal Menguat, IHSG Berhasil Rebound
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini ditutup berhasil balik ke zona hijau (rebound) di tengah gagalnya bursa China menguat. IHSG terkerek 9,23 poin atau 0,22% ke level 4.237,73.
IHSG pagi tadi dibuka balik arah melemah di tengah positifnya mayoritas bursa Asia. IHSG tergelincir 32,97 poin atau 0,78% ke level 4.195,53 dan pada akhir sesi I parkir di level level 4.199,70.
Sementara IHSG kemarin ditutup terkerek 64,77 poin atau 1,56% ke level 4.228,50. Penguatan itu di tengah variatifnya bursa utama Asia. Hari ini, bursa utama Asia mayoritas ditutup memerah.
Pasar saham China bergejolak lagi pada Rabu karena stimulus Bank Sentral China (PBoC) gagal meyakinkan investor bahwa negara Tirai Bambu itu dapat mengakhiri perlambatan ekonominya.
Setelah bursa saham jatuh sekitar 25% lebih dalam sepekan, PBoC kembali melakukan kebijakan moneter, dengan memangkas suku bunga dan melonggarkan Giro Wajib Minimum (GWM). Dari kebijakan itu, pasar Eropa meningkat, tapi indeks Amerika Serikat (AS berbalik negatif.
"Kami percaya bahwa kebijakan pelonggaran moneter tradisional, seperti Giro Wajib Minimum (GWM) dan menurunkan suku bunga tidak cukup untuk mengurangi risiko besar ekonomi China," tulis ANZ dalam catatannya, seperti dilansir dari Reuters, Rabu (26/8/2015).
Adapun, indeks Shanghai turun 37,68 poin atau 1,27% menjadi 2.927,29; indeks Hang Seng anjlok 324,57 poin atau 1,52% menjadi 21.080,39; indeks Straits Times turun 7,29 poin atau 0,25% menjadi 2.878,16 dan indeks Nikkei menguat 570,13 poin atau 3,20% ke 18.376,83.
Sementara nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp5,76 triliun dengan 5,72 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp520,00 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp3,02 triliun dan aksi beli Rp2,50 triliun. Tercatat 125 saham menguat, 177 saham melemah dan 7 saham stagnan.
Sektor saham hari ini berakhir variatif. Sektor dengan pelemahan terdalam adalah perkebunan yang menyusut 1,69%. Sedangkan yang menguat paling tinggi sektor industri dasar, yang melonjak 4,23%.
Adapun saham-saham yang menguat, di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp575 menjadi Rp42.000, PT Bayan Resources Tbk (BYAN) menguat Rp100 menjadi Rp8.000 dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) naik Rp155 menjadi Rp4.505.
Sementara saham-saham yang melemah, di antaranya PT Asahimas Flat Glass Tbk (AMFG) turun Rp375 menjadi Rp5.100, PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) turun Rp50 menjadi Rp2.080 dan PT Mayora Indah Tbk (MYOR) turun Rp275 menjadi Rp25.700.
Baca:
Terkoreksi, IHSG Sesi I di Ambang 4.200)
Investasi Saham Bertahap Cocok Ketika IHSG Menurun
IHSG pagi tadi dibuka balik arah melemah di tengah positifnya mayoritas bursa Asia. IHSG tergelincir 32,97 poin atau 0,78% ke level 4.195,53 dan pada akhir sesi I parkir di level level 4.199,70.
Sementara IHSG kemarin ditutup terkerek 64,77 poin atau 1,56% ke level 4.228,50. Penguatan itu di tengah variatifnya bursa utama Asia. Hari ini, bursa utama Asia mayoritas ditutup memerah.
Pasar saham China bergejolak lagi pada Rabu karena stimulus Bank Sentral China (PBoC) gagal meyakinkan investor bahwa negara Tirai Bambu itu dapat mengakhiri perlambatan ekonominya.
Setelah bursa saham jatuh sekitar 25% lebih dalam sepekan, PBoC kembali melakukan kebijakan moneter, dengan memangkas suku bunga dan melonggarkan Giro Wajib Minimum (GWM). Dari kebijakan itu, pasar Eropa meningkat, tapi indeks Amerika Serikat (AS berbalik negatif.
"Kami percaya bahwa kebijakan pelonggaran moneter tradisional, seperti Giro Wajib Minimum (GWM) dan menurunkan suku bunga tidak cukup untuk mengurangi risiko besar ekonomi China," tulis ANZ dalam catatannya, seperti dilansir dari Reuters, Rabu (26/8/2015).
Adapun, indeks Shanghai turun 37,68 poin atau 1,27% menjadi 2.927,29; indeks Hang Seng anjlok 324,57 poin atau 1,52% menjadi 21.080,39; indeks Straits Times turun 7,29 poin atau 0,25% menjadi 2.878,16 dan indeks Nikkei menguat 570,13 poin atau 3,20% ke 18.376,83.
Sementara nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp5,76 triliun dengan 5,72 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp520,00 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp3,02 triliun dan aksi beli Rp2,50 triliun. Tercatat 125 saham menguat, 177 saham melemah dan 7 saham stagnan.
Sektor saham hari ini berakhir variatif. Sektor dengan pelemahan terdalam adalah perkebunan yang menyusut 1,69%. Sedangkan yang menguat paling tinggi sektor industri dasar, yang melonjak 4,23%.
Adapun saham-saham yang menguat, di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp575 menjadi Rp42.000, PT Bayan Resources Tbk (BYAN) menguat Rp100 menjadi Rp8.000 dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) naik Rp155 menjadi Rp4.505.
Sementara saham-saham yang melemah, di antaranya PT Asahimas Flat Glass Tbk (AMFG) turun Rp375 menjadi Rp5.100, PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) turun Rp50 menjadi Rp2.080 dan PT Mayora Indah Tbk (MYOR) turun Rp275 menjadi Rp25.700.
Baca:
Terkoreksi, IHSG Sesi I di Ambang 4.200)
Investasi Saham Bertahap Cocok Ketika IHSG Menurun
(rna)
Lihat Juga :