Rupiah Ambruk, Sektor Industri Makin Tertekan

Rabu, 26 Agustus 2015 - 23:14 WIB
Rupiah Ambruk, Sektor...
Rupiah Ambruk, Sektor Industri Makin Tertekan
A A A
SEMARANG - Nilai tukar rupiah yang terus mengalami pelemahan dalam beberapa bulan terakhir mulai berdampak terhadap sektor industri di Jawa Tengah. Pelaku industri kini semakin tertekan.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jateng, Frans Kongi menyatakan, nilai tukar rupiah yang menyentuh Rp14.000/USD sudah masuk dalam tahap berbahaya. Perusahaan manufakturlah yang paling
terpukul dengan kondisi ini.

Dia menyebutkan, akibat terus melemahnya nilai tukar rupiah terhadap USD, sudah ada beberapa perusahaan yang berhenti beroperasi. Bahkan, setidaknya kurang lebih 2.000 karyawan di Jateng yang sudah di PHK dan dirumahkan.

"Kalau yang kecil-kecil banyak, tapi untuk yang besar sudah ada sekitar 3-4 perusahaan sudah berhenti operasi. Ada perusahaan garmen, plastik, dan baja," ujarnya, Rbu (26/8/2015).

Dia menyebutkan, kondisi saat ini tidak hanya memukul perusahaan-perusahaan yang hanya berorientasi pasar lokal, tetapi juga perusahaan yang orientasi pasar ekspor.

Kondisi ekonomi yang masih lemah mengakibatkan daya beli baik lokal maupun ekspor juga ikut lemah. Akibatnya, stok barang di gudang menumpuk. Sebab itu, sejumlah perusahaan memilih untuk berhenti operasi dan merumahkan karyawan mereka.

"Sekarang ini banyak perusahaan yang beroperasi di bawah kapasitas, karena stok produksi menumpuk di
gudang. Perusahaan yang semula mempekerjakan tiga shift sekarang cuma satu shift, dan lainnya," ujarnya.

Di sisi lain, Frans menilai dengan nilai tukar rupiah tembus di angka Rp14.000/USD yang banyak pengusaha asing menahan investasi mereka, akibatnya lapangan pekerjaan baru tidak ada.

Secara terpisah, Ketua Bidang Industri Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Jateng Dedi Mulyadi menuturkan terus melemahnya nilai tukar rupiah, sudah dibahas oleh kalangan pengusaha bersama pemerintah.

Menurutnya, harus ada gebrakan nyata dari pemerintah supaya rupiah tidak terdepresi terus menerus. Salah satunya adalah pemerintah harus segera meningkatkan pembangunan di bidang infrastruktur.

“Memang kondisi ini sangat menyulitkan pengusaha. Karena selain harga bahan baku impor yang mahal, dan untuk pasar baik lokal maupun ekspor juga ikut lesu,” katanya.

Baca juga:

Rupiah Berakhir Makin Nelangsa karena Aksi Jual

Dampak Nyata Pelemahan Rupiah Harga-harga Naik

Rupiah Ambruk, 60.000 Pekerja Tekstil Terkena PHK
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Volatilitas Kurs Rupiah...
Volatilitas Kurs Rupiah Bakal Terus Terjadi, Sektor Industri Masih Aman?
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
Tinjau SMK Negeri 2...
Tinjau SMK Negeri 2 Palembang, Ini Kesan Presiden Jokowi
Upaya Mencegah PHK Massal...
Upaya Mencegah PHK Massal di Sektor Industri
Produktivitas Sektor...
Produktivitas Sektor Industri
Industri Manufaktur...
Industri Manufaktur RI Jeblok, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp15.525
Berita Terkini
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Berbalik Merayap Naik Rp3 Ribu per Gram, Intip Rincian Lengkapnya
38 menit yang lalu
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
1 jam yang lalu
60 Negara Jadi Sasaran...
60 Negara Jadi Sasaran Tarif Baru Trump, Termasuk Sekutu Dekat AS!
2 jam yang lalu
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
11 jam yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
11 jam yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
11 jam yang lalu
Infografis
Kebakaran Makin Dahsyat...
Kebakaran Makin Dahsyat di Israel, 7 Pemukiman Dievakuasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved