Rupiah Diproyeksi Belum Ada Tanda Menguat
Kamis, 27 Agustus 2015 - 08:41 WIB
Rupiah Diproyeksi Belum Ada Tanda Menguat
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada hari ini diperkirakan masih belum memiliki tanda-tanda untuk menguat.
"Kami melihat meski laju rupiah telah berada di level oversold, namun tampaknya belum ada tanda-tanda untuk menguat seiring minimnya sentimen positif," ujar Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Kamis (27/8/2015).
Menurut dia, hanya harapan akan adanya pembalikan menguat yang dapat memberikan dorongan pada rupiah dari pelemahannya saat ini. Karena itu, dia menyarankan, tetap mewaspadai jika laju rupiah kembali melanjutkan pelemahan.
Reza memprediksi rupiah berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia akan berada pada rentang Rp14.090-Rp14.125/USD. Sementara posisi rupiah kemarin berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp14.102/USD, melemah 35 poin dari posisi sebelumnya di level Rp14.067/USD.
Kondisi yang ada dan sentimen di pasar memang belum menunjukan adanya perbaikan, sehingga terefleksi pada pergerakan rupiah, kemarin.
"Hopeless pun masih terjadi pada laju rupiah yang belum juga menemukan momentum perbaikan," ujarnya.
Masih melemahnya sejumlah mata uang Asia yang dimotori oleh yuan turut berimbas pada rupiah yang juga diiringi adanya anggapan membaiknya data perumahan Amerika Serikat cukup mendukung kenaikan Fed rate.
"Kami melihat meski laju rupiah telah berada di level oversold, namun tampaknya belum ada tanda-tanda untuk menguat seiring minimnya sentimen positif," ujar Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Kamis (27/8/2015).
Menurut dia, hanya harapan akan adanya pembalikan menguat yang dapat memberikan dorongan pada rupiah dari pelemahannya saat ini. Karena itu, dia menyarankan, tetap mewaspadai jika laju rupiah kembali melanjutkan pelemahan.
Reza memprediksi rupiah berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia akan berada pada rentang Rp14.090-Rp14.125/USD. Sementara posisi rupiah kemarin berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp14.102/USD, melemah 35 poin dari posisi sebelumnya di level Rp14.067/USD.
Kondisi yang ada dan sentimen di pasar memang belum menunjukan adanya perbaikan, sehingga terefleksi pada pergerakan rupiah, kemarin.
"Hopeless pun masih terjadi pada laju rupiah yang belum juga menemukan momentum perbaikan," ujarnya.
Masih melemahnya sejumlah mata uang Asia yang dimotori oleh yuan turut berimbas pada rupiah yang juga diiringi adanya anggapan membaiknya data perumahan Amerika Serikat cukup mendukung kenaikan Fed rate.
(rna)