Produksi Blok Fasken Naik Lima Kali Lipat
Kamis, 27 Agustus 2015 - 08:44 WIB
Produksi Blok Fasken Naik Lima Kali Lipat
A
A
A
JAKARTA - Kinerja Blok Fasken di Texas Amerika yang menghasilkan shale gas terus menunjukkan hasil yang memuaskan.
Fasken merupakan lapangan shale gas kerja sama antara PT Saka Energi Indonesia, anak usaha PT Perusahaan Gas Negara (persero) Tbk (PGN) dan Swift Energy. Pada Juli 2014 atau pada saat Saka Energi mulai dalam kerja sama itu, produksi gas di Lapangan Fasken sebesar 30 juta kaki kubik gas per hari (MMSCFD). Saat ini produksi telah melonjak lima kali lipat menjadi 154 MMSCFD. Sampai akhir tahun, produksi shale gas di Blok Fasken diproyeksikan terus meningkat sampai 190 MMSCFD.
Direktur Operasional Saka Energi Tumbur Parlindungan menjelaskan, peningkatan produksi shale gas di blok Fasken telah sesuai proyeksi. Dengan tingkat produksi yang terus meningkat dan kebutuhan shale gas di Amerika yang semakin besar, investasi Saka di blok Fasken diharapkan akan semakin meningkatkan nilai perusahaan.
”Kami bersyukur kinerja blok Fasken telah berjalan sesuai proyeksi. Produksi shale gas yang telah meningkat lebih dari lima kali sejak blok ini mulai berproduksi membuktikan bahwa keputusan strategis ini positif bagi perusahaan,” ungkap Tumbur dalam keterangan tertulis, kemarin. Tumbur menegaskan, investasi Saka di blok Fasken merupakan investasi langsung pada lapangan gas dan bukan pembelian saham perusahaan.
Dengan investasi langsung pada lapangan gas, maka keekonomian investasi tidak terpengaruh oleh nilai perusahaan mitra. Investasi langsung pada lapangan gas Fasken juga membuat banyak tenaga ahli Saka yang terlibat langsung dalam prosesproduksi shalegas .”Halini sejalan dengan tujuan investasi Saka di blok ini yaitu menguasai teknologi know-how, manufacturing process dalam eksploitasi serta menyediakan sumber energi bagi kebutuhan Indonesia ke depan,” kata Tumbur.
Lapangan Fasken memiliki kandungan shale gas hingga sekitar 1 trillion cubic feet gas (TCF). Infrastruktur pipa gas yang mendukung lapangan ini memiliki kapasitas hingga 250 MMSCFD dan dapat melalui kilang LNG yang ada di Texas. ”Gas dalam bentuk LNG inilah yang bisa diekspor dari AS ke pasar luar negeri, termasuk ke Indonesia. Kami berharap inisiatif Saka untuk berinvestasi di blok Fasken ini dapat berkontribusi dalam pemenuhan energi nasional,” jelas Tumbur.
Dalam pengembangan blok Fasken, Saka Energi membentuk joint venture bersama Swift Energy sejak bulan Juli 2014. Komposisi kepemilikan sahamnya adalah, Saka Energi sebesar 36% dan Swift Energy 64%. Perusahaan patungan ini akan beroperasi sampai akhir produksi shalegas dari blok tersebut.
M faizal
Fasken merupakan lapangan shale gas kerja sama antara PT Saka Energi Indonesia, anak usaha PT Perusahaan Gas Negara (persero) Tbk (PGN) dan Swift Energy. Pada Juli 2014 atau pada saat Saka Energi mulai dalam kerja sama itu, produksi gas di Lapangan Fasken sebesar 30 juta kaki kubik gas per hari (MMSCFD). Saat ini produksi telah melonjak lima kali lipat menjadi 154 MMSCFD. Sampai akhir tahun, produksi shale gas di Blok Fasken diproyeksikan terus meningkat sampai 190 MMSCFD.
Direktur Operasional Saka Energi Tumbur Parlindungan menjelaskan, peningkatan produksi shale gas di blok Fasken telah sesuai proyeksi. Dengan tingkat produksi yang terus meningkat dan kebutuhan shale gas di Amerika yang semakin besar, investasi Saka di blok Fasken diharapkan akan semakin meningkatkan nilai perusahaan.
”Kami bersyukur kinerja blok Fasken telah berjalan sesuai proyeksi. Produksi shale gas yang telah meningkat lebih dari lima kali sejak blok ini mulai berproduksi membuktikan bahwa keputusan strategis ini positif bagi perusahaan,” ungkap Tumbur dalam keterangan tertulis, kemarin. Tumbur menegaskan, investasi Saka di blok Fasken merupakan investasi langsung pada lapangan gas dan bukan pembelian saham perusahaan.
Dengan investasi langsung pada lapangan gas, maka keekonomian investasi tidak terpengaruh oleh nilai perusahaan mitra. Investasi langsung pada lapangan gas Fasken juga membuat banyak tenaga ahli Saka yang terlibat langsung dalam prosesproduksi shalegas .”Halini sejalan dengan tujuan investasi Saka di blok ini yaitu menguasai teknologi know-how, manufacturing process dalam eksploitasi serta menyediakan sumber energi bagi kebutuhan Indonesia ke depan,” kata Tumbur.
Lapangan Fasken memiliki kandungan shale gas hingga sekitar 1 trillion cubic feet gas (TCF). Infrastruktur pipa gas yang mendukung lapangan ini memiliki kapasitas hingga 250 MMSCFD dan dapat melalui kilang LNG yang ada di Texas. ”Gas dalam bentuk LNG inilah yang bisa diekspor dari AS ke pasar luar negeri, termasuk ke Indonesia. Kami berharap inisiatif Saka untuk berinvestasi di blok Fasken ini dapat berkontribusi dalam pemenuhan energi nasional,” jelas Tumbur.
Dalam pengembangan blok Fasken, Saka Energi membentuk joint venture bersama Swift Energy sejak bulan Juli 2014. Komposisi kepemilikan sahamnya adalah, Saka Energi sebesar 36% dan Swift Energy 64%. Perusahaan patungan ini akan beroperasi sampai akhir produksi shalegas dari blok tersebut.
M faizal
(ars)