Rupiah Dibuka Menguat ke Bawah Rp14.100/USD
Kamis, 27 Agustus 2015 - 10:20 WIB
Rupiah Dibuka Menguat ke Bawah Rp14.100/USD
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini dibuka menguat ke bawah Rp14.100/USD.
Nilai tukar rupiah berdasarkan data Bloomberg pada pada level Rp14.097/USD. Posisi tersebut membaik 36 poin dibanding penutupan perdagangan sebelumnya di level Rp14.133/USD.
Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah juga berada di level Rp14.097/USD. Posisi ini menguat 28 poin dibanding posisi penutupan sebelumnya di level Rp14.125/USD.
Sementara posisi rupiah berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas pada level Rp14.163/USD. Posisi ini melemah 7 poin dibanding dengan penutupan sebelumnya di level Rp14.156/USD.
Di tengah kenaikan rupiah, yen mengalami koreksi yang lebih luas pada Kamis pagi karena permintaan untuk mata uang safe haven turun setelah Wall Street mengalami penguatan harian terbesar dalam empat tahun terakhir.
Komentar pejabat Federal Reserve mengecilkan prospek dari kenaikan suku bunga pada September membantu meningkatkan sentimen pasar. Di pasar mata uang, investor bereaksi terhadap hal itu.
Dikutip dari Reuters, USD yang biasanya akan jatuh terkait dengan prospek suku bunga, akhirnya mengalahkan mata uang utama lainnya. Euro merosot menjadi 1,1290/USD, menjauh dari rekor tertinggi tujuh bulan di 1,1715/USD pada awal pekan, yang berakhir di 1,1332.
Terhadap mata uang Jepang, USD berada di 120,07, pulih dari level terendah tujuh bulan di awal pekan pada 116,15. Sedangkan poundsterling menderita kejatuhan harian terbesar dalam lima bulan, yang turun 1,4% ke posisi terendah dalam hampir tiga pekan. Poundsterling terakhir di 1,5480/USD.
Sementara dolar Australia berada di 0,7120/USD, setelah pada hari sebelumnya berada di 0,7070/USD. Namun, posisi tersebut masih berada dekat dengan koreksi terdalam selama enam tahun di 0,7044/USD pada Senin.
(Baca: Rupiah Diproyeksi Belum Ada Tanda Menguat)
Nilai tukar rupiah berdasarkan data Bloomberg pada pada level Rp14.097/USD. Posisi tersebut membaik 36 poin dibanding penutupan perdagangan sebelumnya di level Rp14.133/USD.
Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah juga berada di level Rp14.097/USD. Posisi ini menguat 28 poin dibanding posisi penutupan sebelumnya di level Rp14.125/USD.
Sementara posisi rupiah berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas pada level Rp14.163/USD. Posisi ini melemah 7 poin dibanding dengan penutupan sebelumnya di level Rp14.156/USD.
Di tengah kenaikan rupiah, yen mengalami koreksi yang lebih luas pada Kamis pagi karena permintaan untuk mata uang safe haven turun setelah Wall Street mengalami penguatan harian terbesar dalam empat tahun terakhir.
Komentar pejabat Federal Reserve mengecilkan prospek dari kenaikan suku bunga pada September membantu meningkatkan sentimen pasar. Di pasar mata uang, investor bereaksi terhadap hal itu.
Dikutip dari Reuters, USD yang biasanya akan jatuh terkait dengan prospek suku bunga, akhirnya mengalahkan mata uang utama lainnya. Euro merosot menjadi 1,1290/USD, menjauh dari rekor tertinggi tujuh bulan di 1,1715/USD pada awal pekan, yang berakhir di 1,1332.
Terhadap mata uang Jepang, USD berada di 120,07, pulih dari level terendah tujuh bulan di awal pekan pada 116,15. Sedangkan poundsterling menderita kejatuhan harian terbesar dalam lima bulan, yang turun 1,4% ke posisi terendah dalam hampir tiga pekan. Poundsterling terakhir di 1,5480/USD.
Sementara dolar Australia berada di 0,7120/USD, setelah pada hari sebelumnya berada di 0,7070/USD. Namun, posisi tersebut masih berada dekat dengan koreksi terdalam selama enam tahun di 0,7044/USD pada Senin.
(Baca: Rupiah Diproyeksi Belum Ada Tanda Menguat)
(rna)