Kejar Target 35.000 MW, Direksi PLN Akan Ditambah

Kamis, 27 Agustus 2015 - 11:29 WIB
Kejar Target 35.000...
Kejar Target 35.000 MW, Direksi PLN Akan Ditambah
A A A
JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said mengungkapkan, pemerintah berencana menambah direksi baru di PT PLN (Persero) guna mengejar target proyek listrik 35.000 megawatt (MW).

Dia menjelaskan, direksi BUMN kelistrikan tersebut nantinya terbagi dua lini yaitu untuk fungsi korporat (corporate function) dan ‎fungsi regional (regional function). Rencana penambahan direksi baru PLN tersebut saat ini masih dikaji Menteri BUMN Rini Soemarno.

"Nanti manajemen PLN akan diperkuat, menambah direksi, membagi dua antara corpprate function sama fungsi-fungsi regional. Sedang dalam kajian oleh Menteri BUMN," katanya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (27/8/2015).

Selain menambah direksi baru PLN, ‎pemerintah juga berencana menata ulang Rencana Umum Pengembangan Tenaga Listrik (RUPTL) guna mensinkronkan antara kebutuhan listrik di daerah dengan proses pengembangan dan pembangunan.

"Itu (RUPTL) dokumen yang diterbitkan Kementerian ESDM setiap tahun, itu sedang direvisi supaya makin terjadi maching atau ada sinkronisasi antara kebutuhan listrik di daerah dengan proses pengembangan pembangunan," tutur dia.

Revisi RUPTL ini juga menyangkut arahan agar proyek kelistrikan tersebut fokus ke daerah yang membutuhkan serta mempertimbangkan kemampuan dari developer.

"‎Pak Presiden menekankan pembangunan listrik di daerah. Jadi tadi dilaporkan 50 titik terluar Indonesia 43 di antaranya sudah dialiri listrik dan siap diresmikan, sedang dicari waktunya untuk meresmikan," ungkap Sudirman.

Kendati demikian, lanjut mantan Bos Pindad ini, revisi RUPTL sama sekali bukan maksud pemerintah mengubah target pembangunan proyek listrik 35.000 MW, seperti yang diinginkan Menko bidang Kemaritiman Rizal Ramli. (Baca: Proyek Listrik yang Diributkan Rizal Ramli).

"‎Ya perlu evaluasi, tapi enggak ada urusan evaluasi target. Target tetap, kemudian cara mengelola diperkuat. RUPTL direvisi, project manajemen diperbaiki," tandasnya. (Baca: Rizal Ramli Tantang JK Debat soal Listrik 35.000 MW).
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Alasan PLN Matikan Listrik...
Alasan PLN Matikan Listrik Pelanggan saat Hujan Deras
Viral, Tiang Listrik...
Viral, Tiang Listrik Berdiri di Tanah Warga, Mau Dipindah PLN Minta Rp12,6 Juta
Kompor Induksi Buat...
Kompor Induksi Buat Hidup Jadi Lebih Praktis, Nyaman dan Hemat
Ratusan KK di Kabupten...
Ratusan KK di Kabupten Muara Enim Hidup Tanpa Listrik
PLN Siap Jalankan Keputusan...
PLN Siap Jalankan Keputusan Pemerintah Berikan Stimulus Listrik
2.415 Keluarga Kini...
2.415 Keluarga Kini Nikmati Listrik Berkat Donasi Pegawai PLN
Berita Terkini
Rupiah Hari Ini Berakhir...
Rupiah Hari Ini Berakhir Merayap ke Rp18.036 per Dolar AS, Berikut Sebabnya
1 menit yang lalu
5 Hal Yang Wajib Anda...
5 Hal Yang Wajib Anda Ketahui Sebelum Datang ke Tempat Gestun Terdekat
11 menit yang lalu
Defisit APBN Mei 2026...
Defisit APBN Mei 2026 Tembus Rp180,4 Triliun, Purbaya: Sangat Aman
48 menit yang lalu
Transaksi Digital Melonjak,...
Transaksi Digital Melonjak, Visa Tekankan Pentingnya Pengelolaan Risiko
1 jam yang lalu
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, BRI Dorong Sadar Budaya Kelola Sampah melalui Green Action BRI Peduli
1 jam yang lalu
Rupiah Ambruk Tembus...
Rupiah Ambruk Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Pengusaha Ritel Sport Jantung
1 jam yang lalu
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved