Pembangunan PLTU Batang Ditargetkan Rampung 2018

Jum'at, 28 Agustus 2015 - 22:14 WIB
Pembangunan PLTU Batang...
Pembangunan PLTU Batang Ditargetkan Rampung 2018
A A A
BATANG - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menargetkan pembangunan mega proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Batang ditargetkan selesai 2018.

Hal itu diungkapkan oleh Presiden Joko Widodo saat meresmikan construction kick off PLTU Batang dan program elektrifikasi 50 lokasi di pulau terdepan dan daerah perbatasan, di Desa Ujungnegoro, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang, Jumat (28/8/2015).

"Dulu ada kesanggupan kepada saya bahwa pembangunan ini akan diselesaikan tidak dalam 60 bulan, tapi 40 bulan. Semoga janji itu bisa diselesaikan. Sehingga ini (PLTU Batang) selesainya 2018. Dalam lima tahun ke depan, Indonesia memerlukan listrik mencapai 35 ribu megawatt (MW). Tapi yang bisa dipenuhi kemungkinan baru 5-6ribu MW," katanya.

Menurutnya, proyek pembangunan PLTU dengan kapasitas 2x1000 megawatt tersebut membutuhkan anggaran yang besar, sehingga pemerintah perlu menggandeng investor.

"Memang memerlukan modal yang besar, sebab APBN tidak cukup untuk itu. Oleh sebab itu pemerintah menggandeng investor," imbuh dia.

Selain itu, proyek PLTU tersebut sempat mangkrak hingga sekitar empat tahun karena terkendala pembebasan lahan untuk area pembangunan proyek tersebut.

"Sejak menteri saya lantik langsung saya targetnya harus bisa diselesaikan 6 bulan. Saya kejar terus tapi tidak selesai. Tapi alhamdulillah bisa selesai setelah mundur lagi 4 bulan," akunya.

Terkait sisa lahan yang belum dibebaskan, pemerintah menargetkan selesai dalam waktu satu bulan ke depan. Pihaknya mengaku akan terus melakukan pengecekan terhadap pembangunan proyek tersebut.

"Kalau ada 1,9% yang masih bermasalah, tadi pak Gubernur (Ganjar Pranowo) bisik-bisik ke saya, 'nanti saya rampungkan Pak Presiden sebulan. Beri saya waktu," ungkapnya.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini mengklaim, dimulainya pembangunan PLTU Batang itu, sebagai bentuk keberhasilan pemerintah dalam menyelesaikan permasalahan. Sehingga kedepan, pihaknya berharap tidak ada lagi proyek-proyek mangkrak akibat terkendala perijinan atau pembebasan lahan.

"Dengan begini, tidak ada lagi investor yang ragu untuk berinvestasi ke kita (Indonesia)," harap Jokowi.

Dia menambahkan, prioritas pembangunan PLTU tersebut untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat. Sebab, keluhan yang banyak didapatnya saat berkunjung ke daerah adalah mengenai ketersediaan listrik yang kurang.

"Terutama di luar Jawa, keluhannya adalah listrik. Semoga dengan tercukupinya listrik, anak-anak Indonesia bisa belajar di malam hari, nelayan bisa menghidupkan freezer, maupun ibu-ibu pemilik garmen juga bisa tetap bekerja. Selain itu, industri-industri besar hingga hotel juga bisa tetap berjalan," tandasnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Momentum ketika Jokowi...
Momentum ketika Jokowi Bertemu Joko Widodo
Gunakan Aplikasi Baru...
Gunakan Aplikasi Baru saat Ratas, Jokowi: Sudah Dengar? Tes, Tes, Tes
1 Jam Pertemuan Dubes...
1 Jam Pertemuan Dubes Belanda dengan Jokowi, Ini yang Dibicarakan
Ketika Ketum MUI Panggil...
Ketika Ketum MUI Panggil Jokowi Insinyur Haji Muhammad Joko Widodo
Banjir Ucapan Selamat...
Banjir Ucapan Selamat Ultah, Jokowi: Saya Hanya Bisa Mengucap Syukur
Puluhan Tahun Impor...
Puluhan Tahun Impor Mesin, Jokowi: Jangan Cuma Beli Jadi, Akuisisi Teknologinya!
Berita Terkini
Pertamina Akselerasi...
Pertamina Akselerasi Transisi Energi Melalui Program Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon
18 menit yang lalu
IFG Life Beri Proteksi...
IFG Life Beri Proteksi 10 Ribu Pelari di Ajang Yellow Run 2026
20 menit yang lalu
Purbaya Kembali Tepis...
Purbaya Kembali Tepis Rumor Reshuffle dan Resign: Saya Sukanya Maju, Bukan Mundur
24 menit yang lalu
Bukan Sekadar Bisnis,...
Bukan Sekadar Bisnis, Sektor Keuangan Mikro Integrasikan Kelestarian Alam ke Dalam Ekosistem UMKM
24 menit yang lalu
IHSG Makin Parah, Hari...
IHSG Makin Parah, Hari Ini Ditutup Ambles 4,20 Persen ke 5.594
1 jam yang lalu
AHY Jadi Ketua Komite...
AHY Jadi Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung Geser Luhut, Perpres Baru Diteken Prabowo
2 jam yang lalu
Infografis
5 Kontroversi Pembangunan...
5 Kontroversi Pembangunan Ibu Kota Baru Mesir di Gurun Pasir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved