Fokus ke Data AS, Rupiah Dibuka Terkoreksi
Senin, 31 Agustus 2015 - 10:15 WIB
Fokus ke Data AS, Rupiah Dibuka Terkoreksi
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah pada perdagangan hari ini dibuka terkoreksi, meski dolar Amerika Serikat (USD) juga memulai perdagangan di Asia pekan ini di bawah tekanan karena fokus beralih ke data Amerika Serikat (AS), yang dapat memicu naiknya suku bunga.
Posisi rupiah berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas pada level Rp14.137/USD. Posisi ini memburuk 133 poin dibanding sebelumnya di level Rp14.004/USD.
Nilai tukar rupiah berdasarkan data Bloomberg pada pukul 10.00 WIB berada di level Rp14.027/USD. Posisi tersebut terdepresiasi 45 poin dibanding penutupan perdagangan sebelumnya di level Rp13.982/USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp14.027/USD, melemah 16 poin dari posisi sebelumnya di level Rp14.011/USD.
Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah berada di level Rp14.023/USD. Posisi ini terkoreksi 46 poin dibanding posisi penutupan sebelumnya di level Rp13.977/USD.
Sementara USD memulai pekan ini berada di bawah tekanan atau di jalur untuk kerugian bulanan karena investor berharap data pekerjaan Amerika Serikat (AS) akhir pekan ini dapat memberikan alasan bagi Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga bulan depan.
Dikutip dari Reuters, indeks USD berada di 95,924, turun 0,2% dari posisi akhir pekan lalu. Namun berada pada kenaikan mingguan terbesar dalam sebulan, dan jauh di atas level terendah tujuh bulan di 92,621 akibat kekhawatiran tentang China.
USD terhadap yen turun sekitar 0,4% menjadi 121,28, melemah sekitar 2% sepanjang Agustus, tapi jauh di atas level terendah tujuh bulan di 116,15, yang dicetak pada pekan lalu. Euro naik 0,3% menjadi 1,1215/USD, di bawah level tertinggi pekan lalu di 1,1715/USD.
(Baca: Penguatan Rupiah Diprediksi Dapat Berlanjut)
Posisi rupiah berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas pada level Rp14.137/USD. Posisi ini memburuk 133 poin dibanding sebelumnya di level Rp14.004/USD.
Nilai tukar rupiah berdasarkan data Bloomberg pada pukul 10.00 WIB berada di level Rp14.027/USD. Posisi tersebut terdepresiasi 45 poin dibanding penutupan perdagangan sebelumnya di level Rp13.982/USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp14.027/USD, melemah 16 poin dari posisi sebelumnya di level Rp14.011/USD.
Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah berada di level Rp14.023/USD. Posisi ini terkoreksi 46 poin dibanding posisi penutupan sebelumnya di level Rp13.977/USD.
Sementara USD memulai pekan ini berada di bawah tekanan atau di jalur untuk kerugian bulanan karena investor berharap data pekerjaan Amerika Serikat (AS) akhir pekan ini dapat memberikan alasan bagi Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga bulan depan.
Dikutip dari Reuters, indeks USD berada di 95,924, turun 0,2% dari posisi akhir pekan lalu. Namun berada pada kenaikan mingguan terbesar dalam sebulan, dan jauh di atas level terendah tujuh bulan di 92,621 akibat kekhawatiran tentang China.
USD terhadap yen turun sekitar 0,4% menjadi 121,28, melemah sekitar 2% sepanjang Agustus, tapi jauh di atas level terendah tujuh bulan di 116,15, yang dicetak pada pekan lalu. Euro naik 0,3% menjadi 1,1215/USD, di bawah level tertinggi pekan lalu di 1,1715/USD.
(Baca: Penguatan Rupiah Diprediksi Dapat Berlanjut)
(rna)