Orang Super Kaya China Bakal Banjiri Pasar Real Estate AS

Senin, 31 Agustus 2015 - 12:38 WIB
Orang Super Kaya China...
Orang Super Kaya China Bakal Banjiri Pasar Real Estate AS
A A A
BEIJING - Gejolak pasar saham beberapa pekan terakhir kemungkinan akan mempercepat pembelian real estate oleh orang super kaya China di Amerika Serikat (AS) dan di negara lainnya.

"Investor (China) sedang melihat investasi luar negeri yang dapat meningkatkan pembelian mereka ke depan. Sementara beberapa dari mereka yang mungkin belum membeli telah mempertimbangkan membeli properti di AS," kata Kepala Savills Research James MacDonald, seperti dikutip dari Business Insider, Senin (31/8/2015).

Svenja Gudell, kepala ekonom di situs penelitian real estate, Zillow melihat real estate AS sebagai risiko yang relatif moderat, investasinya akan kembali tinggi, terutama jika pembeli mengantisipasi devaluasi yuan lebih lanjut dan volatilitas pasar.

Menurut US National Homebuyers Association, orang kaya China menjadi kelompok terbesar pembeli real estate asing di AS, dengan porsi 16% untuk rumah tunggal dan kondominium pada tahun lalu. Mereka di atas Kanada, yang membeli real estate dengan porsi 14%.

Biro Sensus Amerika Serikat menunjukkan, rumah-rumah ini biasanya harganya lebih mahal, rata-rata senilai USD831.800. Pembeli domestik biasanya membeli rata-rata USD345.800 untuk rumah keluarga tunggal.

Broker di AS telah melihat sentimen peningkatan investasi dari klien real estate asal China. Broker di Douglas Elliman yang mengkhususkan diri pada klien China, Emma Hao mengatakan bahwa dia sudah merasa telah terjadi peningkatan pembelian real estate oleh orang kaya China sebelum devaluasi yuan berlanjut.

"Karena mereka tidak merasa aman terhadap kondisi ekonomi dan politik, dengan devaluasi yuan, pasar saham melemah dan real estate di China mengalami gelembung besar, sehingga mereka mencari tempat lain," ujarnya.

Andrew Wu, seorang agen real estate di Daniel Gale Sotheby yang melayani pembeli real estate mewah asal China di Long Island, mengatakan bahwa pembeli China mencari tempat yang aman dan pasar real estate selalu dipandang sebagai investasi aman bagi pembeli China. Stabilnya kondisi politik dan sosial di AS menyebabkan orang kaya China memilih real estate di negara Paman Sam tersebut.

Gudell menambahkan, semakin banyak pembeli asal China yang mengincar properti residensial sebagai investasi. "Investor akan membeli di lingkungan kelas atas, seperti New York atau Los Angeles," katanya.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
REI Dukung Pemerintah...
REI Dukung Pemerintah Pulihkan Real Estate
Ketua REI Jabar 2024-2027...
Ketua REI Jabar 2024-2027 Menyadari Tantangan Sektor Real Estate Makin Berat
Penjualan Properti Menurun,...
Penjualan Properti Menurun, Tapi Rumah di Bawah Rp1,5 M Masih Laku Keras
Krisis Real Estate China...
Krisis Real Estate China Makin Parah Usai Raksasa Properti Evergrande Ajukan Bangkrut
Kelas Menengah Milenial...
Kelas Menengah Milenial Dominasi Pembelian Properti Residensial
Krisis Real Estate China...
Krisis Real Estate China Belum Berakhir, IMF Beri Peringatan
Berita Terkini
Penjelasan PLN soal...
Penjelasan PLN soal Blackout di Beberapa Wilayah Pulau Jawa
1 jam yang lalu
Emas Antam Kembali Berkilau,...
Emas Antam Kembali Berkilau, Hari Ini Naik Rp20 Ribu Sentuh Rp2.709.000 per Gram
1 jam yang lalu
IHSG Dibuka Perkasa...
IHSG Dibuka Perkasa Sentuh Level 5.960, Ada 380 Saham Berlari di Zona Hijau
2 jam yang lalu
Aliran Modal Asing Mulai...
Aliran Modal Asing Mulai Masuk, Rupiah Membaik Tinggalkan Rp18.000 per Dolar AS
2 jam yang lalu
Beban Berat Kelas Menengah...
Beban Berat Kelas Menengah di Tengah Kenaikan Pertamax jadi Rp16.250/Liter
4 jam yang lalu
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
14 jam yang lalu
Infografis
AS Mulai Bagikan Info...
AS Mulai Bagikan Info Intel Ruang Angkasa Sensitif China-Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved