Asia Mayoritas Negatif, IHSG Ditutup Berhasil Tembus 4.500
Senin, 31 Agustus 2015 - 16:26 WIB
Asia Mayoritas Negatif, IHSG Ditutup Berhasil Tembus 4.500
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari terakhir bulan ini ditutup berhasil tembus level 4.500 di tengah negatifnya mayoritas bursa Asia. IHSG terdongkrak 63,41 poin atau 1,43% ke level 4.509,61.
IHSG pagi tadi dibuka balik arah memerah sejalan dengan bursa Asia. IHSG terkoreksi tipis 0,89 poin atau 0,02% ke level 4.445,31 dan pada akhir sesi I balik arah menguat ke level 4.480,36.
Sementara IHSG pada akhir pekan lalu ditutup di jalur hijau. IHSG naik 15,57 poin atau 0,35% ke level 4.446,20. Penguatan itu seiring dengan menguatnya mayoritasnya bursa Asia. Bursa utama Asia sore ini berakhir mayoritas memerah.
Bursa saham Asia memperpanjang penurunan bulanan terbesar dalam tiga tahun terakhir karena investor menimbang komentar dari pertemuan akhir pekan para pembuat kebijakan moneter di tengah kejatuhan paling tajam pada bursa China sejak 2008.
Dikutip dari Reuters, hanya saham Hong Kong menguat pada hari ini, di mana indeks utama mencatat kinerja terburuk dalam hampir empat tahun di tengah gejolak pasar global yang dipicu oleh kekhawatiran atas perekonomian China.
Untuk bulan ini, indeks Hang Seng kehilangan 12%, penurunanan bulanan keempat berturut-turut dan kinerja terburuk sejak September 2011. Sektor bahan abku dan industri turun tajam, namun energi dan keuangan berakhir menguat.
Adapun, indeks Shanghai turun 26,36 poin atau 0,82% menjadi 3.205,99; indeks Hang Seng positif 58,19 poin atau 0,27% menjadi 21.670,58; indeks Straits Times melemah 23,34 poin atau 0,85% menjadi 2.930,30 dan indeks Nikkei negatif 245,84 poin atau 1,28% ke 18.890,48.
Sementara nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp2,61 triliun dengan 2,80 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp2,40 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp1,15 triliun dan aksi beli Rp1,48 triliun. Tercatat 143 saham menguat, 106 saham melemah dan 80 saham stagnan.
Sektor saham hari ini hampir seluruhnya positif. Sektor dengan penguatan tertinggi adalah konsumen yang menguat 3,48%, diikuti manufaktur yang naik 2,53%. Sementara yang melemah hanya sektor tambang, yang susut 0,51%.
Adapun saham-saham yang menguat, di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp2.050 menjadi Rp44.050, PT Asahimas Flat Glass Tbk (AMFG) naik Rp125 menjadi Rp5.125 dan PT Astra International Tbk (ASII) naik Rp150 menjadi Rp5.925.
Sementara saham-saham yang melemah, di antaranya PT Bali Towerindo Sentra Tbk (BALI) turun Rp20 menjadi Rp865, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) turun Rp50 menjadi Rp4.950 dan PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) turun Rp35 menjadi Rp2.475.
Baca:
Semua Sektor Naik, IHSG Sesi I Balik Arah Menguat
Asia Memerah, IHSG Dibuka Balik Arah Melemah
IHSG pagi tadi dibuka balik arah memerah sejalan dengan bursa Asia. IHSG terkoreksi tipis 0,89 poin atau 0,02% ke level 4.445,31 dan pada akhir sesi I balik arah menguat ke level 4.480,36.
Sementara IHSG pada akhir pekan lalu ditutup di jalur hijau. IHSG naik 15,57 poin atau 0,35% ke level 4.446,20. Penguatan itu seiring dengan menguatnya mayoritasnya bursa Asia. Bursa utama Asia sore ini berakhir mayoritas memerah.
Bursa saham Asia memperpanjang penurunan bulanan terbesar dalam tiga tahun terakhir karena investor menimbang komentar dari pertemuan akhir pekan para pembuat kebijakan moneter di tengah kejatuhan paling tajam pada bursa China sejak 2008.
Dikutip dari Reuters, hanya saham Hong Kong menguat pada hari ini, di mana indeks utama mencatat kinerja terburuk dalam hampir empat tahun di tengah gejolak pasar global yang dipicu oleh kekhawatiran atas perekonomian China.
Untuk bulan ini, indeks Hang Seng kehilangan 12%, penurunanan bulanan keempat berturut-turut dan kinerja terburuk sejak September 2011. Sektor bahan abku dan industri turun tajam, namun energi dan keuangan berakhir menguat.
Adapun, indeks Shanghai turun 26,36 poin atau 0,82% menjadi 3.205,99; indeks Hang Seng positif 58,19 poin atau 0,27% menjadi 21.670,58; indeks Straits Times melemah 23,34 poin atau 0,85% menjadi 2.930,30 dan indeks Nikkei negatif 245,84 poin atau 1,28% ke 18.890,48.
Sementara nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp2,61 triliun dengan 2,80 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp2,40 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp1,15 triliun dan aksi beli Rp1,48 triliun. Tercatat 143 saham menguat, 106 saham melemah dan 80 saham stagnan.
Sektor saham hari ini hampir seluruhnya positif. Sektor dengan penguatan tertinggi adalah konsumen yang menguat 3,48%, diikuti manufaktur yang naik 2,53%. Sementara yang melemah hanya sektor tambang, yang susut 0,51%.
Adapun saham-saham yang menguat, di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp2.050 menjadi Rp44.050, PT Asahimas Flat Glass Tbk (AMFG) naik Rp125 menjadi Rp5.125 dan PT Astra International Tbk (ASII) naik Rp150 menjadi Rp5.925.
Sementara saham-saham yang melemah, di antaranya PT Bali Towerindo Sentra Tbk (BALI) turun Rp20 menjadi Rp865, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) turun Rp50 menjadi Rp4.950 dan PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) turun Rp35 menjadi Rp2.475.
Baca:
Semua Sektor Naik, IHSG Sesi I Balik Arah Menguat
Asia Memerah, IHSG Dibuka Balik Arah Melemah
(rna)
Lihat Juga :