Meski Tekanan Yen ke USD Lanjut, Rupiah Dibuka Melemah
Selasa, 01 September 2015 - 10:20 WIB
Meski Tekanan Yen ke USD Lanjut, Rupiah Dibuka Melemah
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini dibuka melemah, meski tekanan yen dan euro terhadap USD berlanjut akibat pelemahan pasar saham.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp14.081/USD, melemah 54 poin dari posisi sebelumnya di level Rp14.027/USD.
Nilai tukar rupiah berdasarkan data Bloomberg dibuka pada level Rp14.062/USD dan pada pukul 10.00 WIB melemah ke Rp14.088/USD. Posisi tersebut terdepresiasi dibanding penutupan perdagangan sebelumnya di level Rp13.982/USD.
Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah berada di level Rp14.067/USD. Posisi ini mendatar dengan posisi penutupan sebelumnya di level Rp14.065/USD. Sedangkan posisi rupiah berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas bertahan di posisi penutupan kemarin di level Rp14.042/USD.
Sementara yen dan euro terhadap USD menguat pada Selasa karena investor gugup melihat data dari China dan Amerika Serikat (AS) yang akan dirilis.
Dikutip dari Reuters, euro bangkit kembali ke 1,1228/USD, naik 0,2% dari posisi rendah pekan lalu di 1,1156/USD. USD terhadap yen merosot ke 121,06, turun 0,1% dari posisi tertinggi pada Jumat lalu di 121,76.
Spekulan sering menggunakan mata uang dengan imbal hasil rendah untuk mendapatkan imbal hasil lebih tinggi di mata uang dan ekuitas, sehingga memburuknya prospek pasar ekuitas cenderung meningkatkan mata uang, seperti euro dan yen.
Akibatnya, indeks USD terhadap enam mata uang utama, yang naik 1,2% pada pekan lalu kembali ke 95,922 dari posisi tertinggi pekan lalu di 96,324.
Dolar Australia merosot 0,2% menjadi 0,7103/USD, merayap mendekati level terendah 6,5 tahun dari posisi tertinggi akhir bulan lalu di 0,7044, mencerminkan kekhawatiran terhadap perekonomian Cina. Sementara poundsterling diperdagangkan di 1,5360/USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp14.081/USD, melemah 54 poin dari posisi sebelumnya di level Rp14.027/USD.
Nilai tukar rupiah berdasarkan data Bloomberg dibuka pada level Rp14.062/USD dan pada pukul 10.00 WIB melemah ke Rp14.088/USD. Posisi tersebut terdepresiasi dibanding penutupan perdagangan sebelumnya di level Rp13.982/USD.
Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah berada di level Rp14.067/USD. Posisi ini mendatar dengan posisi penutupan sebelumnya di level Rp14.065/USD. Sedangkan posisi rupiah berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas bertahan di posisi penutupan kemarin di level Rp14.042/USD.
Sementara yen dan euro terhadap USD menguat pada Selasa karena investor gugup melihat data dari China dan Amerika Serikat (AS) yang akan dirilis.
Dikutip dari Reuters, euro bangkit kembali ke 1,1228/USD, naik 0,2% dari posisi rendah pekan lalu di 1,1156/USD. USD terhadap yen merosot ke 121,06, turun 0,1% dari posisi tertinggi pada Jumat lalu di 121,76.
Spekulan sering menggunakan mata uang dengan imbal hasil rendah untuk mendapatkan imbal hasil lebih tinggi di mata uang dan ekuitas, sehingga memburuknya prospek pasar ekuitas cenderung meningkatkan mata uang, seperti euro dan yen.
Akibatnya, indeks USD terhadap enam mata uang utama, yang naik 1,2% pada pekan lalu kembali ke 95,922 dari posisi tertinggi pekan lalu di 96,324.
Dolar Australia merosot 0,2% menjadi 0,7103/USD, merayap mendekati level terendah 6,5 tahun dari posisi tertinggi akhir bulan lalu di 0,7044, mencerminkan kekhawatiran terhadap perekonomian Cina. Sementara poundsterling diperdagangkan di 1,5360/USD.
(rna)