IHSG Sesi I Ditutup Anjlok Tertekan Rilis Inflasi
Selasa, 01 September 2015 - 12:23 WIB
IHSG Sesi I Ditutup Anjlok Tertekan Rilis Inflasi
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi I hari ini ditutup makin tertekan oleh rilis data inflasi Agustus, yang merupakan terendah dalam lima tahun terakhir. IHSG anjlok 59,50 poin atau 1,32% ke level 4.450,11.
IHSG pagi tadi dibuka balik arah melemah terimbas Wall Street dan bursa Asia. IHSG terkoreksi 31,5 poin atau 0,70% ke level 4.478,11.
IHSG kemarin ditutup berhasil tembus level 4.500 di tengah negatifnya mayoritas bursa Asia. IHSG terdongkrak 63,41 poin atau 1,43% ke level 4.509,61.
Penguatan itu seiring melemahnya mayoritas bursa Asia. Sementara siang ini, bursa utama Asia masih melemah.
Bursa saham China bergerak liar pada Selasa, dengan indeks utama jatuh karena data manufaktur yang lemah menjadi tantangan Beijing menghidupkan kembali ekonomi.
Dikutip dari Reuters, pasar saham yang telah mengalami koreksi dalam pada bulan Agustus, terpukul lagi di tengah kekhawatiran baru dari perlambatan China. Kekhawatiran mereka bertambah setelah survei menunjukkan koreksi lebih lanjut terhadap ekonomi China.
Data resmi menunjukkan, aktivitas di sektor manufaktur China mengalami kontraksi dengan laju tercepat dalam tiga tahun terakhir di bulan Agustus.
Hal itu memperkuat kekhawatiran perlambatan yang tajam pada negara dengan ekonomi terbesar kedua di dunia. Survei swasta sebelumnya juga menunjukkan aktivitas manufaktur tak kalah suramnya.
Adapun, indeks Shanghai turun 33,96 poin atau 1,06% menjadi 3.172,03; indeks Hang Seng negatif 101,44 poin atau 0,47% menjadi 21.569,14; indeks Straits Times melemah 9,36 poin atau 0,33% menjadi 2.911,67 dan indeks Nikkei melemah 424,40 poin atau 2,25% ke 18.466,08.
Sementara nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp1,91 triliun dengan 2,58 juta saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp239,62 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp750,18 miliar dan aksi beli Rp510,56 miliar. Tercatat 90 saham menguat, 162 saham melemah dan 74 saham stagnan.
Sektor saham hari ini hampir semuanya berbalik menguat. Sektor dengan penguatan tertinggi adalah konsumer yang naik 3,48%, diikuti manufaktur yang terangkat 2,53%. Sementara yang melemah hanya sektor tambang, yang turun 0,51%.
Adapun saham-saham yang menguat, di antaranya PT ABM Investa Tbk (ABMM) naik Rp25 menjadi Rp2.650, PT Mayora Indah Tbk (MYOR) naik Rp25 menjadi Rp26.425 dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) naik Rp25 menjadi Rp2.805.
Sementara saham-saham yang melemah, di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp625 menjadi Rp43.875, PT Asahimas Flat Glass Tbk (AMFG) turun Rp200 menjadi Rp5.300 dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) turun Rp160 menjadi Rp4.790.
(Baca: IHSG Dibuka Balik Melemah Kena Imbas Wall Street)
IHSG pagi tadi dibuka balik arah melemah terimbas Wall Street dan bursa Asia. IHSG terkoreksi 31,5 poin atau 0,70% ke level 4.478,11.
IHSG kemarin ditutup berhasil tembus level 4.500 di tengah negatifnya mayoritas bursa Asia. IHSG terdongkrak 63,41 poin atau 1,43% ke level 4.509,61.
Penguatan itu seiring melemahnya mayoritas bursa Asia. Sementara siang ini, bursa utama Asia masih melemah.
Bursa saham China bergerak liar pada Selasa, dengan indeks utama jatuh karena data manufaktur yang lemah menjadi tantangan Beijing menghidupkan kembali ekonomi.
Dikutip dari Reuters, pasar saham yang telah mengalami koreksi dalam pada bulan Agustus, terpukul lagi di tengah kekhawatiran baru dari perlambatan China. Kekhawatiran mereka bertambah setelah survei menunjukkan koreksi lebih lanjut terhadap ekonomi China.
Data resmi menunjukkan, aktivitas di sektor manufaktur China mengalami kontraksi dengan laju tercepat dalam tiga tahun terakhir di bulan Agustus.
Hal itu memperkuat kekhawatiran perlambatan yang tajam pada negara dengan ekonomi terbesar kedua di dunia. Survei swasta sebelumnya juga menunjukkan aktivitas manufaktur tak kalah suramnya.
Adapun, indeks Shanghai turun 33,96 poin atau 1,06% menjadi 3.172,03; indeks Hang Seng negatif 101,44 poin atau 0,47% menjadi 21.569,14; indeks Straits Times melemah 9,36 poin atau 0,33% menjadi 2.911,67 dan indeks Nikkei melemah 424,40 poin atau 2,25% ke 18.466,08.
Sementara nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp1,91 triliun dengan 2,58 juta saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp239,62 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp750,18 miliar dan aksi beli Rp510,56 miliar. Tercatat 90 saham menguat, 162 saham melemah dan 74 saham stagnan.
Sektor saham hari ini hampir semuanya berbalik menguat. Sektor dengan penguatan tertinggi adalah konsumer yang naik 3,48%, diikuti manufaktur yang terangkat 2,53%. Sementara yang melemah hanya sektor tambang, yang turun 0,51%.
Adapun saham-saham yang menguat, di antaranya PT ABM Investa Tbk (ABMM) naik Rp25 menjadi Rp2.650, PT Mayora Indah Tbk (MYOR) naik Rp25 menjadi Rp26.425 dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) naik Rp25 menjadi Rp2.805.
Sementara saham-saham yang melemah, di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp625 menjadi Rp43.875, PT Asahimas Flat Glass Tbk (AMFG) turun Rp200 menjadi Rp5.300 dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) turun Rp160 menjadi Rp4.790.
(Baca: IHSG Dibuka Balik Melemah Kena Imbas Wall Street)
(rna)
Lihat Juga :