Waspadai IHSG Perpanjang Koreksi, Lirik Saham Ini
Rabu, 02 September 2015 - 08:11 WIB
Waspadai IHSG Perpanjang Koreksi, Lirik Saham Ini
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini berpeluang memperpanjang koreksi jika tidak ada sentimen positif yang dapat membuatnya balik arah menguat.
"Waspadai adanya pelemahan lanjutan jika data-data yang ada tidak terlalu mendukung laju IHSG untuk dapat berbalik naik," kata Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada, Rabu (2/9/2015).
Apalagi, dia menambahkan, IHSG masih menyisakan utang gap 4.237-4.295. Karena itu, saran dia, tetap mewaspadai laju bursa saham global dan sentimen yang ada terutama sentimen dari rilis makroekonomi luar negeri yang dapat berimbas pada laju IHSG.
Dia memperkirakan IHSG akan berada pada rentang support 4.435-4.485 dan resisten 4.517-4.528. Laju IHSG kemarin di bawah area target support 4.435-4.485 dan gagal mendekati area target resisten 4.517-4.528.
Reza menyampaikan, rilis inflasi bulan Agustus sebesar 0,39% atau lebih rendah dari perkiraan sebelumnya di kisaran 0,59%-0,68% tampaknya tidak membuat laju IHSG dapat menguat pada perdagangan kemarin.
"Meski menurut kami angka inflasi tersebut cukup bagus, namun tampaknya dipersepsikan lain oleh pelaku pasar," ujarnya.
Dinilai penurunan inflasi tersebut sejalan dengan penurunan daya beli masyarakat, sehingga tidak memberikan positif surprise bagi pelaku pasar. Di sisi lain, imbas pelemahan bursa saham global turut direspon negatif pelaku pasar.
Apalagi pelemahan tersebut dipicu oleh masih adanya pelemahan pada sejumlah data-data makroekonomi di Asia dan beberapa kawasan lainnya, sehingga membuat pelaku pasar bereaksi negatif terhadap sentimen yang ada.
Masih melemahnya laju rupiah dan asing yang kembali jualan menekan laju IHSG. Transaksi asing kembali nett sell dari net buy Rp313,08 miliar menjadi net sell Rp232,67 miliar. Adapun sejumlah saham yang direkomendasikan, yaitu:
PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp15.050-Rp15.850. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp15.550.
PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp2.755-Rp2.900. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp2.780.
PT Bukit Asam Tbk (PTBA) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp5.800-Rp6.350. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp6.100.
PT Lautan Luas Tbk (LTLS) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp620-Rp680. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp630.
PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp330-Rp368. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp336.
PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp1.600-Rp1.690. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp1.610.
PT Elnusa Tbk (ELSA) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp1.615-Rp1.710. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp299.
"Waspadai adanya pelemahan lanjutan jika data-data yang ada tidak terlalu mendukung laju IHSG untuk dapat berbalik naik," kata Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada, Rabu (2/9/2015).
Apalagi, dia menambahkan, IHSG masih menyisakan utang gap 4.237-4.295. Karena itu, saran dia, tetap mewaspadai laju bursa saham global dan sentimen yang ada terutama sentimen dari rilis makroekonomi luar negeri yang dapat berimbas pada laju IHSG.
Dia memperkirakan IHSG akan berada pada rentang support 4.435-4.485 dan resisten 4.517-4.528. Laju IHSG kemarin di bawah area target support 4.435-4.485 dan gagal mendekati area target resisten 4.517-4.528.
Reza menyampaikan, rilis inflasi bulan Agustus sebesar 0,39% atau lebih rendah dari perkiraan sebelumnya di kisaran 0,59%-0,68% tampaknya tidak membuat laju IHSG dapat menguat pada perdagangan kemarin.
"Meski menurut kami angka inflasi tersebut cukup bagus, namun tampaknya dipersepsikan lain oleh pelaku pasar," ujarnya.
Dinilai penurunan inflasi tersebut sejalan dengan penurunan daya beli masyarakat, sehingga tidak memberikan positif surprise bagi pelaku pasar. Di sisi lain, imbas pelemahan bursa saham global turut direspon negatif pelaku pasar.
Apalagi pelemahan tersebut dipicu oleh masih adanya pelemahan pada sejumlah data-data makroekonomi di Asia dan beberapa kawasan lainnya, sehingga membuat pelaku pasar bereaksi negatif terhadap sentimen yang ada.
Masih melemahnya laju rupiah dan asing yang kembali jualan menekan laju IHSG. Transaksi asing kembali nett sell dari net buy Rp313,08 miliar menjadi net sell Rp232,67 miliar. Adapun sejumlah saham yang direkomendasikan, yaitu:
PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp15.050-Rp15.850. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp15.550.
PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp2.755-Rp2.900. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp2.780.
PT Bukit Asam Tbk (PTBA) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp5.800-Rp6.350. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp6.100.
PT Lautan Luas Tbk (LTLS) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp620-Rp680. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp630.
PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp330-Rp368. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp336.
PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp1.600-Rp1.690. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp1.610.
PT Elnusa Tbk (ELSA) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp1.615-Rp1.710. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp299.
(rna)
Lihat Juga :