Rupiah Dibuka Masih Tertekan Keperkasaan USD
Kamis, 03 September 2015 - 10:12 WIB
Rupiah Dibuka Masih Tertekan Keperkasaan USD
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah pada perdagangan hari ini dibuka masih tertekan keperkasaan dolar Amerika Serikat (USD).
Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah berada di level Rp14.184/USD. Posisi ini merosot 90 poin dibanding posisi penutupan sebelumnya di level Rp14.094/USD.
Posisi rupiah berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas berada pada level Rp14.181/USD. Posisi itu anjlok 25 poin dari posisi penutupan kemarin di level Rp14.156/USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp14.160/USD, melemah 33 poin dari posisi sebelumnya di level Rp14.127/USD.
Nilai tukar rupiah berdasarkan data Bloomberg dibuka pada level Rp14.139/USD dan pada pukul 10.00 WIB menjadi Rp14.177/USD. Posisi tersebut terdepresiasi 39 poin dibanding penutupan perdagangan sebelumnya di level Rp14.137/USD.
Sementara USD naik terhadap euro dan yen pada hari ini karena investor global ragu-ragu melangkah kembali ke ekuitas berisiko.
Dikutip dari Reuters, USD naik 0,3% terhadap yen ke 120,655, setelah rebound tajam dari posisi terendah 119,255 semalam. Euro merosot ke 1,1210/USD, memperpanjang koreksi semalam sebesar 0,8%.
Pasang surut dan aliran risk appetite global sangat dipengaruhi oleh data ekonomi China dan pasar saham yang bergejolak baru-baru, sehingga akan memberi arah USD.
Perlambatan ekonomi dan kekhawatiran tentang pertumbuhan ekonomi China dan global telah mendorong investor untuk mengurangi taruhan di yen dan euro untuk membeli aset berimbal hasil lebih tinggi, tapi lebih berisiko,.
Dengan pasar China ditutup karena hari libur nasional, fokus akan beralih pada pertemuan kebijakan Bank Sentral Eropa (ECB).
Indeks USD menguat untuk menyentuh level tertinggi tiga hari di 96,022. Sedangkan dolar Kanada sedikit berubah ke 1,3268/USD setelah kehilangan sekitar 0,9% semalam. Mata uang komoditas lainnya, dolar Australia bernasib lebih baik. Aussie naik tipis 0,1% menjadi 0,7046/USD.
(Baca: Rupiah Diprediksi Masih dalam Pola Bearish)
Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah berada di level Rp14.184/USD. Posisi ini merosot 90 poin dibanding posisi penutupan sebelumnya di level Rp14.094/USD.
Posisi rupiah berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas berada pada level Rp14.181/USD. Posisi itu anjlok 25 poin dari posisi penutupan kemarin di level Rp14.156/USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp14.160/USD, melemah 33 poin dari posisi sebelumnya di level Rp14.127/USD.
Nilai tukar rupiah berdasarkan data Bloomberg dibuka pada level Rp14.139/USD dan pada pukul 10.00 WIB menjadi Rp14.177/USD. Posisi tersebut terdepresiasi 39 poin dibanding penutupan perdagangan sebelumnya di level Rp14.137/USD.
Sementara USD naik terhadap euro dan yen pada hari ini karena investor global ragu-ragu melangkah kembali ke ekuitas berisiko.
Dikutip dari Reuters, USD naik 0,3% terhadap yen ke 120,655, setelah rebound tajam dari posisi terendah 119,255 semalam. Euro merosot ke 1,1210/USD, memperpanjang koreksi semalam sebesar 0,8%.
Pasang surut dan aliran risk appetite global sangat dipengaruhi oleh data ekonomi China dan pasar saham yang bergejolak baru-baru, sehingga akan memberi arah USD.
Perlambatan ekonomi dan kekhawatiran tentang pertumbuhan ekonomi China dan global telah mendorong investor untuk mengurangi taruhan di yen dan euro untuk membeli aset berimbal hasil lebih tinggi, tapi lebih berisiko,.
Dengan pasar China ditutup karena hari libur nasional, fokus akan beralih pada pertemuan kebijakan Bank Sentral Eropa (ECB).
Indeks USD menguat untuk menyentuh level tertinggi tiga hari di 96,022. Sedangkan dolar Kanada sedikit berubah ke 1,3268/USD setelah kehilangan sekitar 0,9% semalam. Mata uang komoditas lainnya, dolar Australia bernasib lebih baik. Aussie naik tipis 0,1% menjadi 0,7046/USD.
(Baca: Rupiah Diprediksi Masih dalam Pola Bearish)
(rna)