Kereta Cepat Jakarta-Bandung Tak Akan Mencapai 300 Km/Jam

Jum'at, 04 September 2015 - 03:32 WIB
Kereta Cepat Jakarta-Bandung...
Kereta Cepat Jakarta-Bandung Tak Akan Mencapai 300 Km/Jam
A A A
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution membeberkan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) lebih memilih kereta dengan kecepatan menengah kurang dari 300 km/jam. Hal ini lantaran ada beberapa hal teoritis yang tidak sesuai dengan perhitungan.

Menurut Darmin, ada perhitungan khusus antara jarak, kecepatan, jumlah stasiun dan waktu tempuh yang normal. "Begini, kalau kereta api ‎Jakarta-Bandung yang jaraknya lebih kurang 150 kilometer (km) itu apalagi dengan stasiun 5-8 pemberhentian, itu sebenarnya walau kecepatannya bisa teoritis 300 km/jam tidak akan pernah bisa mencapai itu. Makanya, keputusan presiden adalah kalau begitu jangan kereta api cepat, kereta api kecepatan menengah saja 200-250 km/jam," terangnya, usai rapat koordinasi malam ini di kantor Kemenko Perekonomian Jakarta, Kamis (3/9/2015)

Karena, lanjut dia, untuk mencapai kecepatan 250 km itu memerlukan waktu 14 menit. Maka belum sampai kecepatan maksimum sudah mulai harus di rem. Sehingga kecepatannya hanya 200-an km. (Baca: Lirik China, Jokowi Beralasan Kereta Cepat Murni Bisnis)

Dari segi biaya juga pasti akan lebih murah dari kereta cepat, dan perbedaan waktu tempuhnya juga tidak terlalu signifikan. "Terus juga, beda sampainya, dari Jakarta-Bandung paling-paling lebih lambat 10-11 menit, biayanya berkurang jauh. Kita memang harus mengecek persisnya tapi bisa 30-40% lebih murah," katanya.

Saat ditanya mengenai proposal yang diajukan China dan Jepang dalam pembuatan kereta cepat tersebut, Darmin mengungkapkan, ada hal yang banyak tak terinci dalam keduanya, sehingga pemerintah memutuskan untuk diserahkan ke B to B.

"Ya, selain itu memang dari hasil assesment konsultan cukup banyak hal yang tidak detil dirinci di kedua proposal menyangkut standar pemeliharaan dari KA ini, standar servisnya, apa namanya standar pelayannya dan seterusnya. Sehubungan dengan itu Indonesia perlu merumuskan kereta api seperti apa yang kita perlukan," tegasnya.

Baca juga:

Darmin: China dan Jepang Punya Keunggulan Berbeda

ADB Tak Tertarik Biayai Kereta Cepat Jokowi

Jonan Soroti Aspek Keamanan Kereta Cepat
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Perbandingan Kereta...
Perbandingan Kereta Cepat Shanghai vs KCJB Indonesia, dari Kecepatan hingga Tarif
Naik Kereta Cepat Whoosh...
Naik Kereta Cepat Whoosh Jakarta-Bandung hanya Rp50 Ribu, Begini Caranya!
Revolusi Kereta Cepat...
Revolusi Kereta Cepat China: Melaju Secepat Pesawat, Lebih Baik dari Hyperloop Elon Musk
Whoosh, Kereta Cepat...
Whoosh, Kereta Cepat yang Membuat Kunjungan Wisatawan Bertambah
Kereta Hyperloop China...
Kereta Hyperloop China Pecahkan Rekor, Ditarget 2.000 Kpj dan Lebih Cepat dari Pesawat
Intip Spesifikasi Kereta...
Intip Spesifikasi Kereta Cepat Jakarta-Bandung Whoosh, Mampu Melesat 350 Km/jam
Berita Terkini
PT DSI Jadi Perantara...
PT DSI Jadi Perantara Tunggal Ekspor 3 Komoditas, Dony Oskaria: Hingga 31 Desember 2026
45 menit yang lalu
Dasco Bahas Tata Kelola...
Dasco Bahas Tata Kelola PT DSI Bersama Bahlil dan Kepala BP BUMN: Ada Beberapa Perlu Diperjelas
2 jam yang lalu
Dipakai Bayar Utang...
Dipakai Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Mei 2026 Ambles ke USD144,9 Miliar
3 jam yang lalu
NHM Terima Penghargaan...
NHM Terima Penghargaan atas Kontribusi Aktif dalam Perlindungan Lingkungan
3 jam yang lalu
Harga Emas Dibuka Naik...
Harga Emas Dibuka Naik Rp5 Ribu ke Rp2.743.000 per Gram, Intip Rinciannya
4 jam yang lalu
Marketplace kian Sesak,...
Marketplace kian Sesak, Momentum Baru bagi Pertumbuhan Bisnis Mandiri
5 jam yang lalu
Infografis
Ini Usulan Harga Tiket...
Ini Usulan Harga Tiket Kereta Cepat Jakarta-Bandung
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved