Ini Jawaban Jepang soal Kereta Berkecepatan Sedang
Jum'at, 04 September 2015 - 19:29 WIB
Ini Jawaban Jepang soal Kereta Berkecepatan Sedang
A
A
A
JAKARTA - Duta Besar Jepang untuk Indonesia Yasuaki Tanizaki telah diberitahukan Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Darmin Nasution soal kereta api kecepatan sedang (Medium Speed Railways).
Seperti diketahui, Dubes Jepang untuk Indonesia dipanggil Darmin soal proposal kereta cepat mereka. Indonesia menolak proposal yang diberikan China dan Jepang untuk kereta cepat dan mengganti proyek dengan niat membangun kereta api kecepatan sedang. (Baca:
Jepang dan China Boleh Ajukan Proposal Lagi).
Hal tersebut dikarenakan memperhitungkan jarak tempuh, banyaknya stasiun dan kecepatan kereta yang kurang sesuai kebutuhan Indonesia akan transportasi tersebut. Jadi, Presiden Joko Widodo memutuskan untuk membuat kereta api kecepatan menengah saja.
"Hari ini saya telah mendengar ide baru untuk kecepatan kereta api sedang. Tapi informasi detail tidak tersedia. Hanya ide. Kami masih kembali menunggu regulasi ide," katanya di kantor Kemenko Perekonomian Jakarta, Jumat (4/9/2015).
Meski proposal kereta cepatnya ditolak, namun bukan tidak mungkin Jepang akan tertarik dengan proyek yang menggunakan konsep business to business (btob).
"Menteri Darmin menjelaskan kepada saya proyek ini (kereta api kecepatan sedang) harus dilakukan. Tapi murni business to business. Tapi saya belum tahu untuk Jepang nanti gimana, pasti kami tertarik untuk bekerja sama," pungkasnya.
Baca Juga:
Rini Pastikan Kereta Cepat Akan Dibangun BUMN
Jokowi Serahkan Proyek Kereta Cepat ke Rini
Rini Diminta Pilah BUMN Penggarap Kereta Cepat
Hasil Pertemuan Darmin dengan Jepang soal Kereta Cepat
Seperti diketahui, Dubes Jepang untuk Indonesia dipanggil Darmin soal proposal kereta cepat mereka. Indonesia menolak proposal yang diberikan China dan Jepang untuk kereta cepat dan mengganti proyek dengan niat membangun kereta api kecepatan sedang. (Baca:
Jepang dan China Boleh Ajukan Proposal Lagi).
Hal tersebut dikarenakan memperhitungkan jarak tempuh, banyaknya stasiun dan kecepatan kereta yang kurang sesuai kebutuhan Indonesia akan transportasi tersebut. Jadi, Presiden Joko Widodo memutuskan untuk membuat kereta api kecepatan menengah saja.
"Hari ini saya telah mendengar ide baru untuk kecepatan kereta api sedang. Tapi informasi detail tidak tersedia. Hanya ide. Kami masih kembali menunggu regulasi ide," katanya di kantor Kemenko Perekonomian Jakarta, Jumat (4/9/2015).
Meski proposal kereta cepatnya ditolak, namun bukan tidak mungkin Jepang akan tertarik dengan proyek yang menggunakan konsep business to business (btob).
"Menteri Darmin menjelaskan kepada saya proyek ini (kereta api kecepatan sedang) harus dilakukan. Tapi murni business to business. Tapi saya belum tahu untuk Jepang nanti gimana, pasti kami tertarik untuk bekerja sama," pungkasnya.
Baca Juga:
Rini Pastikan Kereta Cepat Akan Dibangun BUMN
Jokowi Serahkan Proyek Kereta Cepat ke Rini
Rini Diminta Pilah BUMN Penggarap Kereta Cepat
Hasil Pertemuan Darmin dengan Jepang soal Kereta Cepat
(izz)
Lihat Juga :