Cadangan Devisa Cukup Biayai Impor 6,8 Bulan
Minggu, 06 September 2015 - 14:47 WIB
Cadangan Devisa Cukup Biayai Impor 6,8 Bulan
A
A
A
BANDUNG - Bank Indonesia (BI) menyatakan, cadangan devisa (cadev) hingga Juli 2015 sebesar USD107,6 miliar masih cukup untuk 6,8 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Grup Pengelolaan Relasi BI Arbonas Hutabarat mengatakan, dibandingkan dengan standar kecukupan yang ditentukan oleh Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF), angka cadangan devisa Indonesia masih sangat baik.
"Kami menilai bahwa angka tersebut masih cukup dan kalau kita bandingkan dengan standar kecukupan yang ditentukan oleh IMF, itu menggariskan bahwa tiga bulan impor. Jadi angka yang kita miliki pada dasarnya masih sangat baik," kata Arbonas saat acara Journalist Training di Bandung, Jawa Barat, akhir pekan ini.
Dia mengungkapkan, Bank Indonesia memiliki beberapa skema untuk mengantisipasi cadangan devisa, di antaranya bilateral swap agreement (BSA) dengan beberapa negara dan bilateral currency swap (BCS) arangement.
"Itu juga merupakan suatu strategi kita untuk menjaga kecukupan cadangan devisa itu sendiri," tukasnya.
Di samping itu, ketidakpastian Bank Sentral Amerika Serikat Federal Reserve (The Fed) menaikkan suku bunga acuannya telah membuat masyarakat waspada. Namun, jika The Fed menaikan suku bunga lebih cepat maka akan lebih baik karena nantinya Indonesia bisa menghitung keseimbangan baru.
"Kami di BI lebih cepat, lebih baik untuk kenaikan suku bunga The Fed, sehingga kami bisa rebalancing (menyeimbangkan)," tukasnya.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Grup Pengelolaan Relasi BI Arbonas Hutabarat mengatakan, dibandingkan dengan standar kecukupan yang ditentukan oleh Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF), angka cadangan devisa Indonesia masih sangat baik.
"Kami menilai bahwa angka tersebut masih cukup dan kalau kita bandingkan dengan standar kecukupan yang ditentukan oleh IMF, itu menggariskan bahwa tiga bulan impor. Jadi angka yang kita miliki pada dasarnya masih sangat baik," kata Arbonas saat acara Journalist Training di Bandung, Jawa Barat, akhir pekan ini.
Dia mengungkapkan, Bank Indonesia memiliki beberapa skema untuk mengantisipasi cadangan devisa, di antaranya bilateral swap agreement (BSA) dengan beberapa negara dan bilateral currency swap (BCS) arangement.
"Itu juga merupakan suatu strategi kita untuk menjaga kecukupan cadangan devisa itu sendiri," tukasnya.
Di samping itu, ketidakpastian Bank Sentral Amerika Serikat Federal Reserve (The Fed) menaikkan suku bunga acuannya telah membuat masyarakat waspada. Namun, jika The Fed menaikan suku bunga lebih cepat maka akan lebih baik karena nantinya Indonesia bisa menghitung keseimbangan baru.
"Kami di BI lebih cepat, lebih baik untuk kenaikan suku bunga The Fed, sehingga kami bisa rebalancing (menyeimbangkan)," tukasnya.
(rna)
Lihat Juga :