Pemerintah Diminta Benahi Ini daripada Bangun Kereta Cepat
Minggu, 06 September 2015 - 20:02 WIB
Pemerintah Diminta Benahi Ini daripada Bangun Kereta Cepat
A
A
A
JAKARTA - Wakil Sekretaris Jenderal Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Izul Waro mengatakan, daripada memikirkan pembangunan kereta api cepat, lebih baik pemerintah membenahi moda transportasi kereta api yang sudah ada.
"Kalau moda transportasi kita dibenahi, fasilitas dan mesinnya, itu bisa 150 km/jam jalannya. Lebih feasible, social cost-nya lebih rendah," kata Izul kepada Sindonews di Jakarta, Minggu (6/9/2015).
Dia menyarankan hal ini lantaran kebiasaan dari pemerintah jika sudah membangun yang baru maka yang lama akan diterlantarkan. Padahal moda transportasi, terutama kereta masih level standar.
"Kita kalah dengan negara-negara lain. Jadi, ini waktunya pemerintah untuk meningkatkan kemampuan kereta kita untuk melayani masyarakat," kata dia.
Jadi, dia berpendapat, untuk saat ini jangan buru-buru membangun kereta api cepat. Menurut dia, lebih baik membangun dan memperbaiki yang sudah ada karena angkutan reguler pasti akan baik jika pemeliharaannya bagus.
"Jadi lebih baik tidak usah dibangun (kereta cepat). Kereta regulernya saja yang diperbaiki. Kalau tetap membangun, moda transportasi lain akan mati. Nah, ini keseimbangan moda transportasi juga mesti dipertimbangkan. Jangan hanya memikirkan kereta api cepat saja, tapi infrastruktur lain juga mesti diperhatikan," tutur dia.
Baca:
Kereta Kecepatan Sedang Dikhawatirkan Minim Peminat
MTI Dukung Pemerintah Tak Bangun Kereta Cepat
"Kalau moda transportasi kita dibenahi, fasilitas dan mesinnya, itu bisa 150 km/jam jalannya. Lebih feasible, social cost-nya lebih rendah," kata Izul kepada Sindonews di Jakarta, Minggu (6/9/2015).
Dia menyarankan hal ini lantaran kebiasaan dari pemerintah jika sudah membangun yang baru maka yang lama akan diterlantarkan. Padahal moda transportasi, terutama kereta masih level standar.
"Kita kalah dengan negara-negara lain. Jadi, ini waktunya pemerintah untuk meningkatkan kemampuan kereta kita untuk melayani masyarakat," kata dia.
Jadi, dia berpendapat, untuk saat ini jangan buru-buru membangun kereta api cepat. Menurut dia, lebih baik membangun dan memperbaiki yang sudah ada karena angkutan reguler pasti akan baik jika pemeliharaannya bagus.
"Jadi lebih baik tidak usah dibangun (kereta cepat). Kereta regulernya saja yang diperbaiki. Kalau tetap membangun, moda transportasi lain akan mati. Nah, ini keseimbangan moda transportasi juga mesti dipertimbangkan. Jangan hanya memikirkan kereta api cepat saja, tapi infrastruktur lain juga mesti diperhatikan," tutur dia.
Baca:
Kereta Kecepatan Sedang Dikhawatirkan Minim Peminat
MTI Dukung Pemerintah Tak Bangun Kereta Cepat
(rna)
Lihat Juga :