Pemerintah, BEI, Bankir Kompak Bilang Ekonomi RI Tahan Krisis

Senin, 07 September 2015 - 15:54 WIB
Pemerintah, BEI, Bankir...
Pemerintah, BEI, Bankir Kompak Bilang Ekonomi RI Tahan Krisis
A A A
JAKARTA - Pemerintah melalui Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan, Indonesia memiliki ketahanan dalam menghadapi krisis ekonomi.

Dia menjelaskan, pemerintah juga menyiapkan sejumlah kebijakan untuk mempertahankan laju ekonomi tetap berjalan dengan baik.

"Pemerintah mempersiapkan instrumen dana desa yang besarannya Rp20-an triliun untuk 2015," ujarnya di Jakarta, Senin (7/9/2015).

Selain itu, pemerintah daerah (pemda) juga diwajibkan menyumbang, sehingga totalnya bisa mencapai Rp50-an triliun. Seluruh dana itu dipakai untuk infrastruktur swadaya dan transfer tunai.

"Bisa juga dipakai untuk dana bergulir, menggiatkan kegiatan ekonomi desa," jelas Bambang.

Di tempat yang sama, Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio menuturkan, ketahanan ekonomi Indonesia sebenarnya tidak bermasalah.

Adanya kekhawatiran justru karena kebingungan akibat tidak adanya strategi pembangunan nasional, yang dimulai sejak dihapuskannya Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN).

"Ini awal mula masalah. Di GBHN, ada strategi ekonomi dan pertahanan. Dulu itu dibikin. Sekarang setelah dihapus, kita tidak tahu negara mau dibawa ke mana," kata Tito.

Sementara Direktur Utama PT Bank Mandiri Tbk Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa secara fundamental dan teknis, Indonesia tahan terhadap krisis pada tahun ini.

Menurut dia, situasi saat ini lebih kecil dibandingkan dengan krisis 1998 dan 2008. Kendati ada masalah, lebih karena munculnya pesimisme, yang berujung pada psikologis dan emosional.

"Krisis sekarang ini paling ringan, itu dari sisi fundamental. Masalah likuiditas, inflasi, situasi saat ini jelas lebih bagus," papar pria yang akrab disapa BGS tersebut.

Selain itu, dia menambahkan, kondisi pasar modal di Tanah Air pada 1998 sudah parah. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada saat itu turun tajam mencapai 60%, begitu juga bunga bank anjlok sampai 60%.

"Maka secara teknis dan fundamental, kondisi sekarang lebih bagus," pungkasnya.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
Indonesia Butuh Rp47.587,3...
Indonesia Butuh Rp47.587,3 Triliun untuk Pertumbuhan Ekonomi 8%
Bahaya! Deflasi Hantam...
Bahaya! Deflasi Hantam Ekonomi RI 5 Bulan Beruntun
Prabowo Sering Diejek...
Prabowo Sering Diejek karena Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8%
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Berita Terkini
Indodax Perkuat Pengawasan...
Indodax Perkuat Pengawasan Transaksi Kripto Berbasis AI
32 menit yang lalu
Krisis Energi Global,...
Krisis Energi Global, China dan Saudi Aramco Gelar Pertemuan Darurat
49 menit yang lalu
AirNav Gandeng AdMedika...
AirNav Gandeng AdMedika Permudah Akses Layanan Kesehatan Karyawan
1 jam yang lalu
IHSG Ditutup Melemah...
IHSG Ditutup Melemah 0,28% ke Level 5.902 Sore Ini
1 jam yang lalu
XLSMART dan Komdigi...
XLSMART dan Komdigi Luncurkan DigiHer, Targetkan Digitalisasi 2,4 Juta Perempuan di 2026
1 jam yang lalu
Nasabah MNC Bank Apresiasi...
Nasabah MNC Bank Apresiasi Program Tabungan Dahsyat Berhadiah
2 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved