IHSG Dibuka Tinggalkan Level 4.300 Dipicu Tekanan Jual
Selasa, 08 September 2015 - 09:20 WIB
IHSG Dibuka Tinggalkan Level 4.300 Dipicu Tekanan Jual
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini dibuka meninggalkan level 4.300 karena ditekan aksi jual asing. IHSG terpangkas 19,41 poin atau 0,45% ke level 4.281,96.
IHSG kemarin ditutup terkoreksi paling parah di Asia setelah bursa China. IHSG merosot 114 poin atau 2,58% ke level 4.301,37.
Pelemahan itu di tengah menurunnya mayoritas bursa Asia. Sementara pagi ini, bursa Asia dibuka variatif (mixed) karena investor menunggu data baru yang akan dirilis China.
Dikutip dari CNBC, China akan merilis angka perdagangan Agustus dan ekonom yang disurvei oleh Reuters memperkirakan ekspor China menurun 6% setelah terjun 8,3% pada Juli. Impor terlihat menurun 8,2% pada Agustus, menyusul penurunan 8,1% di bulan sebelumnya.
Investor juga akan mencerna serangkaian berita dari China setelah penutupan pasar kemarin. Cadangan devisa China turun USD93,9 miliar pada Agustus menjadi USD3,557 triliun, mencerminkan upaya Beijing untuk menghentikan koreksi yuan dan menstabilkan pasar keuangan. Penurunan itu menandai penurunan bulanan terbesar sepanjang sejarah.
Sementara itu, produk domestik bruto Jepang (PDB) untuk kuartal II menyusut 1,2%, kurang dari estimasi awal 1,6%. Adapun Wall Street ditutup Senin waktu setempat karena memperingati Hari Buruh.
Adapun, Indeks Shanghai naik 4,10 poin atau 0,13% ke 3.084,52; indeks Hang Seng menguat 115,45 poin atau 0,56% ke 20.679,22; indeks Straits Times turun 10,02 poin atau 0,35% menjadi 2.842,39, sedangkan indeks Nikkei melemah 64,03 poin atau 0,36% ke 17.796,44.
Sementara nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp76 miliar dengan 64 juta saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp17,72 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp23,54 miliar dan aksi beli Rp5,82 miliar. Tercatat 22 saham menguat, 56 saham melemah dan 48 saham stagnan.
Sektor saham hari ini hampir semuanya dibuka minus. Sektor dengan pelemahan terdalam adalah infrastruktur yang anjlok 1,09%, diikuti industri dasar melemah 0,87%. Sementara yang menguat hanya sektor tambang, dengan kenaikan 0,08%.
Adapun saham-saham yang menguat, di antaranya PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) naik Rp225 menjadi Rp38.375, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) naik Rp100 menjadi Rp5.950 dan PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) naik Rp40 menjadi Rp1.480.
Sementara saham-saham yang melemah, di antaranya PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) turun Rp500 menjadi Rp15.200, PT Siloam Hospitals International Tbk (SILO) turun Rp500 menjadi Rp14.325 dan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) turun Rp425 menjadi Rp17.900.
Baca:
IHSG Dimungkinkan Koreksi Lagi, Cermati Saham Ini
IHSG Diperkirakan Masih Cenderung Melemah
IHSG kemarin ditutup terkoreksi paling parah di Asia setelah bursa China. IHSG merosot 114 poin atau 2,58% ke level 4.301,37.
Pelemahan itu di tengah menurunnya mayoritas bursa Asia. Sementara pagi ini, bursa Asia dibuka variatif (mixed) karena investor menunggu data baru yang akan dirilis China.
Dikutip dari CNBC, China akan merilis angka perdagangan Agustus dan ekonom yang disurvei oleh Reuters memperkirakan ekspor China menurun 6% setelah terjun 8,3% pada Juli. Impor terlihat menurun 8,2% pada Agustus, menyusul penurunan 8,1% di bulan sebelumnya.
Investor juga akan mencerna serangkaian berita dari China setelah penutupan pasar kemarin. Cadangan devisa China turun USD93,9 miliar pada Agustus menjadi USD3,557 triliun, mencerminkan upaya Beijing untuk menghentikan koreksi yuan dan menstabilkan pasar keuangan. Penurunan itu menandai penurunan bulanan terbesar sepanjang sejarah.
Sementara itu, produk domestik bruto Jepang (PDB) untuk kuartal II menyusut 1,2%, kurang dari estimasi awal 1,6%. Adapun Wall Street ditutup Senin waktu setempat karena memperingati Hari Buruh.
Adapun, Indeks Shanghai naik 4,10 poin atau 0,13% ke 3.084,52; indeks Hang Seng menguat 115,45 poin atau 0,56% ke 20.679,22; indeks Straits Times turun 10,02 poin atau 0,35% menjadi 2.842,39, sedangkan indeks Nikkei melemah 64,03 poin atau 0,36% ke 17.796,44.
Sementara nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp76 miliar dengan 64 juta saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp17,72 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp23,54 miliar dan aksi beli Rp5,82 miliar. Tercatat 22 saham menguat, 56 saham melemah dan 48 saham stagnan.
Sektor saham hari ini hampir semuanya dibuka minus. Sektor dengan pelemahan terdalam adalah infrastruktur yang anjlok 1,09%, diikuti industri dasar melemah 0,87%. Sementara yang menguat hanya sektor tambang, dengan kenaikan 0,08%.
Adapun saham-saham yang menguat, di antaranya PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) naik Rp225 menjadi Rp38.375, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) naik Rp100 menjadi Rp5.950 dan PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) naik Rp40 menjadi Rp1.480.
Sementara saham-saham yang melemah, di antaranya PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) turun Rp500 menjadi Rp15.200, PT Siloam Hospitals International Tbk (SILO) turun Rp500 menjadi Rp14.325 dan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) turun Rp425 menjadi Rp17.900.
Baca:
IHSG Dimungkinkan Koreksi Lagi, Cermati Saham Ini
IHSG Diperkirakan Masih Cenderung Melemah
(rna)
Lihat Juga :