Rupiah Siang Ini dalam Posisi Tertekan
Selasa, 08 September 2015 - 12:44 WIB
Rupiah Siang Ini dalam Posisi Tertekan
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan siang hari ini masih dalam posisi tertekan karena banyaknya sentimen negatif di pasar.
Posisi rupiah berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas berada pada level Rp14.312/USD. Posisi itu terkoreksi dari posisi penutupan kemarin di level Rp14.257/USD.
Nilai tukar rupiah berdasarkan data Bloomberg pada level Rp14.290/USD. Posisi tersebut merosot dibanding penutupan perdagangan sebelumnya di level Rp14.266/USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp14.285/USD, melemah 51 poin dari posisi sebelumnya di level Rp14.234USD.
Data Yahoo Finance, rupiah juga berada di level Rp14.166/USD, dengan kisaran harian Rp14.146-Rp14.321/USD. Posisi ini terdepresiasi dibanding posisi penutupan sebelumnya di level Rp14.123/USD.
Research and Analyst Divisi Treasury BNI Trian Fatria mengatakan, aksi wait and see pelaku pasar menjelang pertemuan FOMC masih menjadi hambatan mata uang rupiah untuk menguat.
"Selain itu, melemahnya neraca perdagangan China hari ini turut berdampak menahan laju rupiah," ujar dia, Selasa (8/9/2015).
(Baca: Rupiah Dibuka Terpuruk ke Rp14.300/USD)
Posisi rupiah berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas berada pada level Rp14.312/USD. Posisi itu terkoreksi dari posisi penutupan kemarin di level Rp14.257/USD.
Nilai tukar rupiah berdasarkan data Bloomberg pada level Rp14.290/USD. Posisi tersebut merosot dibanding penutupan perdagangan sebelumnya di level Rp14.266/USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp14.285/USD, melemah 51 poin dari posisi sebelumnya di level Rp14.234USD.
Data Yahoo Finance, rupiah juga berada di level Rp14.166/USD, dengan kisaran harian Rp14.146-Rp14.321/USD. Posisi ini terdepresiasi dibanding posisi penutupan sebelumnya di level Rp14.123/USD.
Research and Analyst Divisi Treasury BNI Trian Fatria mengatakan, aksi wait and see pelaku pasar menjelang pertemuan FOMC masih menjadi hambatan mata uang rupiah untuk menguat.
"Selain itu, melemahnya neraca perdagangan China hari ini turut berdampak menahan laju rupiah," ujar dia, Selasa (8/9/2015).
(Baca: Rupiah Dibuka Terpuruk ke Rp14.300/USD)
(rna)