USD dalam Tekanan, Rupiah Dibuka Terapresiasi

Jum'at, 11 September 2015 - 10:18 WIB
USD dalam Tekanan, Rupiah...
USD dalam Tekanan, Rupiah Dibuka Terapresiasi
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah pada perdagangan hari ini dibuka terapresiasi karena dolar Amerika Serikat (USD) berada dalam tekanan.

Nilai tukar rupiah berdasarkan data Bloomberg dibuka pada level Rp14.298/USD dan pada pukul 10.00 WIB pada level Rp14.316/USD. Posisi tersebut membaik dibanding penutupan perdagangan sebelumnya di level Rp14.333/USD.

Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp14.306/USD, menguat 16 poin dari posisi sebelumnya di level Rp14.322/USD.

Data Yahoo Finance, rupiah berada di level Rp14.224/USD. Posisi ini menguat 63 poin dibanding posisi penutupan sebelumnya di level Rp14.287/USD.

Posisi rupiah berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas berada pada level Rp14.324/USD. Posisi itu terdepresiasi 16 poin dari posisi penutupan kemarin di level Rp14.308/USD.

Sementara USD berada dalam tekanan pada Jumat pagi terhadap yuan, sementara pounsterling melemah setelah Bank of England meremehkan risiko global yang dihadapi ekonomi Inggris.

Semalam yuan melompat 1,2% terhadap USD. USD lebih rendah terhadap sejumlah mata uang lainnya. Terhadap euro berada di 1,1300/USD, dari level rendah baru-baru ini di 1,1087/USD. Ini naik ke tertinggi dalam lebih dari sepekan di 1,1296/USD.

Pembalikan semalam di yuan, meskipun sangat sederhana, memiliki efek berlawanan pada sentimen pasar.

"Sebuah reli tajam dan tiba-tiba yuan didominasi suku bunga pada perdagangan awal Eropa. Tidak ada pengumuman resmi (yaitu intervensi), tapi reli didukung risk appetite ke dalam dan selama sesi di New York," tulis analis CitiFX dalam sebuah catatannya, seperti dilansir dari Reuters, Jumat (11/9/2015).

Sentimen membaik melihat Wall Street ditutup menguat dan menekan permintaan untuk safe haven yen. Euro naik ke 136,36/USD.

Bahkan USD yang melemah berhasil menahan kejatuhan terhadap mata uang Jepang dan terakhir di 120,75, setelah berayun antara 119,98 dan 121,38 pada hari Kamis.

Dolar Aussie menyentuh 71 sen AS untuk kali pertama dalam hampir dua pekan, sebelum merayap kembali ke 0,7079/USD. Poundsterling menikmati sesi positif ke level tertinggi dua minggu dari 1,5476 pada bank optimis ke 1,5438/USD.

(Baca: Rupiah Akhir Pekan Masih Potensi Melemah)
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Garuda Terapkan Bagasi...
Garuda Terapkan Bagasi Piece Concept, Bawaan Penumpang Bisa hingga 64 Kg
28 menit yang lalu
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Ditutup Total, Siap-siap Harga Minyak Bisa Meroket
1 jam yang lalu
Bandara Banda Neira...
Bandara Banda Neira Bakal Dibangun Ulang, Pesawat Kapasitas Besar Bisa Mendarat
2 jam yang lalu
Bank Sentral Global...
Bank Sentral Global Kompak Borong Emas, Hapus Ketergantungan Dolar AS
4 jam yang lalu
Modi Incar Harta Karun...
Modi Incar Harta Karun Terlarang Australia demi Terangi Negaranya
6 jam yang lalu
Sucofindo Catatkan Laba...
Sucofindo Catatkan Laba Bersih 100,7% dari Target RKAP 2025
7 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved