Kata Darmin soal Komentar Miring Paket September I

Jum'at, 11 September 2015 - 10:35 WIB
Kata Darmin soal Komentar...
Kata Darmin soal Komentar Miring Paket September I
A A A
JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Darmin Nasution angkat bicara soal paket kebijakan ekonomi September I, yang dinilai sulit diimplementasikan dan bersifat jangka panjang.

Menurutnya, merupakan hal biasa setiap kali kebijakan dikeluarkan, banyak komentar-komentar miring bahwa kebijakan tersebut dapat diimplementasikan dengan baik. Dia pun tak ambil pusing karena pemerintah telah memikirkan kebijakan ini secara matang.

"‎Memang banyak komentar yang menyatakan, (paket kebijakan ekonomi September I) yang penting implementasinya. Itu sebenarnya komentar standar setiap kali kebijakan di keluarkan. Tapi kan kita pertimbangkannya dengan sungguh-sungguh," katanya di Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta, Jumat (11/9/2015).

Menurut dia, berbagai deregulasi yang masuk dalam paket kebijakan tersebut memang tidak serta merta langsung bisa diimplementasikan, mengingat draf peraturan tersebut paling cepat baru bisa diselesaikan akhir September atau awal Oktober.

Dia mencontohkan, deregulasi soal pengembangan kawasan industri yang formatnya masuk dalam draf peraturan ‎pemerintah mengenai sarana penunjang pengembangan industri di kawasan industri. Peraturan tersebut, dia mengatakan, paling cepat diselesaikan pada pekan kedua bulan ini atau sekitar 19 September 2015.

"‎Kenapa? Karena kan Presiden hari ini berangkat ke Timur Tengah dan baru kembali 15 September. Jadi kira-kira ditambah tiga hari, dengan demikian peraturan pemerintah dan peraturan presidennya baru rampung pada 19 September," imbuh dia.

Saat ini, draf peraturan tersebut sebagian ada yang sudah masuk di kantor Sekretariat Negara ataupun di Kementerian Hukum dan Ham (Kemenkumham). Tindak pelaksanaan, implementasi serta pemantauan (monitoring) pelaksanaannya baru bisa dilakukan pada pekan ketiga September 2015.

"Kita sudah minta ada percepatan untuk sinkronisasinya. Tindak pelaksanaannya mulai minggu ketiga September 2015, termasuk monitoring pelaksanaannya," pungkasnya.

Sekadar informasi, dalam paket deregulasi kebijakan ini setidaknya terdapat 134 peraturan yang dirombak dan dirilis pemerintah, terdiri dari 17 peraturan pemerintah (PP), 11 peraturan presiden (perpres), dua instruksi presiden (inpres), 96 peraturan menteri (permen) dan delapan peraturan lainnya.

Baca:

Lima Paket Kebijakan Ekonomi Makro

Darmin Akui Efek Paket Kebijakan Ekonomi Tak Langsung
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Boot Penuh Lumpur, Airlangga...
Boot Penuh Lumpur, Airlangga Blusukan ke Sawah Tinjau Smart Farming di Klaten
Rakor Terbatas Kementerian...
Rakor Terbatas Kementerian Koordinator Bidang Pangan
Investor China Siap...
Investor China Siap Kucurkan Investasi USD8 Miliar ke Proyek Kilang di Batam
Zulhas Blak-blakan soal...
Zulhas Blak-blakan soal Bahlil Ditawari Prabowo Jadi Menko Ekonomi
PKM Level 4 Berlanjut,...
PKM Level 4 Berlanjut, Menko Airlangga: Pemerintah Siapkan Insentif Tambahan
Jamin Keamanan Wilayah...
Jamin Keamanan Wilayah Pesisir Laut Arafura, Kemenko Marves Lakukan Ini
Berita Terkini
Petani Sawit: Margin...
Petani Sawit: Margin dan Kewenangan BUMN Tentukan Harga Jadi Beban Berat Ekosistem Sawit
4 menit yang lalu
Dasco Panggil Menkeu...
Dasco Panggil Menkeu dan Gubernur BI: Evaluasi Perkembangan Ekonomi
2 jam yang lalu
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
5 jam yang lalu
IHSG Sepekan Ambruk...
IHSG Sepekan Ambruk 8,69%, Market Cap Menyusut Jadi Rp9.807 Triliun
5 jam yang lalu
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
15 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
16 jam yang lalu
Infografis
Paket Senjata Rp1.684...
Paket Senjata Rp1.684 Triliun Ditawarkan Trump ke Arab Saudi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved