Pertumbuhan Kredit Perbankan Melambat

Minggu, 13 September 2015 - 22:36 WIB
Pertumbuhan Kredit Perbankan...
Pertumbuhan Kredit Perbankan Melambat
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) melaporkan posisi kredit yang disalurkan perbankan pada Juli 2015 sebesar Rp3.859,6 triliun atau tumbuh 9,4% (yoy), melambat dibandingkan bulan sebelumnya (10,5%). Perlambatan kredit terjadi akibat pertumbuhan kredit modal kerja (KMK) dan kredit investasi (KI) melemah.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Tirta Segara mengatakan, pada Juli 2015, Kredit Modal Kerja tercatat sebesar Rp1.826,4 triliun atau tumbuh 8,4% (yoy) lebih rendah dibanding pertumbuhan bulan sebelumnya (10,4%;yoy).

"Perlambatan pertumbuhan kredit modal kerja antara lain terjadi pada sektor industri pengolahan dan PHR (perdagangan, hotel, dan restoran) masing–masing tumbuh 14,0% (yoy) dan 6,8% (yoy), turun dibanding 16,0% (yoy) dan 8,6% (yoy) pada bulan sebelumnya," kata Tirta di Jakarta.

Sementara itu, Kredit Investasi tercatat sebesar Rp936,7 triliun tumbuh melambat dari 11,3% (yoy) menjadi 10,8% (yoy) pada Juli 2015. Perlambatan Kredit Investasi tersebut, antara lain terjadi pada Industri Pengolahan dan Konstruksi yang masing-masing tumbuh 15,6% (yoy) dan 32,3% (yoy), lebih rendah dibandingkan 16,5% (yoy) dan 36,5% (yoy) pada Juni 2015.

Dia melanjutkan, perlambatan pertumbuhan kredit juga terjadi pada kredit usaha mikro, kecil dan menengah (‎UMKM), serta kredit properti. Kredit yang disalurkan kepada UMKM pada Juli 2015 tercatat sebesar Rp708,3 triliun tumbuh 8,8% (yoy), lebih rendah dibanding pertumbuhan Juni 2015 (9,2%;yoy).

Menurutnya, perlambatan pertumbuhan kredit UMKM dipicu oleh kredit pada skala usaha mikro dan kecil yang tumbuh melemah dari 18,6% (yoy) dan 4,7% (yoy) menjadi 16,8% (yoy) dan 3,5% (yoy).

Sementara itu, penyaluran kredit pada sektor properti tercatat sebesar Rp591,6 triliun atau tumbuh 13,6% (yoy), lebih rendah dibanding 14,1% (yoy) pada Juni 2015. (Baca: Obat Generik Paket Kebijakan Ekonomi Jokowi)

Perlambatan tersebut terjadi pada kredit Konstruksi maupun Real Estate, yang masing–masing tumbuh 24,3% (yoy), dan 18,6% (yoy), turun dari 27,9% (yoy) dan 19,3% (yoy) pada Juni 2015. Sementara itu, suku bunga simpanan dan suku bunga kredit mengalami penurunan sejalan dengan melambatnya pertumbuhan kredit.

Baca juga:

OJK Pantau Dampak Rupiah terhadap Kredit Perbankan

Aprindo: Paket Kebijakan Ekonomi Tidak Istimewa

Lima Gejolak Harga Komoditas di Era Pemerintahan Jokowi
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Penyaluran Kredit Bank...
Penyaluran Kredit Bank Naik di Agustus 2023, BI Ungkap Penyebabnya
BI Prediksi Pertumbuhan...
BI Prediksi Pertumbuhan Kredit Sisa 2024 Tetap Berada di Kisaran 10-12 Persen
Permintaan Kredit Pelaku...
Permintaan Kredit Pelaku Usaha Masih Lemas, BI: Dana Belum Cair Rp2.374,8 Triliun
Awas, BI Kasih Peringatan...
Awas, BI Kasih Peringatan Perlambatan Kredit Masih Akan Terjadi
Kualitas Kredit Membaik,...
Kualitas Kredit Membaik, Bank Mandiri Catat Penurunan NPL 1,36%
Penyaluran Kredit BRI...
Penyaluran Kredit BRI Tembus Rp922,97 Triliun, Paling Gede Buat UMKM
Berita Terkini
Diganjar Rating Negatif...
Diganjar Rating Negatif dari Moody's, Danantara Bilang Begini
5 menit yang lalu
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp11.000 per Gram, Ini Rincian Lengkapnya
39 menit yang lalu
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
1 jam yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
1 jam yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
2 jam yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
3 jam yang lalu
Infografis
Indonesia Butuh Rp47.587,3...
Indonesia Butuh Rp47.587,3 Triliun untuk Pertumbuhan Ekonomi 8%
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved