USD Koreksi, Rupiah Siang Ini Balik Arah Menguat
Senin, 14 September 2015 - 13:02 WIB
USD Koreksi, Rupiah Siang Ini Balik Arah Menguat
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan siang hari ini balik arah menguat di tengah terkoreksinya USD terhadap mata uang utama dunia lainnya.
Data Yahoo Finance, rupiah berada di level Rp14.215/USD, dengan kisaran harian Rp14.152-Rp14.341/USD. Posisi ini menguat dibanding posisi penutupan sebelumnya di level Rp14.232/USD.
Posisi rupiah berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas berada pada level Rp14.318/USD. Posisi itu menguat dibanding posisi penutupan akhir pekan lalu di level Rp14.326/USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp14.322/USD, melemah 16 poin dari posisi sebelumnya di level Rp14.306/USD.
Sementara nilai tukar rupiah berdasarkan data Bloomberg pada level Rp14.327/USD. Posisi tersebut masih terdepresiasi dibanding dengan penutupan perdagangan sebelumnya di level Rp14.322/USD.
Research and Analyst Divisi Treasury BNI Trian Fatria mengatakan, melamhnya USD di pasar global terhadap mata uang utama dunia lainnya menjadi celah bagi rupiah untuk menguat.
"Namun, masih tingginya kekhawatiran terhadap kenaikan suku bunga The Fed dalam pertemuan mendatang dan potensi berkurangnya surplus neraca perdagangan RI pada Agustus yang dirilis besok bisa membatasi penguatan rupiah lebih jauh," kata dia, Senin (14/9/2015).
(Baca: Yen Menguat terhadap USD, Rupiah Dibuka Merosot)
Data Yahoo Finance, rupiah berada di level Rp14.215/USD, dengan kisaran harian Rp14.152-Rp14.341/USD. Posisi ini menguat dibanding posisi penutupan sebelumnya di level Rp14.232/USD.
Posisi rupiah berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas berada pada level Rp14.318/USD. Posisi itu menguat dibanding posisi penutupan akhir pekan lalu di level Rp14.326/USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp14.322/USD, melemah 16 poin dari posisi sebelumnya di level Rp14.306/USD.
Sementara nilai tukar rupiah berdasarkan data Bloomberg pada level Rp14.327/USD. Posisi tersebut masih terdepresiasi dibanding dengan penutupan perdagangan sebelumnya di level Rp14.322/USD.
Research and Analyst Divisi Treasury BNI Trian Fatria mengatakan, melamhnya USD di pasar global terhadap mata uang utama dunia lainnya menjadi celah bagi rupiah untuk menguat.
"Namun, masih tingginya kekhawatiran terhadap kenaikan suku bunga The Fed dalam pertemuan mendatang dan potensi berkurangnya surplus neraca perdagangan RI pada Agustus yang dirilis besok bisa membatasi penguatan rupiah lebih jauh," kata dia, Senin (14/9/2015).
(Baca: Yen Menguat terhadap USD, Rupiah Dibuka Merosot)
(rna)