Ali Wardhana Babat Inflasi dari 360% Jadi 10%

Senin, 14 September 2015 - 22:00 WIB
Ali Wardhana Babat Inflasi...
Ali Wardhana Babat Inflasi dari 360% Jadi 10%
A A A
JAKARTA - Mantan Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Emil Salim mengungkapkan, sosok almarhum Ali Wardhana merupakan tokoh di pemerintahan yang memiliki jasa luar biasa terhadap perekonomian Indonesia.

Semasa menjabat sebagai Menteri Keuangan (Menkeu) periode 1965-1967, Almarhum Ali Wardhana berhasil membabat inflasi dari sebelumnya 360% menjadi 10%. Bahkan, prestasinya tersebut belum pernah ditorehkan oleh menteri-menteri pendahulunya ataupun penggantinya kini.

"Kalau ada yang menguasai dan menundukkan inflasi 1965-1967, maka beliau adalah otaknya. Dari inflasi yang sampai 360% turun ke 10%. Adalah kebijakan dari Menkeu Ali Wardhana," ujarnya usai melayat almarhum Ali Wardhana di rumah duka, bilangan Patra Kuningan, Jakarta, Senin (14/9/2015).

Menurutnya, Ali merupakan sosok yang berhasil menundukkan kebijakan ekonomi 1965 yang kacau balau. Mantan Menteri Koordinator bidang Ekonomi, Keuangan, Industri dan Pengawasan Pembangunan Indonesia ini dipandang sebagai tokoh moneter terbaik Indonesia di masanya.

"Dari kebijakan ekonomi yang kacau sekitar 1965‎, beliaulah yang paling berjasa dalam pengendalian inflasi. Kalau Wijoyo adalah tokoh pembangunan, beliau adalah tokoh moneter. Kita belajar banyak dari beliau," terangnya.

Sebagai informasi, almarhum Ali Wardhana meninggal dunia hari ini sekitar pukul 15.30 WIB di Rumah Sakit Medistra, Jakarta. Menkeu terlama di era Presiden Soeharto ini meninggal karena mengidap penyakit paru-paru kronis yang dideritanya sejak muda.

Baca juga:

Sebagai Menkeu Terlama, Ali Wardhana Dikenal Sosok Humoris

Mantan Menkeu Ali Wardhana Tutup Usia

Almarhum Ali Wardhana Menderita Sakit Paru-Paru sejak Muda
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Menkeu Sebut Separuh...
Menkeu Sebut Separuh Masyarakat RI Masih Tinggal di Desa
Kemenkeu Setujui Rp1...
Kemenkeu Setujui Rp1 Triliun Anggaran Tahap I Pilkada Serentak
Realisasi Lelang Kekayaan...
Realisasi Lelang Kekayaan Negara Capai Rp8,07 Triliun, Tak Sampai Setengah Target
Kemenkeu Gelar PMO Informal...
Kemenkeu Gelar PMO Informal Meeting II: Cakap Berkomunikasi di Masa Pandemi
Pemerintah Alokasikan...
Pemerintah Alokasikan Rp8 Triliun untuk Pengentasan TBC, Bagian Program Kesehatan Prioritas 2025
Kemenkeu Ungkap Alasan...
Kemenkeu Ungkap Alasan Pembekuan Anggaran Kementerian Rp50,2 Triliun
Berita Terkini
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp5.000 per Gram, Buyback Jadi Berapa?
1 jam yang lalu
Easycash, OJK dan AFTECH...
Easycash, OJK dan AFTECH Perkuat Literasi Keuangan Generasi Muda di Bali
2 jam yang lalu
IHSG Sepekan Naik 0,83%,...
IHSG Sepekan Naik 0,83%, Kapitalisasi Pasar Tembus Rp10.340 Triliun
2 jam yang lalu
Promo Spesial BRI Kartu...
Promo Spesial BRI Kartu Kredit: Jalan-Jalan Lebih Hemat Rp125.000 di tiket.com!
2 jam yang lalu
Imbal Hasil Obligasi...
Imbal Hasil Obligasi Kian Jadi Penentu Utama Pergerakan Valas
2 jam yang lalu
BULOG dan Komisi IV...
BULOG dan Komisi IV DPR Perkuat Sinergi Dukung Kesejahteraan Petani di Klaten
3 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved