Yen Perkasa, Rupiah Makin Parah ke Rp14.400/USD
Selasa, 15 September 2015 - 16:58 WIB
Yen Perkasa, Rupiah Makin Parah ke Rp14.400/USD
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah pada perdagangan hari ini ditutu[ makin parah hingga jebol level Rp14.400/dolar Amerika Serikat (USD) setelah data surplus neraca perdagangan Agustus di bawah bulan sebelumnya. Pelemahan ini di tengah makin perkasanya yen terhadap USD.
Posisi rupiah berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas berada pada level Rp14.475/USD. Posisi itu terkoreksi 136 poin dibanding posisi penutupan kemarin di level Rp14.339/USD.
Data Yahoo Finance, rupiah berada di level Rp14.415/USD, dengan kisaran harian Rp14.231-Rp14.455/USD. Posisi ini melemah 76 poin dibanding posisi penutupan sebelumnya di level Rp14.339/USD.
Nilai tukar rupiah berdasarkan data Bloomberg pada level Rp14.408/USD. Posisi tersebut terdepresiasi 75 poin dibanding dengan penutupan perdagangan sebelumnya di level Rp14.333/USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp14.371/USD, melemah 49 poin dari posisi sebelumnya di level Rp14.322/USD.
Sementara yen menguat secara luas pada hari ini setelah Bank Sentral Jepang (BOJ) menahan diri untuk menambah stimulus. Gubernur BOJ Haruhiko Kuroda optimistis terhadap prospek ekonomi negaranya.
Hasil ini seperti yang telah diperkirakan sebelumnya, meski sebagian kecil pelaku pasar berharap akan ada stimulus tambahan karena lemahnya data ekonomi selama beberapa pekan terakhir.
Dikutip dari Reuters, USD turun 0,4% terhadap yen menjadi 119,73, sementara euro terkoreksi 0,6% ke 135,20. Para pedagang mengatakan, yen sebagai mata uang safe haven kemungkinan akan didukung oleh tanda-tanda goyahnya pasar saham di tengah kekhawatiran tentang kenaikan suku bunga Amerika Serikat (AS) atau perlambatan di China.
Indeks USD mendatar di 95,278, setelah merosot ke 94,913 pada Senin, level terendah sejak akhir Agustus karena para pedagang menunggu hasil pertemuan Federal Reserve mengenai prospek suku bunga acuan. Sementara euro diperdagangkan terkoreksi 0,15% menjadi 1,12965/USD, setelah naik pada hari sebelumnya ke 1,1373, tertinggi sejak 26 Agustus
Baca:
Sentimen Ini Pengaruhi Gerak Rupiah
Rupiah Terkoreksi Siang Ini
Posisi rupiah berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas berada pada level Rp14.475/USD. Posisi itu terkoreksi 136 poin dibanding posisi penutupan kemarin di level Rp14.339/USD.
Data Yahoo Finance, rupiah berada di level Rp14.415/USD, dengan kisaran harian Rp14.231-Rp14.455/USD. Posisi ini melemah 76 poin dibanding posisi penutupan sebelumnya di level Rp14.339/USD.
Nilai tukar rupiah berdasarkan data Bloomberg pada level Rp14.408/USD. Posisi tersebut terdepresiasi 75 poin dibanding dengan penutupan perdagangan sebelumnya di level Rp14.333/USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp14.371/USD, melemah 49 poin dari posisi sebelumnya di level Rp14.322/USD.
Sementara yen menguat secara luas pada hari ini setelah Bank Sentral Jepang (BOJ) menahan diri untuk menambah stimulus. Gubernur BOJ Haruhiko Kuroda optimistis terhadap prospek ekonomi negaranya.
Hasil ini seperti yang telah diperkirakan sebelumnya, meski sebagian kecil pelaku pasar berharap akan ada stimulus tambahan karena lemahnya data ekonomi selama beberapa pekan terakhir.
Dikutip dari Reuters, USD turun 0,4% terhadap yen menjadi 119,73, sementara euro terkoreksi 0,6% ke 135,20. Para pedagang mengatakan, yen sebagai mata uang safe haven kemungkinan akan didukung oleh tanda-tanda goyahnya pasar saham di tengah kekhawatiran tentang kenaikan suku bunga Amerika Serikat (AS) atau perlambatan di China.
Indeks USD mendatar di 95,278, setelah merosot ke 94,913 pada Senin, level terendah sejak akhir Agustus karena para pedagang menunggu hasil pertemuan Federal Reserve mengenai prospek suku bunga acuan. Sementara euro diperdagangkan terkoreksi 0,15% menjadi 1,12965/USD, setelah naik pada hari sebelumnya ke 1,1373, tertinggi sejak 26 Agustus
Baca:
Sentimen Ini Pengaruhi Gerak Rupiah
Rupiah Terkoreksi Siang Ini
(rna)