USD Menguat, Rupiah Dibuka Tiarap

Rabu, 16 September 2015 - 10:24 WIB
USD Menguat, Rupiah...
USD Menguat, Rupiah Dibuka Tiarap
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah pada perdagangan hari ini dibuka makin tiarap tertekan menguatnya dolar Amerika Serikat (USD) jelang keputusan mengenai suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed).

Data Yahoo Finance, rupiah berada di level Rp14.447/USD. Posisi ini melemah 32 poin dibanding posisi penutupan sebelumnya di level Rp14.415/USD.

Nilai tukar rupiah berdasarkan data Bloomberg dibuka pada level Rp14.406/USD dan pada pukul 10.00 WIB melemah ke Rp14.445/USD. Posisi tersebut makin terdepresiasi dibanding dengan penutupan perdagangan sebelumnya di level Rp14.408/USD.

Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp14.442/USD, melemah 71 poin dari posisi sebelumnya di level Rp14.371/USD.

Posisi rupiah berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas berada pada level Rp14.454/USD. Posisi itu menguat dibanding posisi penutupan kemarin di level Rp14.475/USD.

Sementara USD menguat di perdagangan Asia pada Rabu, didukung oleh kenaikan imbal hasil (yield) obligasi Amerika Serikat (AS) setelah data pengeluaran konsumen positif dan meningkatkan ekspektasi bahwa Federal Reserve AS akan menaikkan suku bunga pada pertemuan dua hari.

Departemen Perdagangan AS mengatakan penjualan retail, termasuk mobil, bensin, bahan bangunan dan jasa makanan meningkat 0,4% pada Agustus setelah kenaikan 0,6% pada bulan Juli. Data tersebut mengimbangi aktivitas manufaktur yang melemah.

Kenaikan imbal hasil obligasi Jerman didukung imbal hasil obligasi internasional menjelang pertemuan Fed. Sementara itu, banyak yang bertaruh bahwa pasar global baru-baru ini stabil dan semakin banyak bukti perlambatan pertumbuhan di China akan meminta The Fed untuk tetap melakukan pelonggaran pada bulan ini.

"Ekonom AS mengharapkan Fed untuk tetap menunda kenaikan suku pada September dan menilai risiko penurunan prospek setelah stres pasar keuangan baru-baru ini," kata ekonom di Barclays, seperti dilansir dari Reuters, Rabu (16/9/2015).

Setelah Bank of Japan memutuskan tidak memberikan tambahan stimulus, USD terhadap yen diperdagangkan pada 120,45 dari level sebelumnya di 119,40. Euro terhadap yen berada di 135,76, hampir datar dari sesi seblumnya di 135,00. Euro terhadap USD turun ke 1,1273, turun dari posisi Senin di 1,1373.

Indeks USD stabil di 95,587, jauh di atas level terendah tiga pekan pada Senin di 94,913.

Baca:

Rupiah Masih Berpotensi Melanjutkan Pelemahan

BI Prediksi Rupiah Membaik Tahun Depan

Sentimen Ini Pengaruhi Gerak Rupiah
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Modus Penipuan Berkedok Investasi Pasar Modal
22 menit yang lalu
Perkuat Ekosistem Pendidikan,...
Perkuat Ekosistem Pendidikan, BTN Teken MoU Strategis dengan UNAIR
1 jam yang lalu
Brantas Abipraya Kebut...
Brantas Abipraya Kebut Penyelesaian Akhir Sekolah Rakyat Jabar II, DPR Optimistis Segera Operasional
1 jam yang lalu
Utang Luar Negeri Indonesia...
Utang Luar Negeri Indonesia Bengkak Tembus Rp7.795 Triliun
2 jam yang lalu
Santai Seaplane Buka...
Santai Seaplane Buka Pangkalan di Banyuwangi, Perkuat Konektivitas Wisata Premium
2 jam yang lalu
IHSG Melesat 3,5 Persen,...
IHSG Melesat 3,5 Persen, Saham BUMN Jadi Motor Penguatan Bursa
2 jam yang lalu
Infografis
Pendaftaran KIP Kuliah...
Pendaftaran KIP Kuliah untuk Seleksi Mandiri 2023 Dibuka
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved