Tunggu Rilis BI, Rupiah Diperkirakan Melemah
Kamis, 17 September 2015 - 08:40 WIB
Tunggu Rilis BI, Rupiah Diperkirakan Melemah
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada hari ini diperkirakan masih memperpanjang pelemahan menjelang rilis suku bunga Bank Indonesia (BI).
"Pelemahan lanjutan pun dapat dimungkinkan jika tidak adanya perlawanan dari rupiah. Tetap cermati sentimen yang akan dirilis, di mana dapat berimbas negatif pada laju rupiah," ujar Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Kamis (16/9/2015).
Reza memprediksi rupiah berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia akan berada pada rentang Rp14.436-Rp14.450," pungkasnya.
Sementara posisi rupiah kemarin berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp14.442/USD, melemah 71 poin dari posisi sebelumnya di level Rp14.371/USD.
Penguatan bursa saham global yang dibarengi dengan membaiknya laju mata uang Asia tampaknya belum cukup kuat untuk mengajak rupiah untuk duduk bareng di zona hijau, kemarin.
Terlihat dari pantauan data BI, laju rupiah kian terperosok di zona merah. Akan menjadi pertanyaan besar bagi pelaku pasar ketika melihat laju rupiah yang kian melemah sementara mata uang lainnya tidak terlalu melemah dalam.
"Padahal sentimennya kurang lebih sama, di mana pelaku pasar masih menunggu dan memperhatikan rilis RDG BI dan FOMC meeting," ujarnya.
Di sisi lain, mulai meningkatnya harga minyak seharusnya membuat penguatan laju USD kian tertahan, namun itupun juga tidak membuat rupiah menguat.
"Pelemahan lanjutan pun dapat dimungkinkan jika tidak adanya perlawanan dari rupiah. Tetap cermati sentimen yang akan dirilis, di mana dapat berimbas negatif pada laju rupiah," ujar Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Kamis (16/9/2015).
Reza memprediksi rupiah berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia akan berada pada rentang Rp14.436-Rp14.450," pungkasnya.
Sementara posisi rupiah kemarin berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp14.442/USD, melemah 71 poin dari posisi sebelumnya di level Rp14.371/USD.
Penguatan bursa saham global yang dibarengi dengan membaiknya laju mata uang Asia tampaknya belum cukup kuat untuk mengajak rupiah untuk duduk bareng di zona hijau, kemarin.
Terlihat dari pantauan data BI, laju rupiah kian terperosok di zona merah. Akan menjadi pertanyaan besar bagi pelaku pasar ketika melihat laju rupiah yang kian melemah sementara mata uang lainnya tidak terlalu melemah dalam.
"Padahal sentimennya kurang lebih sama, di mana pelaku pasar masih menunggu dan memperhatikan rilis RDG BI dan FOMC meeting," ujarnya.
Di sisi lain, mulai meningkatnya harga minyak seharusnya membuat penguatan laju USD kian tertahan, namun itupun juga tidak membuat rupiah menguat.
(rna)