Rupiah Lesu, OJK Tegaskan Perbankan Masih Sehat
Kamis, 17 September 2015 - 22:32 WIB
Rupiah Lesu, OJK Tegaskan Perbankan Masih Sehat
A
A
A
JAKARTA - Semakin melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD), Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan bahwa perbankan dari sisi ketahanan modal maupun likuiditas masih terjaga dengan baik.
Deputi Komisioner bidang Pengawasan Perbankan OJK Irwan lubis menyatakan, dari sisi rasio kecukupan modal (CAR) secara industri mencapai 20,8%, bahkan cenderung meningkat, karena pertumbuhan modal lebih besar ketimbang pertumbuhan aktiva mengandung risiko.
"Artinya dampak pelemahan kurs secara risiko pasar tidak terpengaruh, apakah nanti dampak lainnya misalnya terganggu kemampuan debitur, itu kita lihat dari sisi lain," kata dia di Gedung OJK, Kamis(17/9/2015).
Irwan menjelaskan, posisi bank secara teknikan dalam posisi long, artinya berapa pun rupiah terdepresiasi yakni Rp14.000/USD, Rp15.000/USD bahkan Rp17.000/USD sekalipun malah menguntungkan, yakni memberikan efek positif bagi laba-rugi.
Dia menambahkan, terkait dampak perlambatan ekonomi saat ini, belum ada laporan ke OJK adanya bank dalam kondisi sistemik. Namun, perbankan melakukan transformasi atau reorganisasi design dari rencana bisnis dalam upaya mengembangkan bank jauh lebih kompetitf.
Deputi Komisioner bidang Pengawasan Perbankan OJK Irwan lubis menyatakan, dari sisi rasio kecukupan modal (CAR) secara industri mencapai 20,8%, bahkan cenderung meningkat, karena pertumbuhan modal lebih besar ketimbang pertumbuhan aktiva mengandung risiko.
"Artinya dampak pelemahan kurs secara risiko pasar tidak terpengaruh, apakah nanti dampak lainnya misalnya terganggu kemampuan debitur, itu kita lihat dari sisi lain," kata dia di Gedung OJK, Kamis(17/9/2015).
Irwan menjelaskan, posisi bank secara teknikan dalam posisi long, artinya berapa pun rupiah terdepresiasi yakni Rp14.000/USD, Rp15.000/USD bahkan Rp17.000/USD sekalipun malah menguntungkan, yakni memberikan efek positif bagi laba-rugi.
Dia menambahkan, terkait dampak perlambatan ekonomi saat ini, belum ada laporan ke OJK adanya bank dalam kondisi sistemik. Namun, perbankan melakukan transformasi atau reorganisasi design dari rencana bisnis dalam upaya mengembangkan bank jauh lebih kompetitf.
(izz)
Lihat Juga :