IHSG Diprediksi Bertahan Positif, Cermati Saham Ini
Jum'at, 18 September 2015 - 08:30 WIB
IHSG Diprediksi Bertahan Positif, Cermati Saham Ini
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diperkirakan dapat bertahan di zona positifnya saat ini agar tidak berubah menjadi tren melemah setelah Federal Reserve (The Fed) memutuskan menunda menaikan suku bunga.
"The Fed tidak menaikan suku bunganya kemungkinan kondisi pasar akan berpeluang kembali melanjutkan kenaikan sekaligus testing resisten di level tersebut meskipun untuk bulan-bulan berikutnya akan menimbulkan ketidakpastian baru," kata Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Jumat (18/9/2015).
Dia memperkirakan IHSG akan berada pada rentang support 4.300-4.315 dan resisten 4.385-4.405. Laju IHSG kemarin di atas area target support 4.300-4.315 dan mampu melampaui target resisten 4.348-4.385.
Penguatan kemarin dipicu imbas positifnya laju bursa saham AS sebelumnya setelah dirilisnya penurunan MBA mortgage applications dan rendahnya inflasi, sehingga memberikan persepsi The Fed masih akan ragu untuk menaikan suku bunganya.
Pelaku pasar pun memanfaatkan momentum tersebut untuk kembali melakukan aksi beli meski tidak telalu besar untuk membentuk technical rebound sementara. Penguatan terlihat sejak awal sesi pembukaan dan sempat bergerak flat di pertengahan sesi.
Jelang akhir perdagangan, laju IHSG pun kembali digas untuk mampu bertahan dan berada di zona hijau hingga akhir penutupan. Masih melemahnya laju rupiah tidak terlalu menjadi penghalang penguatan IHSG. Penguatan saham-saham di sektor konsumer dan beberapa bank cukup membuat laju IHSG dapat bertahan di zona hijaunya.
Transaksi asing kembali nett sell dari net sell Rp378,67 miliar menjadi net sell Rp678,81 miliar. Adapun sejumlah saham yang direkomendasikan, yaitu:
PT Unilever Tbk (UNVR) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp38.900-Rp39.525. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp39.075.
PT ADHI Karya Tbk (ADHI) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp1.980-Rp2.250. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp2.000.
PT Vale Indonesia Tbk (INCO) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp1.580-Rp1.675. Rekomendasi lakukan penjualan (trading sell) jika gagal bertahan di Rp1.600.
PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp4.300-Rp4.570. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp4.350.
PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp13.450-Rp13.900. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp13.750.
PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp1.645-Rp1.750. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp1.650.
PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp5.575-Rp5.850. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp5.725.
"The Fed tidak menaikan suku bunganya kemungkinan kondisi pasar akan berpeluang kembali melanjutkan kenaikan sekaligus testing resisten di level tersebut meskipun untuk bulan-bulan berikutnya akan menimbulkan ketidakpastian baru," kata Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Jumat (18/9/2015).
Dia memperkirakan IHSG akan berada pada rentang support 4.300-4.315 dan resisten 4.385-4.405. Laju IHSG kemarin di atas area target support 4.300-4.315 dan mampu melampaui target resisten 4.348-4.385.
Penguatan kemarin dipicu imbas positifnya laju bursa saham AS sebelumnya setelah dirilisnya penurunan MBA mortgage applications dan rendahnya inflasi, sehingga memberikan persepsi The Fed masih akan ragu untuk menaikan suku bunganya.
Pelaku pasar pun memanfaatkan momentum tersebut untuk kembali melakukan aksi beli meski tidak telalu besar untuk membentuk technical rebound sementara. Penguatan terlihat sejak awal sesi pembukaan dan sempat bergerak flat di pertengahan sesi.
Jelang akhir perdagangan, laju IHSG pun kembali digas untuk mampu bertahan dan berada di zona hijau hingga akhir penutupan. Masih melemahnya laju rupiah tidak terlalu menjadi penghalang penguatan IHSG. Penguatan saham-saham di sektor konsumer dan beberapa bank cukup membuat laju IHSG dapat bertahan di zona hijaunya.
Transaksi asing kembali nett sell dari net sell Rp378,67 miliar menjadi net sell Rp678,81 miliar. Adapun sejumlah saham yang direkomendasikan, yaitu:
PT Unilever Tbk (UNVR) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp38.900-Rp39.525. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp39.075.
PT ADHI Karya Tbk (ADHI) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp1.980-Rp2.250. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp2.000.
PT Vale Indonesia Tbk (INCO) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp1.580-Rp1.675. Rekomendasi lakukan penjualan (trading sell) jika gagal bertahan di Rp1.600.
PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp4.300-Rp4.570. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp4.350.
PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp13.450-Rp13.900. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp13.750.
PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp1.645-Rp1.750. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp1.650.
PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp5.575-Rp5.850. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp5.725.
(rna)
Lihat Juga :