Menkeu Tampik Ada Kenaikan Gaji dan Tunjangan Pejabat Tinggi

Jum'at, 18 September 2015 - 14:48 WIB
Menkeu Tampik Ada Kenaikan...
Menkeu Tampik Ada Kenaikan Gaji dan Tunjangan Pejabat Tinggi
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro menampik ada kenaikan gaji dan tunjangan untuk pejabat tinggi. Menurut Menkeu, yang ada hanya penyesuaian untuk standar biaya para pejabat tinggi yang ditetapkan pemerintah.

"Jadi bukan menaikkan‎, tapi dari waktu ke waktu semua lembaga negara tanpa terkecuali akan melakukan penyesuaian untuk standar biaya, dan tugas kami di Kemenkeu melalui Dirjen Anggaran menentukan standar biaya termasuk tunjangan untuk pejabat-pejabat di seluruh lembaga," ujarnya di Jakarta, Jumat (18/9/2015).

Dia menekankan, ini untuk seluruh lembaga tinggi bukan hanya DPR yang akan dilakukan penyesuaian tunjangan.

"Saya tekankan ini untuk seluruh lembaga, bukan hanya DPR. Cuma karena DPR jadi berita jadi anda angkat. Setiap hari di meja saya selalu ada permintaan kenaikkan tunjangan. Pertanyaannya kenapa ada permintaan ? Karena setelah beberapa waktu, beberapa tahun tentunya perlu dilakukan penyesuaian terutama inflasi paling tidak," katanya.

Sehingga, lanjut dia, wajar jika lembaga-lembaga tersebut meminta penyesuaian. Mereka, kata Bambang mengusulkan, misalnya minta naik 2x lipat, kemudian nanti akan direview terlebih dahulu oleh Kemenkeu.

"Pasti Kemenkeu melakukan analisa review dan akhirnya memutuskan memberikan standar baru dengan memperhatikan kewajaran dan memperhatikan kondisi keuangan negara, jadi enggak berarti setiap usulan itu diajukan langsung kami setujui. Tapi biasanya disetujui di bawah apa yang kami usulkan," katanya.

Mengenai tunjangan tersebut nantinya dipakai atau tidak, itu terserah pengguna anggaran. Karena jika tunjangan tersebut sudah diberikan, maka sepenuhnya akan menjadi hak si penerima.

"Itu dipakai atau enggak ya terserah pengguna anggarannya kalau kita sudah kasih biaya itu sepenuhnya hak mereka. Tapi kalau enggak mau dipakai atau dipakai separuhnya itu hak mereka. Kami enggak dalam posisi menentukan kamu boleh naik kamu gak boleh naik karena saya bukan bos mereka," pungkasnya.

Baca: Menkeu Sebut Dana Desa Alat Ampuh Atasi Kemiskinan
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Menkeu Sebut Separuh...
Menkeu Sebut Separuh Masyarakat RI Masih Tinggal di Desa
Kemenkeu Setujui Rp1...
Kemenkeu Setujui Rp1 Triliun Anggaran Tahap I Pilkada Serentak
Realisasi Lelang Kekayaan...
Realisasi Lelang Kekayaan Negara Capai Rp8,07 Triliun, Tak Sampai Setengah Target
Kemenkeu Gelar PMO Informal...
Kemenkeu Gelar PMO Informal Meeting II: Cakap Berkomunikasi di Masa Pandemi
Pemerintah Alokasikan...
Pemerintah Alokasikan Rp8 Triliun untuk Pengentasan TBC, Bagian Program Kesehatan Prioritas 2025
Kemenkeu Ungkap Alasan...
Kemenkeu Ungkap Alasan Pembekuan Anggaran Kementerian Rp50,2 Triliun
Berita Terkini
Pertamina Pangkas 31...
Pertamina Pangkas 31 Anak Usaha Sepanjang Semester I 2026
6 jam yang lalu
Bukan Sekadar Rumah...
Bukan Sekadar Rumah Sudut, Ini Alasan Rumah Hoek Selalu Diburu
6 jam yang lalu
Sambangi RS IHC Perkebunan...
Sambangi RS IHC Perkebunan Jember Klinik, Komut Pertamina Tekankan Inovasi dan Empati
6 jam yang lalu
Stablecoin Rupiah Dinilai...
Stablecoin Rupiah Dinilai Berpotensi Perkuat Ekonomi Digital Indonesia
8 jam yang lalu
Transformasi BUMN Jalan...
Transformasi BUMN Jalan Terus lewat Peleburan 240 Perusahaan, Apa Manfaatnya?
8 jam yang lalu
Pertamina NRE Akselerasi...
Pertamina NRE Akselerasi Pembangunan PLTS di Lahan Pascatambang PTBA
8 jam yang lalu
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved